Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Burung Dara. (Foto: Pixabay)
Dream – Sepasang suami istri melabrak petugas parkir karena tiket parkir. Mereka kesal karena petugas tidak menganggap tiket izin parkir mereka belum kedaluwarsa.
Mereka terlibat perdebatan sengit karena tanggal berlaku tiket izin parkir itu tertutup oleh kotoran burung.
Dikutip dari Metro, Rabu 23 Januari 2019, cerita ini bermula dari Scott Coltart dan istrinya, Lisa, menerima denda 158 poundsterling (Rp2,9 juta). Lisa menerima surat tilang itu dari petugas parkir lalu menyerahkan kepada sang suami.
Dengan kesal Scott lantas mendatangi petugas untuk menyampaikan kekecewaanya dengan tilang parkir tersebut. Scott meminta petugas parkir memperhatikan tiket secara seksama tanggal di tiket yang tertutup kotoran burung tersebut.
Namun, usahanya dengan menyapi kotoran yang menempel itu sia-sia.
“ Saya segera menyapu kotorannya, tapi pria itu mengatakan sudah terlambat dan memberikan kami tiket denda,” kata dia di Southend, Inggris.
Bahkan, lanjut Scott, petugas parkir itu sangat kasar. Dia menggebrak kaca depan mobil dan meminta untuk mengajukan banding jika tidak terima dengan keputusannya. Scott juga diminta untuk menunjukkan tiket yang valid.
Pria beranak dua ini tak keberatan untuk maju banding.
“ Sekali lagi, kami pikir ini menggelikan dan bersumpah untuk memperjuangkannya sampai ke pengadilan. Kami mengajukan banding untuk kedua kalinya meskipun kami tahu, kalau kalah, denda akan meningkat,” kata dia.
Pasangan asal Southend ini optimistis bisa menang dalam proses persidangan. Lisa mengatakan petugas pengadilan akan datang ke rumah kalau mereka tidak membayar denda secara penuh.
Sekadar informasi, jatuh tempo pembayaran denda yaitu 22 Januari 2019. Untuk mengantisipasi ini, dia menghubungi pengacara untuk menyelesaikan kasus itu.
“ Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah membayarnya. Tapi, kami merasa tidak perlu,” kata dia.
Lisa mengatakan kotoran burung dara bukan sesuatu yang bisa dikendalikan. “ Denda itu mengatakan kami memiliki izin yang tak valid. Tapi, itu tidak benar dan jalan kami diperiksa beberapa kali sehari,” kata dia.
Seorang juru bicara dari Southend Council mengaku sedang menyelidiki klaim ini dengan kontraktor parkir. Pihaknya akan menghubungi Scott dan Lisa secara langsung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya