Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Di beberapa masjid banyak ditemukan mushaf Alquran yang sudah rusak. Penyebabnya bisa pelbagai macam. Bisa karena sering dibaca atau karena usia kertasnya yang sudah lapuk.
Terkadang, ada juga beberapa halaman Alquran yang sudah tercecer. Mengurutkannya saja begitu sulit. Apalagi jika halamannya sudah tidak utuh.
Apa yang bisa dilakukan jika menemukan mushaf Alquran sudah rusak?
Dikutip dari konsultasisyariah.com, menjaga Alquran berada di tempat yang terhormat adalah bagian dari memuliakan syiar. Sebagian ulama mengatakan inilah alasan mengapa Rasulullah Muhammad SAW melarang kaum muslimin membawa Alquran ke negeri non-muslim, agar mereka tidak menghinanya.
Terkait dengan mushaf Alquran rusak, terdapat beberapa pandangan dari para ulama. Pandangan pertama, mereka menyatakan Alquran rusak dikubur di tempat yang terhormat dan tidak diinjak orang, seperti sudut rumah atau di halaman yang aman tidak diinjak.
Alaudin Al Haskafi berpendapat dalam Ad Dur Al Mukhtar, " Mushaf yang tidak lagi dimanfaatkan untuk dibaca, dikubur sebagaimana seorang muslim dan orang nasrani tidak boleh menyentuhnya."
Ibnu Abidin dalam Hasyiyah Ibnu Abidin berpendapat, " Maksudnya, Quran yang tidak terpakai itu dibungkus dengan kain suci, kemudian dikubur di tempat yang tidak dihinakan dan tidak diinjak."
Pendapat kedua, sebagian ulama menyatakan mushaf yang tidak lagi dimanfaatkan dibakar sampai menjadi abu, sampai benar-benar hilang semua tulisannya. Pendapat ini dipegang oleh ulama mazhab Malikiyah dan Syafi'iyah.
Dua mazhab ini berpegang pada praktik Usman bin Affan ketika membakar mushaf selain mushaf Al Imam, yaitu mushaf yang ditulis zaman Utsman.
" Utsman meminta Hafshah untuk menyerahkan mushaf dari Umar, untuk disalin, kemudian dikembalikan lagi ke Hafshah. Kemudian Hafshah mengirim mushaf itu ke Utsman. Lalu Utsman memerintahkan Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin Al Ash, dan Abdurrahman bin Harits bin Hisyam. Merekapun menyalin manuskrip itu… lalu beliau kirimkan ke berbagai penjuru daerah satu mushaf salinannya. Kemudian Utsman memerintahkan mushaf Al Quran selainnya untuk dibakar. (HR. Bukhari).
Sumber: konsultasisyariah.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya