Salju Kembali Turun di Gurun Sahara, Tanda Kiamat?

Reporter : Sugiono
Rabu, 10 Januari 2018 11:00
Fenomena ini bukan yang pertama. Kali ini, ketebalan salju mencapai 45 sentimeter.

Dream - Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi sejumlah peristiwa aneh di dunia. Mulai suara sangkakala dari langit hingga turun salju di Arab Saudi, yang semuanya dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat.

Baru-baru ini muncul lagi fenomena alam yang sangat langka di Gurun Sahara. Sebuah kota di gurun pasir di Afrika Utara ini diselimuti salju untuk ke dua kalinya dalam empat dekade terakhir. Fotografer Karim Bouchetata berhasil mengabadikan kejadian alam langka di kota bernama Ain Sefra itu.

Karim melihat kota tersebut diselimuti salju setebal 45 sentimeter saat terjadi badai musim dingin yang lalu. Padahal kota terpencil yang masuk wilayah negara Aljazair itu belum pernah melihat salju lagi setelah terakhir kali turun pada 37 tahun silam.

Menurut Karim, tempat yang rata-rata bersuhu 30 derajat Celcius dan berwarna kemerahan itu secara tidak terduga berubah menjadi putih karena tertutupi salju.

" Kami benar-benar terkejut saat bangun pagi dan melihat salju lagi. Salju itu bertahan sepanjang hari pada hari Minggu dan mulai mencair sekitar jam 5 sore," kata Karim.

Turunnya salju itu disambut gembira, terutama oleh anak-anak. Mereka membuat patung salju dan bermain seluncur salju menggunakan papan yang sebenarnya untuk pasir.

Salju terakhir terlihat di kota berjuluk Gerbang ke Padang Pasir itu pada 18 Februari 1979 silam. Namun, saat itu salju yang turun hanya bisa bertahan selama setengah jam.

Benarkah fenomena ini menjadi pertanda Bumi telah menua? Karena sebelumnya fenomena serupa juga terjadi di Arab Saudi.

2 dari 3 halaman
Beri Komentar
Marcello Tahitoe Jawab Tantangan Aurelie Moeremans