2 Cerita Berbeda Hilangnya Bocah dalam Kardus Sebelum Dibunuh

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 7 Oktober 2015 13:16
2 Cerita Berbeda Hilangnya Bocah dalam Kardus Sebelum Dibunuh
Mereka sama-sama menceritakan saat sebelum menghilang, tapi berbeda versi dengan jam yang sama.

Dream - Kesaksian dua teman PNF (9) yang melihat korban terakhir kali cenderung berbeda. Mereka sama-sama menceritakan saat sebelum menghilang, tapi berbeda versi dengan jam yang sama.

Kedua anak itu, adalah Kelvin Trianto, sepupu PNF dan Kiki, teman sekelas PNF di sekolah dasar negeri (SDN), dekat rumahnya Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Kelvin mengaku bertemu PNF usai pulang sekolah pukul 10.00 WIB pada Jumat 2 Oktober 2015. Dia sempat menyapa PNF dan bertanya hendak pergi kemana, lalu PNF bilang mau pergi ke rumah temannya.

Kelvin yang aneh mengikutinya dan ternyata PNF justru lari ke arah gang Melati 1 di seberang sekolah. Kelvin kemudian mengejarnya, tapi kemudian PNF menghilang di jalan bercabang tengah gang.

Sedangkan Kiki, rekan kelas PNF justru melihat PNF dijemput seseorang dengan motor tak jauh dari luar sekolah pukul 10.00 WIB, di jam yang sama saat Kelvin mengaku mengejar PNF. " Memang itu sih kalau ceritanya Kiki," kata Vilar Vitaloka (29), Wali Kelas PNF.

Polisi sudah mewawancarai kedua anak itu. Terakhir, polisi kembali datang ke sekolah kemudian kembali mewawancarai Kiki.

Sebelumnya, jenazah PNF ditemukan dalam kondisi terbungkus kardus di Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat malam kemarin. Lokasi itu jaraknya sekitar 5 kilometer dari rumah PNF dan sekolahnya.

Diduga kuat PNF dibunuh setelah lebih dulu diperkosa oleh pelakunya. Kini Polisi menelusuri berbagai petunjuk dan mencurigai beberapa orang yang diduga memiliki motif untuk dijadikan tersangka.

 

1 dari 7 halaman

Titik Terang Pembunuhan Bocah dalam Kardus

Titik Terang Pembunuhan Bocah dalam Kardus

Dream - Kepolisian Polda Metro Jaya mulai mendapatkan titik terang dalam kasus pembunuhan PNF, bocah 9 tahun yang ditemukaan tewas terbungkus di dalam kardus.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Khrisna Murti mengatakan, penyidik sudah mengerucutkan penyelidikan kepada terduga pelaku.

" Kami mengerucutkan arah penyelidikan kepada beberapa terduga pelaku yang memiliki beberapa latar belakang tertentu," kata Krishna, Rabu 7 Oktober 2015.

Dia menegaskan, orang itu merupakan saksi yang sangat berpotensi. Kecurigaan penyidik salah satunya adalah orang ini merupakan residivis dan sering berpindah-pindah tempat.

" Ada beberapa potential witness yang mempunyai preferensi sering berpindah tempat tinggal serta pernah ditahan polisi sebelumnya," jelasnya.

Namun, Krishna enggan menyebut siapa identitas orang ini. Polisi saat ini masih terus mengembangkan arah penyelidikan kepada orang tersebut.

Tim forensik telah mengambil sampel di rumah terduga pelaku tersebut. " ‎Forensik sudah mulai melakukan olah TKP di salah satu rumah yang dicurigai," tuturnya.

Hanya saja, polisi belum mau menjelaskan lebih rinci rumah itu milik siapa dan di mana alamatnya. Mereka juga tidak menyebutkan, apakah rumah itu ditempati dua orang saksi yang sebelumnya diamankan polisi atau bukan. Lalu apakah orang yang dicurigai menempati rumah tersebut sudah dalam pengamanan polisi atau belum.

Dalam satu perkara pembunuhan, forensik melakukan olah TKP yang salah satunya untuk mengambil sampel yang nantinya akan dijadikan pembanding untuk tes DNA.

2 dari 7 halaman

Fakta Mengejutkan Bocah yang Dibunuh dalam Kardus

Fakta Mengejutkan Bocah yang Dibunuh dalam Kardus

Dream - PNF, bocah perempuan berusian 9 tahun yang tewas diperkosa dan dibunuh serta dibuang ke dalam kardus, ternyata tinggal bersama 16 orang keluarganya di rumahnya yang sempit di dalam gang kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

AD, paman korban menceritakan, di rumah itu total ada 16 orang yang tinggal bersama termasuk dirinya. Bahkan, begitu penuhnya, setiap malam, salah seorang paman PNF lainnya, harus tidur di Pos Kamling di belakang rumah tersebut.

Rumah itu hanya memiliki 2 kamar kecil, 1 kamar mandi, dan sebuah ruang tamu yang setiap malam berubah jadi ruang tidur. Lalu pagi hari kembali berubah jadi ruang tamu.

Kata AD yang merupakan adik dari ibunda PNF, mereka total ada 9 bersaudara. Tapi 3 di antaranya, termasuk AD masih tinggal di rumah peninggalan ayah dan ibunya itu.

Selain AD, kakaknya MC, lalu Ibunda PNF, yakni IF. Kemudian kakak AD lainnya, R dan suaminya, R. Kemudian kakak lainnya, NA serta Ibu mereka.

Kemudian sisa lainnya adalah 10 anak kecil yang merupakan anak IF, R dan NA. Jadi total ada 16 orang yang tinggal di rumah itu.

" Anak IF ada 3, lalu anak R ada 4, kemudian anak Aisyah ada 3. Kalau saya dan MC belum menikah," kata Ade.

Setiap malam, kata AD, sang kakak R tidur di kamar bersama anak dan suaminya. Kemudian NA juga tidur di kamar bersama istri dan suaminya.

Sedangkan PNF, AD, lalu Ibu PNF dan 2 kakak PNF serta nenek PNF atau Ibu AD, tidur bersama di ruang tamu yang diubah jadi ruang tidur.

Kemudian MC, paman PNF lainnya, harus menyingkir setiap malam keluar rumah dan tidur di Pos Kamling belakang rumahnya.

" Begitulah setiap hari di rumah ini," kata Ade. Saat bangun pagi, maka anak-anak yang sekolah duluan yang didahulukan mandi.

3 dari 7 halaman

Amarah Ayah Korban

Amarah Ayah Korban

Dream - Orangtua PNF, bocah korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan dalam kardus sangat terpukul dengan kejadian nahas yang menimpa anaknya.

Ayah korban, AS tak menyangka akan jadi seperti ini, meskipun tak begitu akrab dengan putrinya karena ia juga harus bekerja dan jarang di rumah.

AS diketahui bekerja sebagai sopir mobil rental, sering keluar kota. Ia biasanya seminggu hanya 5 kali bertemu anaknya. AS dan istri sudah tiga tahun cerai.

Meski jarang bertemu, AS mengaku mengenal dekat putrinya. PNF dikenal sebagai sosok anak yang rajin, mandiri dan periang.

Kata dia, sang anak jika main tidak pernah terlalu jauh. Paling jauh ke kediaman keluarga dan tetangga, masih di sekitar lingkungan rumah.

AS berharap, pembunuh putrinya dihukum berat. Jika boleh, ia bahkan ingin balas dendam, membunuh pelakunya.

Namun, AS tetap menyerahkan segala proses hukum ke polisi. " Karena ini negara hukum, saya serahkan kepada penyidiknya," kata dia. Sedangkan ibu korban, masih syok berat dengan kepergian PNF.

4 dari 7 halaman

Sebelum Dibunuh, Bocah dalam Kardus Lari ke Arah Ini

Sebelum Dibunuh, Bocah dalam Kardus Lari ke Arah Ini

Dream - Pelaku pembunuhan sadis PNF (9), bocah dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat, masih menjadi misteri. Polisi terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi.

Menurut keterangan keluarga korban kepada polisi, sebelum menghilang dan ditemukan tewas dalam kardus, PNF berperilaku agak aneh. Ia sempat lari saat dikejar salah seorang sepupunya.

PNF sempat pulang ke rumah usai sekolah, Jumat siang 2 Oktober 2015. Tak lama berselang, ia pergi lagi ke arah sekolah yang letaknya tak jauh.

Kemudian PNF berlari melewati sekolah dan pergi ke jalan besar. Tapi saat hendak menuju jalan besar, sepupu PNF yang tinggal serumah, sempat memergoki PNF.

Saat ditanya hendak ke mana oleh sepupunya itu, PNF menjawab mau ke rumah teman. Sepupunya itu berusaha mengejarnya, tetapi PNF justru berlari.

Sayang, dia kehilangan jejak PNF di gang-gang sempit kawasan RW 10, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Dan malam harinya, PNF ditemukan tak bernyawa, tergeletak di dalam kardus terikat lakban di Jalan Sahabat, Kalideres, Jakarta Barat.

Dari hasil autopsi ini disimpulkan korban diduga dibunuh antara pukul 10.00-14.00 WIB. Hasil visum dan autopsi juga menyatakan sebelum dibunuh, pelaku memperkosa korban. (Ism)

5 dari 7 halaman

Terungkap, Kapan Pembunuhan

Terungkap, Kapan Pembunuhan

Dream - Hasil autopsi tim dokter forensik RS Polri, Kramat jati, Jakarta Timur, menyebutkan, PNF (9) korban pembunuhan sadis di Kalideres, tewas sekitar 8-12 jam setelah makan pagi terakhirnya, Jumat 2 Oktober 2015 lalu.

" Dari hasil autopsi ini disimpulkan korban diduga dibunuh antara pukul 10.00-14.00 WIB. Hasil visum dan autopsi juga menyatakan sebelum dibunuh, pelaku memperkosa korban," kata Krishna, Senin 5 Oktober 2015.

Krishna menuturkan, penyidik masih mengejar pelaku pembunuhan sadis tersebut. Tim dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat telah disebar ke lokasi kejadian, rumah korban, dan tempat korban menghilang. Polisi akan menyisir segala petunjuk yang didapat.

" Penyidik juga memeriksa sejumlah kamera CCTV di lokasi jasad korban ditemukan" . (Ism) 

6 dari 7 halaman

Jejak Pembunuh Tertinggal di Kardus

Jejak Pembunuh Tertinggal di Kardus

Dream - Polisi menemukan jejak kardus yang digunakan pelaku untuk membuang jenazah PNF. Saat penemuan jenazah, ada dua kardus yang ditemukan.

Pertama susunan kardus tempat mayat PNF diletakkan. Kedua, ada sebuah kardus yang sudah rusak yang ditemukan dalam kondisi kucel di dekat kardus pertama ditemukan.

" Di kardus kedua itulah ternyata ada alamat seseorang. Kemudian tim menelusuri alamat itu dan dapat," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Krishna Murti, Senin 5 Oktober 2015.

Ternyata, orang itu kerap mendapat kiriman barang dan membuang kardus-kardus bekas pengiriman di dekat tempat sampah besar, lokasi mayat PNF dibuang.

" Jadi, kardus itu dan pemiliknya tak ada hubungannya dengan kasus yang sedang ditangani polisi," kata Krisna.

Polda Metro Jaya telah menurunkan sekitar 50 anggota untuk memburu pelaku pembunuhan sadis bocah dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat.

Seluruh anggota itu terus bergerak di gang-gang sempit di sekitar rumah PNF dan sekolahnya, lalu di gang di mana PNF menghilang, maupun di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). " Siapa tahu ada sedikit informasi yang bisa ditelusuri," kata Krishna. (Ism) 

7 dari 7 halaman

Terekam CCTV

Terekam CCTV

Dream - Salah satu rekaman kamera Closed Circuit Television Sistem (CCTV) milik pengusaha besi tua di dekat lokasi jenazah PNF, 9 tahun, ditemukan, ternyata tak memperlihatkan jelas jenis motor dan pelat nomor motor yang diduga milik pelaku pemerkosaan dan pembunuhan.

Kamera CCTV milik Sujaroadi berada sekitar 30 meter dari lokasi jenazah PNF ditemukan. Kamera itu dipasang di lokasi penimbunan besi tua miliknya di Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Kamera itu diduga merekam seseorang yang diduga pelaku dalam posisi membelakangi kamera CCTV miliknya. Orang itu melintas di lokasi sekitar pukul 18.04 pada Jumat 2 Oktober 2015.

Pemotor itu terlihat membawa sebuah kardus cokelat di jok belakangnya. Kardus yang ukurannya persis dipakai untuk membungkus PNF itu disandarkan ke tubuh pemotor. Sedangkan pengendaranya kelihatan memakai jaket abu-abu dan penutup kepala.

Sujaroadi menuturkan, dia tak bisa melihat jenis motor dengan jelas, apalagi nomor polisi motor tersebut. Sebab, di dekat kamera CCTV yang dipasang di atas pagar tinggi di lapak besi tua miliknya terdapat lampu yang sore itu sudah dinyalakan.

Sehingga cahaya lampu itu membuang pemandangan detil motor tak terlihat. " Jadi pecah juga gambarnya, sebab lampu belakang motor itu menyala. Jadi berpendar gambarnya. Tak terlihat pelat nomornya," kata dia.

Kini masih ada 2 rekaman CCTV lainnya milik pengusaha biji plastik yang dipasang di lokasi pembuataan biji plastik, yakni Pendi.

Lokasinya berada di sebelah lokasi penimbunan besi tua miliknya. Sampai kemarin alam TimInformation Technology (IT) dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih berusaha membuka rekaman CCTV yang berada di lapak bijih besi milik Pendi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Krishna Murti mengatakan, terus berupaya mengidentifikasi pelaku. Saat ini polisu terus melakukan penyelidikan intensif. (Ism) 

Beri Komentar