Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Empat Pesawat Tak Bisa Mendarat Di Pekanbaru Karena Asap Tebal. (Foto: Ilustrasi)
Dream – Kabut asap membuat empat pesawat tak bisa mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Minggu 22 September 2019. Pesawat-pesawat ini terpaksa mengalihkan pendaratan ke bandara di kota lain. Malah, ada yang kembali ke bandara keberangkatan.
Officer in Charge Bandara SSK II Pekanbaru, Benni Netra, mengatakan, dua pesawat, yakni Batik Air 6856 dan Lion Air JT 296, mengalihkan penerbangan ke Bandara Hang Nadim, Batam. Sementara dua pesawat lainnya kembali ke bandara awal.
" Empat pesawat yang melakukan holding (berputar-putar di udara) divert (mengalihkan penerbangan)," kata Benni, dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Benni, jarak aman untuk mendaratkan pesawat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru adalah 800 meter. Akan tetapi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan jarak pandang hanya 500 meter akibat asap.
Terbatasnya jarak pandang itu merupakan dampak Karhutla yang kini melanda sebagian wilayah Riau. BMKG menyatakan jarak pandang terbatas juga berlangsung di Pelalawan yang hanya berkisar 300 meter, Rengat Kabupaten Indragiri Hulu 500 meter serta Kota Dumai 1 kilometer.
Terganggunya jadwal penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru terus terjadi dalam kurun dua pekan terakhir. Batik Air 6856 yang merupakan jadwal kedatangan pertama ke Bandara SSK II Pekanbaru terpaksa harus menghadapi situasi Hold setiap pagi. Bahkan, pada pekan ini, Batik 6856 harus berputar lebih satu jam lamanya karena asap pekat.
Hal itu diakui salah seorang penumpang bernama Mia yang mengaku cukup khawatir dengan kondisi tersebut.
" Pilot di udara mengumumkan kalau jarak pandang kurang dari 500 sehingga tidak bisa landing," kata wanita yang berprofesi sebagai jurnalis dan ditugaskan untuk menulis bencana asap di Pekanbaru itu.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, mengatakan, sejumlah pesawat disiapkan di Pekanbaru, Riau, untuk menciptakan hujan buatan guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
" Ada dua CASSA dari pesawat TNI AU, CN-235, satu Hercules itu di-pool di sini yang disiagakan, dimuati garam. Setiap saat ada laporan awan, terbang, bikin hujan buatan, berarti ada," kata Wiranto, dikutip dari laman Setkab, Selasa 17 September 2019.
Namun, bila tidak ada awan yang berpotensi untuk membuat hujan buatan, maka pemadaman kebakaran hutan dan lahan dilakukan dengan water bombing oleh pasukan darat.

Wiranto mengatakan, kebakaran hutan di Provinsi Riau sudah dilakukan 71 ribu sorti penerbangan. Artinya, tambah Wiranto, air yang ditumpahkan sudah mencapai dua ratus juta liter.
" Yang sekarang sudah dilakukan pasukan-pasukan dari TNI, dari kepolisian, ditambah untuk kemudian menambah pasukan darat, menambah Manggala Agni," ujar dia.
Menurut Wiranto, kebakaran hutan dan lahan bisa padam dengan datangnya hujan alami dan buatan. Hujan buatan, perlu garam dan awan.
" Maka awan persyaratannya harus awan yang kira-kira tujuh puluh persen kandungan airnya, baru ada pesawat naik kasih garam itu turun (hujan). Nah kebetulan di wilayah Kalbar, Kalteng, itu awannya masih belum ada. Di Riau mulai ada," kata dia.
Dream - Jokowi melaksanakan sholat minta hujan (istisqo) di Masjid Amrulloh, Kompleks TNI Angkatan udara, Lanud RSN, Pekanbaru, Riau, Selasa 17 September 2019. Pelaksanaan sholat tersebut menjadi salah satu upaya untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sisi religi.
Menurut Pelaksana Tugas. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, Jokowi dan rombongan tiba di masjid pukul 07.30 WIB.
Agus menyebut, khatib sholat tersebut, Muhammad Fahri, mengajak kepada seluruh jemaah yang hadir agar bersama-sama intropeksi diri seperti yang sudah dijalankan sebagaimana fungsi khalifah dalam pemeliharaan tumbuhan dan hewan.

Peserta sholat menggunakan masker
Dalam khotbah singkat tersebut, Fahri menjelaskan kisah Umar Bin Khatab saat meminta hujan. Catatan sejarah itu dapat dijadikan inspirasi dan contoh yang baik agar hujan dapat segera turun.
Usai melaksanakan sholat, kata Agus, Jokowi bersama rombongan segera menuju pangkalan udara TNI AU untuk meninjau karhutla di Kabupaten Pelalawan menggunakan helikopter kepresidenan.
Dream - Kebakaran hutan dan asap tebal di Kalimantan kemungkinan dipicu kebakaran hutan di Australia.
Direktur Jenderal Pengendalian perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, kondisi El Nino saat ini normal. Tapi, karena kebakaran di Australia, anginnya sekarang dari tenggara ke barat laut.
" Nah, sehingga udara kering dari Malaysia itu menambah potensi terjadinya kebakaran," ujar Ruandha, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 16 September 2019.
Ruandha menjelaskan, udara di Indonesia saat ini sedang kering. Walhasil, kondisi hutan rentan dengan api.
Yang menjadi kendala, kata Ruandha, biomassa rentan terbakar yaitu hutan-hutan gambut.
Kondisi inilah yang menyebabkan asap di Kalimantan semakin tebal. Sebab partikel-partikel gambut mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Meski begitu, kebakaran hutan yang terjadi saat ini dinilainya tak lebih parah dibanding tahun lalu.
" Kalau menurut catatan kami masih hampir sama ya, tapi mudah-mudahan tidak melebihi tahun lalu," tutur Ruandha.
" Sekarang yang cukup besar kebakarannya itu di Riau, di Kalbar sudah mulai menurun, yang masih tinggi ini di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu kita perlu waspada di sana," lanjut dia.

Sementara itu, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima kepolisian, kebakaran di Provinsi Riau, memiliki kejanggalan.
Salah satu kejanggalan yang terlihat yaitu, area yang kebakar hanya hutan saja. Sedangkan area kebun sawit dan tanaman lainnya tidak terbakar.
Berdasarkan data hasil analisis dari situs Global Forest Watch, sejak 1 Agustus hingga 14 September 2019, titik api terjadi di luar konsesi hutan industri. " 85 persen areal kebakaran diluar konsesi sawit," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya