AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Cek Fakta: Arti Permainan Lato-Lato Aku Yahudi (Shutterstock)
Dream - Lato-lato menjadi permainan yang kini digandrungi masyarakat. Mulai dari anak-anak sampai dewasa tak ingin ketinggalan memainkannya. Bahkan, bermain lato-lato kerap dijadikan perlombaan.
Baru-baru ini muncul narasi yang mengatakan bahwa permainan lato-lato artinya aku Yahudi. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Januari 2023.
Unggahan klaim permainan lato-lato artinya aku Yahudi tersebut berupa video tentang ulasan permainan lato-lato yang pernah populer dengan sebutan clankers.
Selain itu juga terdapat logo segitiga yang di tengahnya terdapat mata atau dikenal sebagi lambang iluminati.

Berikut narasi postingan tersebut:
" Lato latto itu konspirasi remason dan iluminasi
Lato artinya AkuLatto artinya Yahudi..
Ternyata peermainan adu buah..(Bulan - Matahari)
LATO LATTO artinya Aku YAHUDI !!
Inilah era kebodohan dgn dalih LATAH Viral dikit² ngikut, segitu bodohnya tanpa tau perkara yg di ikuti Waspada!!!
Ini bukan sejengkal demi sejengkal.. Malah mangap...semua diikuti. 🔨"
Dilansir dari cek fakta liputan6.com, klaim permainan lato-lato artinya aku Yahudi tidak benar. Permainan lato-lato terinspirasi dari senjata asal Argentina bernama bolas.
Senjata tersebut digunakan oleh para Koboi Argentina untuk menangkap hewan guanaco. Lato-lato mengadaptasi bentuk bolas.
Lato-lato salah satu permainan tradisional asal Amerika Serikat yang sudah ada sejak tahun 1960an yang memiliki banyak nama, di antaranya clackers, click-clacks, knockers, dan masih banyak lagi
Lato-lato juga dikenal dengan nama nok-nok dalam bahasa Sunda, sedangkan dalam bahasa jawa permainan ini disebut dengan tok-tok. Penamaan dalam bahasa Sunda dan Jawa memang diambil dari suara yang ditimbulkan permainan ini.
Artikel berjudul " Bahasa Makassar Latto-latto Viral Akibat Permainan Clakers Ball, Ini Artinya" yang dimuat situs detik.com menyebutkan, kata " latto" merupakan bahasa Makassar yang berarti bunyi yang dikeluarkan dari dua benda yang berbenturan.
Kata ini kemudian digunakan oleh masyarakat Makassar untuk menamai permainan clakers ball yang kembali booming di Makassar.
Dosen Sastra Daerah Bugis-Makassar dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr. Firman Saleh menjelaskan, orang Makassar menyebutnya lato-lato, karena permainan tersebut menimbulkan suara ketukan.
" Lato itu bunyi yang dikeluarkan akibat 2 benturan benda sehingga mengeluarkan bunyi," ujarnya.
Sementara pengulangan kata lato-lato menggambarkan bunyi yang berulang dari permainan tersebut.
Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan Google Translate, tidak ditemukan arti kata lato lato atau lato latto aku Yahudi.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya