Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Dream - Fenomena remaja asal Citayam dan Bojong Gede yang "menguasai" kawasan MRT Dukuh Atas tengah menjadi sorotan. Kedatangan mereka memang hanya untuk nongkrong, berfoto atau sekadar membuat konten TikTok.
Hingga akhirnya muncul istilah baru dari SCBD yang semula merupakan singkatan dari Sudirman Central Business District, menjadi Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok.
Wartawan sempat menanyakan tanggapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat fenomena SCBD tersebut. Mendengar pertanyaan tentang SCBD, awalnya Anies terlihat heran. “SCBD, hah?,” kata Anies heran.
“Iya Pak, Sudirman Citayam Bojonggede Depok,” sambung salah satu wartawan menjelaskan.
Mendengar singkatan tersebut Anies dan jajarannya sontak tertawa. “Itu onground, ini (yang sedang dibahas) underground,” ujar Anies sambil tertawa.
“Kita butuh FGD (Focus Group Discussion) khusus soal ini,” sambungnya sambil tersenyum.
Anies kemudian menjelaskan soal SCBD bagi ABG Citayam dan fasilitas publik di kawasan Sudirman yang kini bisa dinikmati masyarakat semua kalangan.
Dia menilai, kehadiran anak SCBD ini membuktikan pembangunan ruang ketiga di sana berhasil.
“Soal SCBD (Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok), bagaimana kita menyiapkan ruang ketiga menjadi ruang yang menyetarakan. Mereka yang datang memiliki pengalaman baru, dan boleh datang darimana saja,” jelas Anies.
Menurutnya, fenomena ini merupakan demokratisasi Jalan Jenderal Sudirman yang menjadi milik semua, dan seluruh warga diperbolehkan menikmati fasilitas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Tidak hanya masyarakat kalangan atas, katanya, seluruh golongan masyarakat berhak menikmati demokratisasi di ruang publik tersebut.
“Saya mengistilahkan demokratisasi Jalan Jenderal Sudirman. Karena menjadi milik semua siapa saja bisa datang menikmati dan orang tua bawa anak-anak jalan sambil dengan mudah mereka bilang 'Nak kau belajar yang rajin Nak ya, biar suatu saat kau bisa kerja di gedung ini', tutur Anies.
Jalan Jenderal Sudirman yang dulunya dipenuhi para pekerja di kawasan itu saja, namun kini telah berkembang, masyarakat dari wilayah lain turut meramaikan dan menikmati kawasan tersebut. Salah satunya yang terlihat di Taman Dukuh Atas.
Anies mempersilakan seluruh masyarakat menikmati ruang ketiga yang dibangun Pemprov DKI itu. Sebab, menurutnya, ruang ini merupakan tempat untuk mempersatukan dan menyetarakan warga yang datang dengan pengalaman baru dari seluruh daerah.
“Kita mencoba membuat ruang yang mempersatukan, ruang ketiga yang menyetarakan, dan biarkan mereka menikmati tempat ini dengan caranya masing-masing,” ucap Anies.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
