Wajah Teroris Masjid Selandia Baru Diburamkan, Kenapa?

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 18 Maret 2019 17:03
Wajah Teroris Masjid Selandia Baru Diburamkan, Kenapa?
Akan dipenjara bersama orang-orang yang berbeda ideologi dengannya.

Dream - Foto wajah teroris saat penembakan dua masjid di Christchruch, Selandia Baru, Breton Tarrant diburamkan. Permintaan itu diajukan hakim kepada pewarta yang menghadiri persidangan.

Dilaporkan New Zealand Herald, menurut seorang ahli, permintaan diburamkannya wajah teroris itu karena hakim percaya Breton akan menjadi orang yang paling ditargetkan di penjara.

Setelah serangan yang yang terjadi pada Jumat, 15 Maret, anggota geng telah menandai Breton sebagai salah satu sasaran aksi.

Salah satu anggota geng mengatakan, " Kami juga punya teman di dalam" . Anggota geng yang tak disebut namanya itu tidak merinci peringatan itu.

" Ancaman harus ditanggapi dengan sangat serius," kata kriminolog Universitas Canterbury, Greg Newbold.

" Saya akan menganggapnya sangat serius dan saya akan mengatakan dia akan berada dalam bahaya yang ekstrem. Akan ada orang-orang di penjara yang sangat marah tentang serangan itu, terutama kenyataan dia mendukung seorang supremasi kulit putih," ujar Greg.

Greg mengatakan mayoritas populasi penjara adalah non-kulit putih. Greg menyebut, seandainya Greg dinyatakan bersalah dan dihukum karena pembantaian itu, dia kemungkinan besar akan menjalani waktunya di fasilitas keamanan maksimum di Auckland.

1 dari 2 halaman

Pasca Aksi Teror, Komunitas Muslim New Zealand Minta Umat Tenang

Dream - The Federation of Islamic Association of New Zealand (FIANZ) meminta orang-orang Muslim Selandia Baru, tenang pasca penembakan di Christchurch. Komunitas ini menyebut aksi terorisme ini tak boleh ada di Selandia Baru.

" Kami meminta (umat Muslim) tenang dan berdoa untuk komunitas kita. Kami setuju dengan Perdana Menteri yang menyebut kekerasan seperti ini tak dapat tempat di Selandia Baru," kata Pimpinan FIANZ, Mustafa Farouk, dalam keterangannya, dikutip Dream, Sabtu 16 Maret 2019.

Dia juga meminta orang-orang tak memberikan reaksi dan pernyataan yang berlebihan terhadap aksi penembakan. FIANZ meminta orang-orang untuk fokus terhadap keamanan dan kesejahteraan anak-anak dan anak muda di sana.

Farouk mengatakan pihaknya juga bergerak cepat untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan komunitas Muslim di Christchurch pasca penembakan. Organisasi ini menggandeng otoritas dan polisi untuk memastikan keamanan dan dukungan bagi komunitas Muslim.

Tak hanya itu, Direktorat Kesehatan dan Kesejahteraan Muslim Selandia Baru untuk juga memberikan pendampingan psikologis bagi komunitas Muslim di Christchurch.

" Kami sangat peduli terhadap kesejahteraan anak-anak dan anak muda yang memerlukan dukungan," kata dia.

FIANZ membentuk tim yang terdiri dari 20 orang pria dan wanita untuk mengurus jenazah korban penembakan di Christchurch. Tim ini bertugas untuk mengurus proses pemakaman orang Muslim yang menjadi korban.

Dibuka juga Crisis Response Office di Christchurch selama 24 sejak Sabtu malam waktu setempat.

" Tim FIANZ di Christchurch akan membantu untuk berkoordinasi," kata Farouk.

2 dari 2 halaman

Butuh Rumah Singgah

Farouk meminta masjid di Christchurch juga berkontribusi untuk memastikan keamanan orang-orang Islam di sana. " Kami meminta semua masjid lokal untuik mengambil langkah yang bijak," kata dia.

Diperlukan bantuan dari orang-orang di kota lain untuk menjadi rumah singgah sementara anak-anak dan keluarga di Christchurch. Bantuan berupa pendampingan psikologis juga diperlukan.

" Kami juga menggalang dana untuk disalurkan kepada para korban," kata dia.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie