Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber Foto: Daily Mail)
Dream - Pejuang pemberontak Suriah dilaporkan menemukan sebuah penjara yang digunakan oleh kelompok teroris Islamic State (ISIS).
Namun tidak seperti yang lainnya, penjara tersebut khusus untuk menyekap tahanan perempuan yang akan dijadikan budak nafsu militan ISIS.
Ketika ditemukan ruangan sempit dan gelap itu dipenuhi dengan bantal-bantal lusuh penuh noda berceceran di lantai. Dinding penjara tersebut penuh dengan tulisan doa dalam bahasa Arab.
© Dream
Ditemukan oleh pejuang pemberontak Suriah yang dikirim untuk mengamankan sebelah utara kota Manbij yang sebelumnya berhasil direbut kembali dari ISIS pada bulan lalu.
Para pejuang dari Manbij Military Council, sayap militer Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang sebagian beranggotakan suku Kurdi dan didukung Amerika Serikat, mengatakan kepada kantor berita Arab24 tentang rumah dengan 10 kamar yang dijadikan penjara itu.
Dalam rekaman yang dibuat Manbij itu memperlihatkan sebuah pintu besi yang menuju ruang bagian tengah berdinding beton.
© Dream
Sebuah wadah plastik yang diduga tempat makanan anjing, tergeletak di lantai. Di dalamnya masih tersisa air dan makanan. Di salah satu kamar, sebuah sisir dan buku notes terhampar di atas bantal berwarna biru satin.
Kasur tipis, berjamur dan tertutup kotoran, terlihat teronggok di salah satu sudut kamar. Obat-obatan, alat kontrasepsi dan perangsang seksual yang digunakan oleh ISIS dan dipaksakan pada tawanan mereka juga ditemukan di penjara ini, kata para pejuang.
" Kami menemukan sebuah penjara yang digunakan ISIS untuk menahan para perempuan, dengan beberapa kamar untuk mereka sendiri. Di dalamnya juga ditemukan alat penyiksaan yang mungkin terburuk dan tersadis yang semoga Tuhan mengutuk mereka," kata Ibrahim Al-Mohammed, wartawan Sky News, kepada Arab24.
© Dream
ISIS pertama kali menguasai kota Manbij yang terletak di antara perbatasan Turki dan Raqqa pada Januari 2014.
Namun ribuan warga sipil dibebaskan ketika kota itu dikuasai oleh pasukan SDF pada 12 Agustus menyusul serangan besar-besaran yang dilancarkan terhadap ISIS.
Pasukan SDF kemudian melaporkan bahwa militan ISIS telah menanam sekitar 13.000 ranjau di seluruh kota.
(Sumber: Daily Mail)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya