Seorang Anak Sedang Mengambil Air Minum Dari Fasilitas Air Bersih Di Monas, Jakarta Pusat (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyebut masyarakat miskin di Ibukota harus menjalani kehidupan hidup dengan biaya hidup jauh lebih tinggi dibandingkan kota lain di Indonesia .
Pengeluaran kaum miskin jauh lebih besar lantaran mereka tidak punya akses terhadap fasilitas yang dinikmati kelas menengah.
" Biaya hidup orang miskin lebih mahal di Jakarta," ujar Anies di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Senin 18 Februari 2019.
Anies mencontohkan dalam mengakses air bersih, masyarakat kelas menengah mengeluarkan uang sekitar Rp100 ribu-200 ribu tiap bulan. Uang itu harsu rutin dikeluarkan untuk membayar tagihan air bersih dari PDAM.
Biaya air bersih masyarakat kelas menengah itu ternyata lebih rendah dibandingkan rakyat miskin. Masyarakat kelas bawah ini harus merogoh kocek Rp20 ribu tiap hari untuk membeli air bersih dari pedagang keliling.
" Kalikan satu bulan, Rp600 ribu," ucap Anies.
Dengan akses ke sosial media yang lebih rendah dibandingkan masyarakat kelas menengah, beratnya kehidupan masyarakat miskin di Ibukota ini sering kali tidak sampai terdengar oleh khalayak ramai.
Sebelumnya, Anies menyinggung masyarakat Jakarta yang dapat mengakses air bersih dari PDAM baru sebesar 59,7 persen. Sisanya tergolong masyarakat miskin yang tidak memiliki akses ke PDAM.
Advertisement

Kopi Tak Selalu Bikin Susah Tidur, Tapi Diam-Diam Bisa Mengurangi Kualitas Tidur

Mengapa Kalimantan Dikenal sebagai Borneo? Ternyata Berkaitan dengan Brunei

Naik Tipis di Sesi Pembukaan, IHSG Sempat Longsor di Bawah Level 6.000 Paska Reshuflfe Kabinet

Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Minum Cuka Apel Setiap Hari?

7 Barang di Dapur yang Sering Dipakai tapi Diam-Diam Bisa Berdampak pada Kesehatan

Lutut Sering Berbunyi Krek-Krek? Ini 4 Penyebab yang Perlu Diketahui

10 Kesalahpahaman tentang Dinosaurus yang Selama Ini Dianggap Benar