5 Pesantren Modern di Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 19 Oktober 2017 07:02
5 Pesantren Modern di Indonesia
Lima pesantren modern yang mampu menjadi rujukan perkembangan dunia pendidikan Islam.

Dream - Pondok pesantren telah menjadi bagian penting kehidupan pendidikan Indonesia. Tak hanya melahirkan ulama, pesantren juga menjadi kawah candradimuka bagi para aktivis dan ilmuwan.

Awalnya pesantren dikenal sebagai pendidikan salaf. Pola pendidikannya dikenal dengan sorogan atau bandongan. Metode ini menguji sejauh mana santri memahami bacaan kitab kuning.

Seiring kemajuan zaman, pesantren berbenah. Ada istilah pesantren modern. Pesantren ini memiliki sekolah formal berupa madrasah dasar, menengah, hingga atas. Keunggulan lainnya biasanya, pesantren modern menerapkan kemampuan bahasa asing, berupa bahasa Arab dan bahasa Inggris. 

Lulusan sekolah ini biasanya juga memiliki kesetaraan dengan siswa sekolah formal. Yang membedakan ialah pengetahuan agamanya.

Ada banyak pondok pesantren modern di Indonesia. Dream sengaja memilih secara acak lima pesantren modern di Indonesia, berikut diantaranya.

1. Ponpes Darussalam Gontor

Ponpes Gontor© Istimewa

Ponpes Modern Darussalam Gontor berawal dari Ponpes Tegalsari di abad ke-18. Ponpes Tegalsari didirikan Kyai Ageng Hasan Bashari. Setelah mengalami sejarah panjang, Ponpes Darussalam Gontor kembali dibangun tiga generasi yaitu KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fanani, KH Imam Zarkasyi.

Merekalah yang memperbaharui sistem pendidikan di Gontor dan mendirikan Pondok Modern Darussalam Gontor pada tanggal 20 September 1926 bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1345. Dalam perjalanannya, Gontor memiliki Institut Studi Islam Darussalam (ISID).

Saat ini ISID memiliki tiga fakultas, Fakultas Tarbiyah dengan jurusan Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Ushuluddin dengan jurusan Perbandingan Agama, dan Akidah dan Filsafat, dan Fakultas Syariah dengan jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum, dan jurusan Manajemen Lembaga Keuangan Islam.

Gontor dikenal karena lulusannya yang sukses di berbagai bidang. Kemampuan bahasa Arab dan Inggris, santri Gontor diakui.

Ingin tahu selengkapnya klik di sini.

2. Ponpes Darunnajah, Jakarta Selatan

Ponpes Darunnajah© Istimewa

Ponpes Darunnajah mulai berkembang pada 1942 oleh KH Abdul Manaf Mukhayyar. Akibat perluasan komplek Olahraga Senayan, Madrasah Al-Islamiyah di Petunduhan, Palmerah, pada 1959, Kyai Manaf dan dua rekannya KH Qomaruzzaman dan KH Mahrus Amin, mengusahakan pemindahan madrasah itu di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Sebagai jenis pesantren modern, santri Ponpes Darunnajah mempunyai pikiran terbuka dan moderat, tanpa menghilangkan unsur peran Islam. Saat ini, Ponpes Darunnajah telah memiliki 14 cabang .

Berikut profil lengkap Ponpes Darunnajah, klik di sini.

3. Ponpes Salafi Terpadu Ar Risalah, Kediri

Ponpes Ar Risalah© Istimewa

Ponpes Salafi Terpadu Ar Risalah, Kediri, Jawa Timur didirikan oleh KH Ma'roef Zainuddin dan Nyai Aina 'Ainaul Mardliyyah Anwar pada Februari 1995. Ponpes ini berada di kompleks Ponpes Lirboyo.

Meski memiliki pendidikan formal, pondok pesantren ini dilengkapi kemampuan agama yang baik. Untuk menjaga keseimbangan perkembangan santri dan kualitas pendidikan pesantren. Ponpes Salafiy Terpadu Ar-Risalah membatasi usia santri minimal 6 tahun untuk memasuki kelas 1 Sekolah Dasar.

Ingin tahu lebih dalam mengenai pesantren ini, silakan klik di sini.

4. Ponpes Darul 'Ulul, Jombang

Ponpes Darul 'Ulum© Istimewa

Pondok Pesantren Darul ‘Ulum didirikan oleh Kyai Haji Tamim Irsyad dibantu Kyai Haji Cholil sebagai mitra kerja dan sekaligus menantunya pada tahun 1885 M. Berdirinya pondok pesantren ini bermula dari kedatangan Kyai Haji Tamim Irsyad dari Bangkalan, Madura ke Desa Rejoso. Dia adalah murid Kyai Haji Cholil Bangkalan.

Sebagaimana pesantren-pesantren pada zaman pendiriannya, sistem pengajaran awal yang digunakan adalah metode sorogan dan metode weton atau bandongan atau halqah. Tetapi, kini pesantren ini mulai berbenah dengan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selangkapnya di sini.

5. Ponpes Annur 2, Malang

Ponpes An Nur 2 Malang© Istimewa

Ponpes Pondok pesantren ini awalnya adalah bernama “ An-nur Al Murtadlo” Bululawang yang kemudian berubah menjadi “ An-nur II Al Murtadlo”. An-nur II Al Murtadlo Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Tidur, didirikan pada 26 Agustus 1979 oleh Kyai Haji Moh. Badruddin Anwar (putra pertama KH.Anwar Nur). Pada awal berdirinya pondok pesantren ini hanya berupa rumah dari bambu (gedek;jawa) ukuran 4 X 6 meter sebagai tempat tinggal santri bersama kyai pengasuh, K.H.Moh. Badruddin Anwar.

Selangkapnya dapat dibaca di laman ini.

Beri Komentar