Geger Ibu di Banyuwangi Mengaku Putra Kecilnya Dikhitan Jin

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 19 Juli 2019 15:00
Geger Ibu di Banyuwangi Mengaku Putra Kecilnya Dikhitan Jin
Berawal dari gurauan.

Dream - Rehan Anta Maulana, 3 tahun, mengaku mengalami peristiwa aneh dalam hidupnya. Bocah yang tinggal di Lingkungan Krajan, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi, mengaku telah menjalani khitan alias disunat saat terbangun dari tidurnya.

Uniknya, Rehan merasa tak pernah diberitahu sebelumnya akan melakukan khitan. Begitu pula dengan keluarga yang memang tak memiliki rencana membawa anaknya khitan.

Pihak keluarga meyakini Rehan telah disunat jin.

Putra satu-satunya Riski Amalia dan almarhum Doni Indra Irawan itu awalnya hanya bermain di bawah pohon mangga, Senin, 15 Juli 2019, pukul 11.30 WIB. Lokasi pohon tersebut tak jauh dari rumahnya.

" Waktu itu Rehan saya ajak tidur, tapi dia enggak mau. Dia malah keluar rumah dan bermain sama tiga orang temannya," kata Riski Amalia, kepada Liputan6.com, Jumat, 19 Juli 2019.

Dari dalam rumah, Riski sempat mendengar gurauan Galang, kawan anaknya, dan Rehan. Galang sempat bertanya ke Rehan mengenai keberanian disunat.

1 dari 7 halaman

Tak Syukuran

Setelah Galang pulang, Rehan mengeluh sakit di alat vitalnya. " Pas ibu saya buka celana, alat kelamin anak saya sudah dalam kondisi seperti sudah dikhitan. Kami sudah bertanya pada ustaz, katanya tidak apa-apa," ucap dia.

Hamidah, nenek Rehan, percaya sang cucu telah dikhitan jin. Sebab, bekas potongan pada alat kelamin sang cucu sangat rapi.

" Enggak ada bercak darah sedikit pun. Rehan saat itu sama sekali tidak menangis. Dia hanya merintih merasakan sakit," ujar Hamidah.

Meski Rehan sudah terkhitan, keluarga tak melakukan tasyakuran. Warga setempat meyakini, orang yang dikhitan jin tidak boleh dilakukan tasyakuran karena jika dilakukan akan kembali seperti semula.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

2 dari 7 halaman

Kisah Anjing Tuntun Tunanetra ke Masjid

Dream - Peristiwa perempuan yang membawa anjing ke area Masjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor, Jawa Barat memicu polemik. Kasus yang kini ditangani Polres Bogor itu dianggap mencederai perasaan umat Islam.

Polemik anjing dan masjid pernah juga menjadi pembahasan saat seorang pemuda Muslim asal Leicester, Inggris, membawa anjing ke masjid pada 2008. Tapi, berbeda dengan kasus SM, anjing tersebut menuntun Mohammed Abraar Khatri, yang tunanetra, menuju masjid.

Dikutip dari laman BBC, Kamis 4 Juli 2019, Dewan Syariah Inggris bahkan sempat mengeluarkan fatwa mengenai terkait peristiwa itu. Fatwa tersebut memperbolehkan Mohammed membawa anjing. Tapi, anjing itu tidak diizinkan untuk dibawa masuk ke area sholat.

Fatwa tersebut didukung organisasi Guide Dogs for the Blind. Organisasi itu menyebut fatwa tersebut sebagai " langkah maju yang besar bagi Muslim tunanetra dan penglihatan bermasalah."

" Diharapkan juga bahwa para pemimpin masjid baik di Inggris maupun internasional sekarang akan membuat penyesuaian serupa untuk memungkinkan pemilik anjing pemandu Muslim memasuki masjid mereka."

3 dari 7 halaman

Kandang Anjing

Mohammed tiap saat dituntun oleh anjing peliharaan bernama Vargo. Anjing berjenis golden retriever itu hanya duduk dan menuntun Mohammed hingga masjid.

Dewan Kemakmuran Masjid Bilal kemudian mendirikan kandang di pintu masuk agar Vargo dapat tak berkeliaran, sementara pemiliknya sedang sholat.

Direktur Dewan Imam dan Masjid Inggris, Mohammad Shahid Raza, berharap, inovasi ini dapat diikuti banyak masjid.

" Fasilitas seperti itu menunjukkan sikap Islam dalam membantu orang-orang berkebutuhan khusus dan meningkatkan layanan yang kami berikan kepada komunitas Muslim," kata Shahid.

4 dari 7 halaman

Membantu Pergerakan Tunanetra

Ayah Mohammed, Gafar Khatri, mengatakan, anjing itu membuat sang anak lebih mandiri. Anjing itu dapat menuntun Mohammed ke mana saja.

" Jelas ini adalah hari-hari awal tetapi kepercayaan dirinya tumbuh setiap hari," ujar dia.

Pembahasan mengenai penggunaan anjing penuntun juga muncul di Malaysia. Dilaporkan Asia One, Mufti Perlis, Juanda Jaya, penggunaan jasa anjing pemandu diperbolehkan dalam Islam.

" Menurut saya, tidak ada masalah untuk menggunakan anjing guna keperluan berburu, menjaga dan penuntun," kata Juanda, dilaporkan AsiaOne.

5 dari 7 halaman

Air Tajin Naik Kelas Jadi Minuman Kafe

Dream - Air tajin oleh orang dulu kerap dijadikan minuman pengganti susu. Mereka yang tak mampu membeli susu, mengolah air beras yang berwarna putih untuk dijadikan sebagai minuman bagi anak-anak.

Menurut kepercayaan, kandungan gizinya cukup tinggi. Air tajin ini didapatkan dari didihan air sesaat sebelum nasi matang.

Siapa sangka kalau olahan air beras ini kini justru jadi sajian minuman kafe.

Salah satu Kafe di kawasan Kota Tua Jakarta, menjadikan air tajin sebagai minuman favorit yang kekinian. Kafe tersebut bernama Kafe Historia Jakarta yang berlokasi tepat di sebelah Museum Sejarah Jakarta.

Kafe yang berdiri sejak 2014 itu menawarkan air tajin dalam menu andalan mereka. Minuman ini diolah dari beras yang telah diendapkan semalam lalu dimasak dan diambil sari-sarinya.

 Air Tajin

" Biasanya satu liter beras untuk lima porsi. Rasanya agak manis karena ada tambahan kayu manis dan juga sirup gula yang membuatnya berbeda," ujar Abdul Rohim, Manajer Kafe Historia, pada Liputan6.com.

6 dari 7 halaman

Minuman Khas

Minuman air tajin menjadi menu andalan dan ciri khas tersendiri dari kafe bergaya klasik kontemporer ini. Selain untuk mempopulerkan kepada masyarakat luas, minuman yang satu ini sudah ada sejak kafe ini berdiri.

" Ingin melestarikan minuman jadul dan mengenalkannya kepada generasi muda, khususnya karena minuman ini sudah jarang dibuat oleh masyarakat," ujar Abdul.

Sahabat Dream bisa mencoba minuman air tajin dengan harga terjangkau, hanya Rp29 ribu per gelas.

 Kafe Historia

Selain air tajin, ada pula menu andalan lainnya seperti sayur babanci, yakni makanan khas Betawi yang biasanya ditemui saat acara perayaan seperti acara keagamaan, lebaran, dan juga lamaran.

 

7 dari 7 halaman

Arsitektur Unik

Tak hanya menyajikan menu andalan yang unik, kafe ini juga memiliki bangunan dengan gaya arsitektur perpaduan tempo dulu dan modern.

 Historia

Tentunya, jadi daya tarik para pengunjungnya yang biasanya berfoto di setiap sudut kafe.

Bangunan kafe ini pada masa peninggalan Belanda ini dulunya dijadikan tempat penyimpanan rempah di lantai bawah. Sementara lantai dua dijadikan kantor administrasi. Tempat ini baru dijadikan kafe sejak lima tahun yang lalu.

Kafe ini juga cocok dijadikan tempat nongkrong. Dirancang kekinian, namun tidak meninggalkan bentuk aslinya dan nuansa sejarahnya. Jika tertarik berkunjung, bisa mendatanginya di Kawasan Kota Tua Jakarta. Kafe ini dibuka setiap hari Senin hingga Jumat mulai pukul 10.00--21.00 WIB. Sedangkan, pada Sabtu dan Minggu dibuka mulai pukul 08.00--22.00 WIB.

(Sah, Laporan Devita Nur Azizah/ Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim