Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rilis Indeks Kepuasan Haji 2016 Di BPS (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei Indeks Kepuasan Pelaksanaan Haji 2016. Hasil survei tersebut menunjukkan tingkat kepuasaan jemaah haji mencapai taraf 'Memuaskan' atau 'Di Atas Standar'.
Kepala BPS Suhariyanto, mengatakan, secara keseluruhan, indeks kepuasan jemaah haji mencapai angka rata-rata 83,83 persen.
" Dari 12 kategori yang ditanyakan pada saat pengisian kuisioner, nilainya rata-rata mencapai di atas 75 persen," ucap Suhariyanto, di Gedung BPS, Jakarta, Selasa 15 November 2016.
Tiga kategori pelayanan jemaah antara lain petugas kloter (86,4 persen), transportasi bus shalawat (85,54 persen), dan pelayanan ibadah (85,17 persen).
Selain itu, BPS memberi catatan kepada pelayanan katering dan bus armina. Dua pelayanan tersebut mendapatkan nilai terendah dalam survei kepuasan jemaah haji 2016.
Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, mengakui pelayanan katering dan bus armina tidak memenuhi kriteria oleh para jemaah. Untuk katering, kata dia, rasa masakan yang dibagikan kepada para jemaah memang disesuaikan dengan anjuran Kementerian Kesehatan.
" Mengenai selera memang tidak mudah. Kami memoderasi rasa makanan agar tidak terlampau ekstrim dan mengganggu pencernaan mereka," ucap Lukman.
Adapun persoalan bus armina yang mendapat sorotan lantaran pemerintah tidak dapat menawar keputusan Kementerian Haji Arab Saudi yang mengundi penggunaan bus armina. Akibatnya, banyak jemaah asal Indonesia yang mendapat bus dengan kondisi tak layak pakai.
Dalam survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia 2016, BPS menggunakan 18.500 responden. Para responden diminta mengisi kuisioner dan wawancara untuk memberi masukan perbaikan pelayanan haji.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya