Mobil Oksigen Penyambung Napas Warga Kalimantan Tengah

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 21 September 2019 06:00
Mobil Oksigen Penyambung Napas Warga Kalimantan Tengah
Selain Mobil Oksigen ada pula Rumah Oksigen

Dream - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengoperasikan Mobil Oksigen untuk warga terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, menerangkan, Mobil Oksigen diperasikan sejak 18 September 2019.

" Mobil Oksigen (dalam bentuk bus) ini berkeliling menuju pemukiman warga. Dua daerah padat penduduk yang dikunjungi terdampak kabut asap, yaitu Pelabuhan Rambang dan Pasar Besar Palangkasari," jelas Suyuti, Jumat, 20 September 2019.

Tabung oksigen di mobil itu dibawa dua bus yang berjalan secara beriringan.

" Siapapun bebas mendapatkan udara bersih. Satu bus dapat menampung sekitar tiga sampai empat tabung oksigen yang dioperasikan tiga tenaga kesehatan, antara lain dua perawat dan satu penyuluh kesehatan," kata dia.

Mobil Oksigen beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

1 dari 5 halaman

Masih

 Mobil Oksigen

Selain Mobil Oksigen, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, juga menyediakan Rumah Oksigen untuk memberikan layanan udara yang bersih kepada masyarakat selama bencana karhutla berlangsung.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 122 rumah oksigen di beberapa titik di puskesmas di kabupaten dan rumah sakit di kabupaten atau kota Kalimantan Tengah.

" Kami telah menyiapkan cukup banyak Rumah Oksigen untuk masyarakat. Tapi, itu masih belum bisa menjangkau masyarakat secara luas," kata dia.

Ide Mobil Oksigen muncul tatkala ada petugas yang mengalami sesak napas dan ingin mendapatkan oksigen di dalam ambulans. Melihat hal itu, tim kesehatan merasa, kenapa oksigen ini tidak dibawa berkeliling menggunakan mobil yang cukup besar, dalam bentuk bus.

Upaya tersebut agar jumlah warga yang dilayani semakin banyak.

" Ke depan, jumlah Mobil Oksigen dan tampungan oksigen akan ditambah. Hal ini dirasa lebih efektif untuk dilaksanakan dan langsung dinikmati masyarakat yang tidak memiliki akses ke Rumah Oksigen," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Fitri Haryati Harsono

2 dari 5 halaman

Kepala Daerah se-Jambi Bersatu Atasi Kebakaran Hutan

Dream - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera dan Kalimantan saat ini masih terjadi. Upaya pemadaman juga terus dilakukan pemerintah pusat, daerah dan juga para relawan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, kepala daerah se-Provinsi Jambi saat ini telah menyatukan suara untuk melakukan upaya pemadaman karhutla.

" Kesepakatan terhadap komitmen penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwujudkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Gubernur Jambi, Fachrori Umar bersama 9 bupati, 2 wali kota, yang disaksikan oleh 5 anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 20 September 2019.

Dalam surat pernyataan itu ada lima poin utama kesepakatan. Pertama, mereka sepakat untuk melakukan langkah-langkah strategis, sinergis dan antisipatif dalam penanggulangan bencana baik sebelum, saat dan pascakarhutla di wilayah masing-masing.

3 dari 5 halaman

Kesepakatan Lain

Kedua, seluruh komponen masyarakat akan dilibatkan dalam upaya penanggulangan bencana karhutala.

Kesepakatan ketiga yakni, para pimpinan daerah akan konsisten melaksanakan sosialisasi, monitoring dan evaluasi serta pelaporan terkait pelaksanaan penanggulangan bencana kahutla.

Kemudian, pemerintah daerah juga akan menyiapkan personel, pendanaan, dan sarana prasarana dalam penanggulangan bencana karhutla.

" Melaksanakan penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan baik individu maupun korporasi sesuai kewenangan," kata Agus. (ism)

4 dari 5 halaman

Masih Terdampak Kabut Asap, Aktivitas Sekolah Libur

Dream - Kabut asap akibat kebakaran hutan masih menyelimuti Provinsi Jambi. Akibat kondisi ini, aktivitas sekolah tingkat PAUD hingga SMA kembali diliburkan.

Pemerintah Provinsi Jambi satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Jambi diliburkan pada Jumat dan Sabtu, 20 hingga 21 September 2019.

Dilaporkan Liputan6.com, pemerintah provinsi juga mengimbau agar masyarakat tak membakar sampah atau kegiatan serupa yang memperburuk kondisi udara.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jambi meliburkan sekolah di tingkat pendidikan dini, TK, SD, dan SMP, sederajat, baik negeri maupun swasta. Imbauan libur dimulai hari ini, 20 September 2019, hingga esok hari.

Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambri, kualitas udara mengalami fluktuasi.

Data AQMS menunjukkan, kualitas udara parameter PM2.5 pada 16 hingga 19 September pada pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB terdapat konsentrasi bahaya senilai 382.

Meski siswa diliburkan, kepala sekolah, guru, staf tata usaha dan lainnya tetap masuk kerja seperti biasa. Guru diminta memberikan tugas kepada siswanya agar siswa tetap belajar di rumah masing-masing.

Selain itu, pihak sekolah diminta aktif melakukan pemantauan kondisi udara melalui data realtime AQMS yang dirilis DLHD Kota Jambi, Dinas Pendidikan Kota Jambi, dan Humas Pemerintah Kota Jambi.

5 dari 5 halaman

Akibat Kabut Asap Indonesia

Saat ini, penyelenggara balapan F1 Singapura terus mencermati tingkat racun kabut asap yang menyelimuti kota itu dalam sepekan terakhir.

Seperti diketahui, kebakaran hutan dan pembakaran lahan di Indonesia menyebar ke sejumlah negara jiran, termasuk Singapura.

Badan Lingkungan Nasional Singapura telah mengumumkan kondisi asap di negara itu. Lembaga itu menyatakan, kabut asap menyebar karena pertemuan angin di wilayah Sumatera.

" Kondisi agak kabur diperkirakan akan berlanjut dan angin yang berlaku diperkirakan akan bertiup dari tenggara atau selatan," ujar pernyataan itu.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie