Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Sumber: Http://www.news.com.au/)
Dream - Gunung Vesuvius di Yunani mulai 'batuk-batuk' pada tahun 79 Sebelum Masehi. Gunung berapi ini sedang gelisah. Tetapi sebagian besar warga kota Pompeii di bawahnya belum sadar dan masih tenang-tenang saja. Mereka enggan meninggalkan rumah.
Namun, ketika gunung tersebut akhirnya meletus pada bulan November 79 Masehi, kota beserta sebagian besar penduduknya tewas terpanggang oleh semburan gas dan abu yang sangat panas.
Perkiraan jumlah korban bervariasi, tetapi di perkirakan antara 10.000 dan 25.000 nyawa tewas sia-sia dalam peristiwa tersebut.
Seiring berlalunya waktu, warga Pompeii yang tewas membatu dengan tubuh terbungkus abu vulkanik yang mengeras. Posisi tubuh mereka yang tewas menggambarkan kengerian saat abu dan gas panas menutupi kota Pompeii.
Banyak yang ditemukan berkerumun di gudang dan dermaga pelabuhan. Mereka seperti putus asa mencari sisa-sisa kapal yang akan menyelamatkan mereka.
Sementara yang lainnya, yang tak sempat ke dermaga, ditemukan meringkuk di tempat-tempat umum dan rumah-rumah mereka.
Salah satu korban tragedi 2000 tahun yang lalu itu adalah seorang bocah berusia empat tahun. Tubuhnya baru ditemukan oleh arkeolog.
Saat ditemukan, posisi tubuh bocah itu seperti sedang memeluk seseorang yang kemungkinan adalah ibunya. Di sebelahnya, tubuh saudara dan ayahnya yang mengeras karena tertutup abu vulkanik juga ditemukan dalam posisi tergeletak di atas tanah.
Jasad mereka ditemukan dalam rumah yang disebut House of the Golden Bracelet. Arkeolog memperkirakan rumah tersebut adalah salah satu rumah mewah di Pompeii. Sebagian arkeolog menduga keluarga anak itu adalah pemiliknya.
Di zamannya, rumah tersebut diduga sangat indah. Selain lukisan dinding, rumah ini dihias dengan patung-patung terbuat dari perunggu dan batu. Tidak hanya itu, House of the Golden Bracelet juga memiliki sebuah taman besar. Taman tersebut memiliki pemandangan laut yang spektakuler di dekatnya.
Kematian yang dialami keluarga bocah itu tampaknya terjadi seketika. Suhu awan dan batu-batu vulkanik yang melanda Pompeii diperkirakan mencapai 300 derajat Celcius. Suhu setinggi itu mampu mengeraskan bahan organik menjadi semacam karbon dalam sesaat.
Tugas menjaga dan memulihkan tubuh-tubuh korban letusan Gunung Vesuvius menjadi pengalaman emosional bagi staf museum.
" Meskipun terjadi 2000 tahun yang lalu, korbannya adalah satu keluarga. Ini arkeologi kemanusiaan, bukan hanya sekadar arkeologi," kata Stefania Giudice, pengurus Museum Arkeologi Nasional Naples.
" Pekerjaan menangani jasad membatu ini sangat mengharukan, apalagi saat kami menempelkan plester," kata Giudice.
Sisa-sisa jasad keluarga tersebut dan 82 jasad lainnya menjadi pusat pameran baru di Museum Amphitheatre Pompeii yang selalu buka pada akhir pekan.
(Sumber: news.com.au)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya