Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hingga Hari Kedua, Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Masih Terjadi Di Beberapa Kabupaten Di Sulawesi Selatan. (Liputan6.com/ Eka Hakim)
Dream - Hujan deras yang terjadi sejak Senin malam hingga Selasa Sore menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa dan Makassar, Sulawesi Selatan, terendam banjir. Hujan lebat membuat debit air meningkat sehingga i Bendungan Bili-Bili harus dibuka.
" Mengakibatkan air mengalir deras ke hilir dan akan mempengaruhi ketinggian air di perumahan warga seperti di wilayah Kecamatan Somba Opu, Kecamatan Pallangga, hingga Kecamatan Barombong," kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 23 Januari 2019.
Pemerintah setempat meminta masyarakat mengutamakan keselamatan dan segera mengungsi. Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menyebut kondisi Makassar sedang siaga paling tinggi.
Dipantau dari media sosial, jembatan kembar akses penghubung Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, sempat ditutup akibat banjir.
Menurut Liputan6.com, hujan lebat dan angin kencang masih terjadi di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Beberapa warga mengatakan, Basarnas dan Pemda Kota Makassar telah melakukan proses evakuasi.
Hartati, warga Blok 10, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, mengatakan, sejak semalam perumahan itu telah terendam dan tidak memungkinkan bertahan.
Hartati bersama keluarganya sementara memilih menginap di masjid yang berada di pinggir jalan dengan lokasi lebih tinggi.
" Sebenarnya was-was juga ada saat kami tinggalkan rumah. Takutnya kami kemalingan, tapi pikir-pikir juga nyawa yah kami terpaksa mengungsi ke tempat yang aman untuk sementara," ujar Hartati.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya