Kepala Daerah se-Jambi Bersatu Atasi Kebakaran Hutan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 20 September 2019 18:01
Kepala Daerah se-Jambi Bersatu Atasi Kebakaran Hutan
Pemimpin daerah mengambil langkah strategis untuk pemadaman kebakaran hutan.

Dream - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera dan Kalimantan saat ini masih terjadi. Upaya pemadaman juga terus dilakukan pemerintah pusat, daerah dan juga para relawan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, kepala daerah se-Provinsi Jambi saat ini telah menyatukan suara untuk melakukan upaya pemadaman karhutla.

" Kesepakatan terhadap komitmen penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwujudkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Gubernur Jambi, Fachrori Umar bersama 9 bupati, 2 wali kota, yang disaksikan oleh 5 anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 20 September 2019.

Dalam surat pernyataan itu ada lima poin utama kesepakatan. Pertama, mereka sepakat untuk melakukan langkah-langkah strategis, sinergis dan antisipatif dalam penanggulangan bencana baik sebelum, saat dan pascakarhutla di wilayah masing-masing.

 

1 dari 5 halaman

Kesepakatan Lain

Kedua, seluruh komponen masyarakat akan dilibatkan dalam upaya penanggulangan bencana karhutala.

Kesepakatan ketiga yakni, para pimpinan daerah akan konsisten melaksanakan sosialisasi, monitoring dan evaluasi serta pelaporan terkait pelaksanaan penanggulangan bencana kahutla.

Kemudian, pemerintah daerah juga akan menyiapkan personel, pendanaan, dan sarana prasarana dalam penanggulangan bencana karhutla.

" Melaksanakan penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan baik individu maupun korporasi sesuai kewenangan," kata Agus. (ism)

2 dari 5 halaman

Masih Terdampak Kabut Asap, Aktivitas Sekolah Libur

Dream - Kabut asap akibat kebakaran hutan masih menyelimuti Provinsi Jambi. Akibat kondisi ini, aktivitas sekolah tingkat PAUD hingga SMA kembali diliburkan.

Pemerintah Provinsi Jambi satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Jambi diliburkan pada Jumat dan Sabtu, 20 hingga 21 September 2019.

Dilaporkan Liputan6.com, pemerintah provinsi juga mengimbau agar masyarakat tak membakar sampah atau kegiatan serupa yang memperburuk kondisi udara.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jambi meliburkan sekolah di tingkat pendidikan dini, TK, SD, dan SMP, sederajat, baik negeri maupun swasta. Imbauan libur dimulai hari ini, 20 September 2019, hingga esok hari.

Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambri, kualitas udara mengalami fluktuasi.

Data AQMS menunjukkan, kualitas udara parameter PM2.5 pada 16 hingga 19 September pada pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB terdapat konsentrasi bahaya senilai 382.

Meski siswa diliburkan, kepala sekolah, guru, staf tata usaha dan lainnya tetap masuk kerja seperti biasa. Guru diminta memberikan tugas kepada siswanya agar siswa tetap belajar di rumah masing-masing.

Selain itu, pihak sekolah diminta aktif melakukan pemantauan kondisi udara melalui data realtime AQMS yang dirilis DLHD Kota Jambi, Dinas Pendidikan Kota Jambi, dan Humas Pemerintah Kota Jambi.

3 dari 5 halaman

Akibat Kabut Asap Indonesia

Saat ini, penyelenggara balapan F1 Singapura terus mencermati tingkat racun kabut asap yang menyelimuti kota itu dalam sepekan terakhir.

Seperti diketahui, kebakaran hutan dan pembakaran lahan di Indonesia menyebar ke sejumlah negara jiran, termasuk Singapura.

Badan Lingkungan Nasional Singapura telah mengumumkan kondisi asap di negara itu. Lembaga itu menyatakan, kabut asap menyebar karena pertemuan angin di wilayah Sumatera.

" Kondisi agak kabur diperkirakan akan berlanjut dan angin yang berlaku diperkirakan akan bertiup dari tenggara atau selatan," ujar pernyataan itu.

4 dari 5 halaman

Ide Konyol Netizen Malaysia Kirim Balik Kabut Asap ke Indonesia

Dream - Kabut asap yang diduga berasal dari Indonesia membuat resah warga Malaysia. Pemerintah negara tetangga tersebut bahkan sudah meliburkan ratusan sekolah dan menunda ujian di Serawak.

Dengan bantuan media sosial, warganet Malaysia membuat inisiatif dan melakukan aksi protes. Mereka bahkan mencari berbagai cara untuk bisa mengembalikan kabut asap ke Indonesia.

Seorang warganet di Twitter mengajak warga Malaysia untuk bergerak mengembalikan jerebu tersebut pada 16 September 2019.

" Aku memanggil seluruh warga Malaysia untuk keluar pada tanggal 16, bawa kipas duduk atau berdiri dan arahkan ke Indonesia. Secara bersama-sama, kita dapat menghembuskan kembali jerubu ke Indonesia! Ayo warga Malaysia!" kata warganet diakses dari World of Buzz, Jumat, 13 September 2019.

Dia juga mengunggah dua foto rencana mengembalikan jerubu ke Indonesia. Gambar itu menunjukkan rekaman layar yang mengarahkan kipas angin ke Sumatera.

Selain rencana unik itu, dia juga mengunggah harga dan jenis kipas terbaik yang harus digunakan.

Sekitar tiga jam kemudian, dia juga mengunggah foto desain kipas angin dari Menara Kuala Lumpur yang diubah menjadi kipas angin raksasa.

5 dari 5 halaman

Kabut Asap Parah, 409 Sekolah di Malaysia Libur & Ujian Ditunda

Dream - Sekitar 409 sekolah di Sarawak telah diperintahkan untuk diliburkan pada Selasa, 10 September 2019 karena serangan kabut asap.

Dilaporkan The Star, Dinas Pendidikan Malaysia meliburkan sebanyak 62 sekolah menengah dan 347 sekolah dasar di Betong, Bau, Kuching, Lubok Antu, Padawan, Samrahan, Serian, Sri Aman dan Lundu.

Akibat kondisi ini, sebanyak 157.479 siswa harus belajar mandiri. Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR), semacam Ujian Akhir Sekolah (UAS), akan dijadwalkan ulang.

Sebelumnya, Senin, 9 September 2019, Dinas Pendidikan Malaysia telah mengeluarkan imbauan penutupan ke sekolah-sekolah di daerah dengan tingkat indeks pencemar udara (API) di atas 200.

Dinas Pendidikan juga mengatakan ujian publik akan ditunda jika API melebihi 300.

Pada Selasa siang, API di seluruh Sarawak berkisar dari sedang hingga tidak sehat. Di Sri Aman mencatat pembaca API berada di angka 190.

API yang dikeluarkan oleh Departemen Lingkungan terdiri dari kategori, Baik (0-50), sedang (51-100), tidak sehat (101-200), sangat tidak sehat (201-300) dan berbahaya (301 ke atas).

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone