Alhamdulillah, Saudi Buka Pintu Umroh Untuk Jemaah Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 9 Oktober 2021 18:14
Alhamdulillah, Saudi Buka Pintu Umroh Untuk Jemaah Indonesia
Saudi sedang meminimalisir kemungkinan adanya hambatan yang dapat menghalangi jemaah Indonesia melaksanakan umroh.

Dream - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan kabar menggembirakan bagi umat Islam Indonesia. Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka kembali penyelenggaraan umroh bagi jemaah Tanah Air.

Retno mengungkapkan telah terjadi pembicaraan yang intens antara perwakilan Saudi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama. Selain itu, Saudi mempertimbangkan penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin baik.

" Pemerintah Arab Saudi melalui Nota Diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada 8 Oktober 2021 telah menyampaikan hal-hal sebagai berikut, Kedutaan sudah menerima informasi dari pihak yang berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal peraturan dimulainya kembali pelaksanaan umroh bagi jemaah umroh Indonesia," ujar Retno dalam konferensi pers disiarkan MoFA Indonesia.

Retno menyatakan Nota Diplomatik itu juga menyebutkan komite khusus Saudi sedang berupaya meminimalisir hambatan yang dapat menghalangi jemaah Indonesia menjalankan umroh. Juga disebutkan mengenai pembahasan akhir pertukaran link teknis antara Saudi dengan Indonesia.

" (Link tersebut) menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jemaah," kata Retno.

 

1 dari 5 halaman

Karantina 5 Hari Bagi Jemaah Tak Memenuhi Syarat Kesehatan

Selain itu, Saudi akan mempertimbangkan pelaksanaan karantina 5 hari kepada jemaah Indonesia. Ketentuan ini diberlakukan jika jemaah tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan Saudi.

Mengenai kabar baik ini, Retno menyatakan segera menindaklanjuti dengan koordinasi melibatkan Menteri Kesehatan dan Menteri Agama. Koordinasi akan membahas teknis pelaksanaan umroh secara lebih rinci baik di Indonesia maupun di Saudi.

" Saya sendiri telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pak Menteri Kesehatan maupun dengan Pak Menteri Agama," kata Retno.

2 dari 5 halaman

12 Ribu Jemaah Umroh Masuk Saudi, Seluruhnya Belum Divaksin Booster

Dream - Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengatakan, sudah ada sekitar 12 ribu jemaah umroh masuk Arab Saudi sejak kembali dibuka pada 1 Muharram 1443 H atau 10 Agustus 2021. Seluruhnya belum mendapatkan vaksin booster.

" Sampai saat ini, berdasarkan informasi yang saya peroleh, belum ada jemaah yang memakai vaksin booster," ujar Endang, dikutip dari Kemenag.

Menurut Endang, para jemaah tersebut berasal dari 10 negara, yaitu Irak, Nigeria, Sudah, Yordania, Senegal, Bangladesh, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Uni Emirat Arab. Dengan belum dapatnya booster menandakan jemaah menggunakan vaksin yang ditetapkan Saudi.

" Artinya, semua menggunakan vaksin yang juga digunakan di Arab Saudi," kata dia.

3 dari 5 halaman

Syarat Masuk Saudi

Saudi menetapkan empat vaksin untuk menangani Covid-19, yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. Empat vaksin ini juga menjadi syarat bagi warga asing, termasuk jemaah umroh, untuk masuk Saudi.

" Bangladesh infonya hanya memberangkatkan jemaah yang menggunakan vaksin seperti yang digunakan oleh Arab Saudi," kata dia.

Selanjutnya, Endang menjelaskan jemaah umroh sudah mendapatkan vaksinasi penuh dengan vaksin yang digunakan oleh Saudi atau sudah mendapatkan booster bisa bebas dari aturan karantina ketika tiba di Jeddah maupun Madinah. Para jemaah bisa langsung menjalankan ibadah umroh.

Sedangkan bagi jemaah yang baru mendapatkan satu dosis vaksinasi berlaku kewajiban isolasi mandiri selama empat hari setelah tiba di Saudi. Sedangkan ketika di Mekah dan Madinah, jemaah mendapatkan kesempatan sekali umroh dan sekali sholat di Raudah.

" Adapun untuk sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu bisa dilakukan setiap waktu," kata Endang.

4 dari 5 halaman

Sinyal Positif Penyelenggaraan Umroh untuk Jemaah Indonesia

Dream - Penyelenggaraan umroh untuk jemaah Indonesia mulai menunjukkan sinyal positif. Ini ditandai dengan sejumlah pertemuan antara menteri dan pejabat Indonesia dengan perwakilan otoritas Arab Saudi.

Salah satunya, pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menlu Saudi, Faishal bin Farhan. Dalam pertemuan yang berlangsung di New York, Amerika Serikat itu, Retno meminta Saudi mengevaluasi kebijakan vaksin untuk jemaah umroh.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia, Firman M Nur, menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut. Dia berharap Saudi dapat mencabut suspen terhadap jemaah umroh Indonesia.

" Alhamdulillah, Menlu Retno secara langsung meminta Kerajaan Saudi meninjau ulang status suspend masuknya jemaah umroh Indonesia, dikarenakan kondisi pandemi di Indonesia sudah sangat membaik," ujar Firman melalui keterangan tertulis.

Sinyal positif juga ditunjukkan Kemenag melalui pertemuan antara Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Khoirizi bersama beberapa pejabat Kemenag dengan Duta Besar Saudi, Essam bin Abed Al Thaqafi. Lewat pertemuan itu, Kemenag menyampaikan kesiapan Indonesia dalam mengirim jemaah umroh seiring membaiknya pandemi.

 

5 dari 5 halaman

Ditambah lagi, pertemuan antara Dubes Essam dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Pertemuan ini menguatkan sinyal positif penyelenggaraan umroh bagi Indonesia.

" AMPHURI sangat mengapresiasi tanggapan positif Pemerintah dari usulan kami agar Pemerintah lebih mendalam dan meningkatkan diplomasi untuk memperjuangkan keberangkatan jemaah umrah Indonesia ke Tanah Suci," kata Firman.

Saudi sendiri telah mencabut suspen atau penundaan kesempatan masuk bagi WNI untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Tetapi, keputusan tersebut baru berlaku untuk WNI yang memegang izin tinggal (Iqomah), sementara jemaah umroh belum dibolehkan.

" Semoga tidak lama lagi kebijakan tersebut berlaku bagi jemaah umroh," kata dia.

Lebih lanjut, Firman menyampaikan ucapan selamat kepada Kerajaan Arab Saudi atas peringatan Al Yaum Al Wathani (Hari Nasional) ke-91 yang jatuh pada 23 September 2021. Dia mendoakan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz beserta Putra Mahkota, Pangeran Mohamed bin Salman senantiasa dalam lindungan Allah.

" Semoga Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam memimpin rakyat Saudi menuju negara yang maju dan sejahtera," kata dia.

Beri Komentar