Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: AsiaWire)
Dream - Seorang remaja pria dari China tidak menyangka bahwa migrain dan epilepsi yang selama ini dideritanya disebabkan oleh cacing pita yang hidup di dalam otaknya.
Cacing pita sepanjang 10 cm itu tumbuh dan berkembang di dalam otaknya selama dua tahun.
Dalam sebuah rekaman video, terlihat dokter berusaha mengeluarkan parasit tersebut dari kepala Wen Xiaoli dalam sebuah operasi singkat selama dua menit.
Diyakini bahwa remaja 19 tahun ini terinfeksi oleh larva cacing yang memiliki nama Latin erinaceieuropaei spirometra itu pada dua tahun lalu.
Saat berusaha mengetahui asal muasal cacing masuk ke otaknya, pria itu baru tersadar. Cacing itu kemungkinan masuk....
© Dream
Waktu itu dia sedang menyembelih katak untuk dijadikan makanan dan tidak sengaja tangannya luka terkena pisau.
Beberapa waktu setelah itu Wen sering mengalami migrain yang intens dan bahkan menderita epilepsi ringan.
Karena tak tahan, Wen pergi memeriksakan diri ke kota Changsha, ibukota Provinsi Hunan.
Selain migrain dan epilepsi, Wen juga mengalami kelumpuhan dan kehilangan memori. Dia bahkan sulit untuk berbicara.
© Dream
Setelah dilakukan pemindaian detail pada kepalanya di Rumah Sakit Xiangya di Central South University, dokter tercengang ketika mereka menemukan remaja tersebut menderita sparganosis, sebutan untuk infeksi cacing pita.
Tidak hanya parasit tersebut telah sepenuhnya terbentuk, tapi juga hidup dan terlihat nyaman tinggal di antara sel-sel otak Wen.
Ahli bedah saraf Yang Zhiquan dan timnya menyarankan Wen untuk operasi. Yang kemudian membuka tengkorak remaja itu untuk mengeluarkan cacing pita yang bersarang di otaknya.
Meski hanya berlangsung dua menit, proses pengangkatan cacing pita itu tidak semudah yang diperkirakan.
" Makhluk itu hidup dan masih bergerak di dalam otak. Kami harus mengeluarkannya dengan hati-hati dan secara utuh. Kami tidak berani mengambil risiko bagian tubuh cacing itu tertinggal di dalam otak Wen," jelas Yang.
© Dream
Cacing pita itu memiliki ukuran panjang 11 cm dan telah tumbuh serta berkembang sejak dari larva hingga menjadi parasit pemakan otak.
" Infeksi dalam otak yang disebabkan oleh cacing pita sangat jarang terjadi. Tapi larva parasit ini bisa berpindah-pindah ke semua bagian tubuh. Dan begitu berada di otak, dia akan makan sel-sel otak untuk bertahan hidup," kata Yang.
Dan pada saat yang sama, lanjut Yang, parasit itu akan mengeluarkan kotoran beracun yang berbahaya bagi otak. Bahkan kotorannya itu bisa merusak jaringan saraf dan sel otak.
Menurut Yang, gejala serius dari sparganosis adalah epilepsi, kelumpuhan, kehilangan memori, dan bahkan kehilangan kemampuan berbicara.
(Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya