Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Terpidana Kasus Terorisme, Abu Bakar Baasyir (kiri) Dengan Pengawalan Aparat Kepolisian Saat Tiba Untuk Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Di RSCM, Jakarta, Kamis (1/3). (Merdeka.com/Imam Buhori)
Dream - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak terburu-buru mengabil keputusan terkait pembebasan Abu Bakar Baasyir.
" Presiden kan tidak boleh grusa-grusu. Tidak serta merta ya membuat keputusan. Tapi perlu pertimbangan dari aspek-aspek lainnya," ucap Wiranto dikutip dari Liputan6.com, Selasa, 22 Januari 2019.
Menurut Wiranto, Jokowi telah memerintahkan para pejabatnya untuk membuat kajian mendalam guna merespons permintaan tersebut.
" Jangan sampai ada satu spekulasi-spekulasi lain berhubungan dengan Abu Bakar Baasyir yang masih di dalam tahanan itu. Sekarang banyak sekali perkembangan informasi yang saat ini muncul dari beberapa pihak, dan ini penjelasan resmi dari saya, mewakili pemerintah," kata dia.
Wiranto meminta masyarakat menunggu informasi resmi mengenai status hukum Baasyir.
" Tunggu aja ada waktunya. Kamu dengarkan enggak penjelasan saya, kamu jangan berdebat dengan saya. Ini penjelasan resmi setelah saya melakukan kajian, setelah saya rapat koordinasi dengan seluruh pejabat terkait," ujar dia.
Gelombang kritik mengarah ke Jokowi pasca pembebasan Baasyir. Pertama kali, kabar itu muncul dari kuasa hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra.
Bebasnya Baasyir disebut karena pertimbangan kemanusiaan. Tapi, publik masih mempertanyakan keenggan Baasyir menerima kedaulatan NKRI.
Pengacara Baasyir, Achmad Michdan, membenarkan ideologi yang dianut kliennya. Dia menyebut, Baasyir ingin Indonesia menerapkan aturan Islam.
" Saya pikir ustaz ini lebih pada kecintaannya lebih ke Islam. Dia memang agak prinsip soal keislaman itu. Beliau memang menginginkan bagaimana negara ini diatur secara islam, itu benar," ujar Michdan.
Michdan menyebut, dakwah Baasyir selama ini menyuarakan hukum yang lebih baik yaitu aturan Islam. Demi kemaslahatan Indonesia, Baasyir ingin aturan itu diterapkan.
" Jadi kalau mau bagaimana mengatur negara ini dengan baik, berguna bangsa dan negara maka aturlah secara Islam," kata dia.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan