Besok, Jokowi Kenalkan Susunan Menteri Kabinet

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 20 Oktober 2019 15:09
Besok, Jokowi Kenalkan Susunan Menteri Kabinet
Jokowi belum juga mau memberikan bocoran nama.

Dream - Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan nama-nama calon menteri yang duduk di kabinet pada Senin besok, 21 Oktober 2019. Dia mengaku telah merampungkan susunan kabinet.

" Sudah rampung, sudah selesai, besok pagi saya kenalkan besok pagi," ujar Jokowi di Istana Negara, Minggu 20 Oktober 2019.

Jokowi beralasan nama-nama menteri dibuka besok karena Ma'ruf Amin harus ke luar negeri begitu selesai dilantik sebagai Wakil Presiden.

" Saya kenalkan besok karena nanti sore, Pak Kiai Ma'ruf Amin harus ke Jepang menghadiri penobatan Kaisar," kata Jokowi.

Hingga saat ini, Jokowi masih enggan memberikan bocoran nama calon menteri. Dia hanya menyebut ada beberapa menteri lama kembali bertugas di kabinet baru.

" (Nama lama) masih banyak, tapi yang baru ada banyak," kata dia.

Mengenai pelantikan, Jokowi mengatakan tidak ada yang istimewa kali ini. Karena dia mengaku sudah pernah merasakan pengalaman yang sama lima tahun lalu.

" Yang penting setelah pelantikan, kita kerja bersama-sama, bawa negara ini pada sebuah Indonesia maju," ucap Jokowi.

1 dari 5 halaman

TNI AU Ingatkan Langit Jakarta Steril, Dilarang Main Drone

Dream - TNI AU menyatakan langit Jakarta berstatus steril di hari pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin jadi Presiden-Wakil Presiden 2019-2024. Tidak hanya dari pesawat asing namun juga dari drone.

" Saat ini jammer drone Hanud (Pertahanan Udara) di Istana Merdeka dan DPR/MPR sudah aktif," ujar Kadispen AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto, dikutip dari Merdeka.com, Minggu 20 Oktober 2019.

Fajar meminta masyarakat untuk sementara waktu tidak menggunakan drone. Terutama di sekitar Istana Negara dan Gedung DPR/MPR.

Selanjutnya, Fajar mengatakan pancaran sinyal drone akan diawasi oleh TNI AU hingga ketinggian 9.000 meter dengan radius 15 Kilometer dari titik pengamanan. Metode yang digunakan yaitu flash jammer atau tembakan langsung ke sasaran sampai ketinggian 10 ribu meter dan jangkauan 30 Km.

" Jadi sebaiknya jangan mencoba menerbangkan drone di ruang udara sekeliling Istana dan DPR/MPR dengan radius tersebut," kata dia.

Selain itu, juga disiapkan jaringan rudal SAM QW-3 dengan radar Hanud Smart Hunter. Alat ini terpasang di Jakarta untuk menangkal ancaman pesawat tak berawak ukuran besar.

" Daripada kehilangan drone, sekali lagi jangan mencoba terbang karena seluruh wilayah udara Jakarta sementara restricted untuk penerbangan unscheduled, keduali pesawat reguler serta pesawat dan drone intai untuk pengamanan," kata Fajar.

Sumber: Merdeka.com/Nanda Perdana

2 dari 5 halaman

Jokowi: 5 Tahun Begitu Singkat untuk Memimpin Negara

Dream - Sabtu 19 Oktober 2019 menjadi hari terakhir kepemimpinan Joko Widodo untuk periode pertama. Presiden yang karib disapa Jokowi itu mengatakan bahwa lima tahun merupakan waktu yang sangat singkat.

" Lima tahun begitu singkat untuk menghela negeri yang besar ini mengejar ketertinggalan, beranjak menuju bangsa yang maju, dan mengurangi ketimpangan antardaerah," tulis Jokowi di Instagram.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut, proyek infrastruktur yang digarap pada periode pertama kepemimpinnya sebagai pondasi pembangunan nasional. " Agar lebih tangguh, produktif, dan merata," ujar dia.

Jokowi mengklaim, masa pemerintahannya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menorehkan keberhasilan di berbagai sektor.

" Inilah sejumlah pencapaian pembangunan dalam lima tahun pemerintahan Jokowi-JK di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya," kata dia.

3 dari 5 halaman

JK: Jokowi Tidak Bisa Dibohongi

Dream - Jusuf Kalla tinggal sehari lagi menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia. Pada 20 Oktober 2019, posisi pria yang karib disapa JK akan digantikan oleh KH Ma'ruf Amin.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai orang nomor dua di Indonesia, JK mengaku akan menghabiskan waktu luangnya bersama cucu.

" Biasa saja, urusan sosial, urusan pendidikan, agama, dan menikmatilah (main) dengan cucu," ujar JK dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 19 Oktober 2019.

Meski besok sudah tidak menjabat sebagai Wakil Presiden, JK mengaku masih bisa berkomunikasi secara intensif dengan Presiden Joko Widodo.

" Siapa bilang berpisah, enggaklah, kita masih di Jakarta. Kan mudah dengan telepon mudah, telepon langsung kan bisa," ucap dia.

JK yang sudah menjabat Wakil Presiden dua periode itu menyatakan, Jokowi merupakan sosok presiden yang tidak mudah dibohongi.

" Beliau mengetahui detail, karena selalu ke bawah, ke daerah. Jadi detailnya sama Beliau, paling mengetahui semuanya, tidak bisa dibohongi," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

4 dari 5 halaman

Pelantikan Presiden-Wapres, Ini Gaji yang Akan Diterima Jokowi-Maruf Amin

Dream – Joko Widodo dan Maruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden hari ini, Minggu, 20 Oktober 2019. Pasangan pemimpin baru ini akan mengembang amanat memimpin Indonesia selama peridoe 2019—2024.

Selain proses pelantikan yang rencananya akan digelar sederhana, salah satu yang tak luput dari perhatian adalah penghasilan yang akan diterima Joko Widodo dan Maruf Amin. 

Merujuk Undang-Undang No. 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, tertulis gaji pokok presiden sebesar 6 kali gaji pokok tertinggi pejabat negeri Indonesia selain presiden dan wakil presiden.

Sementara gaji yang diterima wakil presiden empat kali daripada gaji pokok yang diterima oleh pemimpin lembaga tertinggi.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2000 tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan Anggota Lembaga Tinggi Negara serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi Negara, gaji pokok yang diterima oleh pemimpin lembaga tertinggi, seperti ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), sebesar Rp5,04 juta.

Jika menggunakan ketentuan UU tadi, gaji pokok yang akan diterima presiden adalah sebesar Rp30 juta per bulan, sedangkan wapres mendapatkan Rp20,16 juta.

5 dari 5 halaman

Besaran Tunjangan Presiden dan Wapres

Selain gaji, Jokowi dan Maruf akan mendapatkan tunjangan jabatan per bulan. Sesuai dengan Keputusan Presiden No. 68 Tahun 2001, tunjangan yang diterima presiden sebesar Rp32,5 juta, sedangkan wakil presiden Rp22 juta.

Ditambah dengan tunjangan, total gaji yang diterima oleh presiden sebesar Rp62,74 juta, sedangkan wakil presiden Rp42,16 juta setiap bulannya.

Selain itu, menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden, pasal 3 menyebut bahwa presiden dan wakil presiden akan mendapatkan fasilitas pembayaran biaya yang berhubungan dengan tugas kewajibannya, biaya rumah tangga, serta biaya perawatan kesehatan dan keluarganya.

Pasal 5 UU No. 7 Tahun 1978 mengatakan presiden dan wakil presiden mendapatkan rumah dinas dengan segala kelengkapannya. Dua pemimpin negara juga akan mendapatkan kendaraan dengan pengemudinya.

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara