Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pembangunan Rumah Sakit Di Wuhan (Foto: Metro.co.uk/Xinhua News Agency)
Dream - Penyebaran virus Corona generasi baru di Kota Wuhan, China terus dipantau dunia. Saat ini, pemerintah Tiongkok membuka lahan untuk mendirikan rumah sakit berkapasitas 1.000 tempat tidur.
Dilaporkan Metro.co.uk, yang mengutip Xinhua News Agency, proses pembangunan rumah sakit berkapasitas besar tersebut hanya memakan waktu 10 hari.
Insinyur yang mengerjakan proyek raksasa ini membuka lahan di sebuah taman dekat danau di Wuhan. Lokasi ini dahulu menjadi salah satu kompleks wisata warga Wuhan.
Dari pencitraan angkasa, terlihat 35 mesin penggali dan 10 buldozer. Pengerjaan dilakukan hingga malam hari karena proyek raksasa ini harus selesai pada 3 Februari 2020.
Menurut laporan media lokal, pembangunan rumah sakit ini untuk menyelesaikan persoalanan sumber daya medis yang ada.
" Karena itu akan menjadi bangunan prefabrikasi, itu tidak hanya akan dibangun cepat tetapi juga tidak akan memakan biaya banyak," tulis media setempat.
Dream - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk belum berencana membatalkan sementara penerbangan ke negara yang terjangkit virus corona. Meski demikian, manajemen Garuda hingga kini terus memantau perkembangan.
" Belum ada plan trayek," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat 24 Januari 2020.
Irfan mengatakan, opsi penghentian sementara penerbangan ke negara terjangkit virus corona bisa saja diambil, dengan catatan apabila kondisinya sudah darurat.
" Tapi kita enggak mau memaksakan trayek itu kalau kondisinya lebih parah," ucap dia.
Di lokasi yang sama, Komisaris Utama Garuda Indonesia, Triawan Munaf, mengatakan, seluruh bandara sudah melakukan langkah antisipasi agar virus tersebut tidak masuk ke Indonesia. Mulai dari memasang alat pendeteksi suhu badan hingga penggunaan masker oleh petugas imigrasi dan bandara.
" Petugas masing-masing melaporkan setiap dugaan menunjukkan penyakit tersebut. Ini kerja sama tingkat dunia," kata Triawan.
Virus corona pertama kali merebak di Wuhan, China. Beberapa warga dari Singapura, Korea, Jepang hingga Amerika Serikat dikabarkan sudah ada yang terjangkit virus mematikan itu.
Dream - Saat ini wabah corona tengah mewabah di Wuhan, China. Berbagai upaya dilakukan Negeri Tirai Bambu agar wabah tidak meluas.
Dilansir DailyStar, yang mengutip laporan Buletin Sains China, kelelawar buah diduga sebagai pembawa virus corona.
Sementara sup kelelawar yang merupakan kuliner terkenal di kota Wuhan menjadi perantara yang menularkan virus ke manusia.

Dugaan kelelawar buah sebagai perantara virus corona ini juga didukung oleh kelezatan sup kelelawar dari kota Wuhan yang sangat terkenal di dunia.
Beberapa ahli melalui laporan mereka di Buletin Sains China menyatakan bahwa kelelawar buah kemungkinan menjadi pembawa virus tersebut.
Disebutkan bahwa di awal penyebarannya, para ahli meremehkan kondisi virus corona karena mirip dengan pneumonia dan SARS.
Kecurigaan para ahli di Buletin itu didukung dengan foto dan video warga Wuhan menyantap sup kelelawar yang viral di media sosial.
Sebuah video memperlihatkan seorang gadis kelelawar ke mulutnya pakai sumpit saat makan malam bersama teman-temannya.
Di kesempatan terpisah, seorang warga Wuhan memotret seekor kelelawar yang menyeringai di depan kamera sebelum memakannya.
Namun ada yang aneh dengan sup kelelawar yang disantap warga Wuhan. Terlihat bagian dalam perut kelelawar mengambang di antara kaldu sup.
Para ahli menduga bahwa virus corona Wuhan memang berasal dari kelelawar buah yang dimasak jadi sup.
" Virus corona Wuhan bisa jadi berasal dari kelelawar (buah). Tetapi antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantara yang tidak diketahui," kata seorang ilmuwan.
Profesor Neil Ferguson, direktur Pusat Penelitian Medis untuk Analisis Penyakit Infeksi Global, mengatakan perkiraan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Wuhan adalah sekitar 4.000 jiwa.
Sumber: Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya