Siapkan Sensus Penduduk 2020, Jokowi: Data Lebih Berharga dari Minyak

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 26 Januari 2020 06:00
Siapkan Sensus Penduduk 2020, Jokowi: Data Lebih Berharga dari Minyak
Penggalian data harus akurat.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya data sebagai komoditas yang lebih berharga daripada minyak dalam pembangunan sebuah negara. Pesan itu disampaikannya seiring akan dilaksanakannya Sensus Penduduk 2020.

" Saya sering menelepon langsung soal data. Data adalah `the new oil` bahkan lebih berharga dari minyak," ucap Jokowi, baru-baru ini.

Jokowi berpesan agar pelaksanaan sensus penduduk tahun ini akan menggunakan metode penggalian terbaru agar hasilnya lebih akurat. Sebab, keakuratan data bisa menjadi basis kebijakan efektif untuk pembangunan.

" Data yang akurat sangat penting untuk kebijakan yang tepat. Jangan sampai eksekusi program atau kebijakan tidak berpegang data akurat," kata dia.

Jokowi mengatakan, jumlah penduduk di Indonesia saat ini mencapai 267 juta jiwa. Jumlah ini akan meningkat menjadi 319 juta jiwa pada 2045.

Dengan penduduk sebanyak itu, kata dia, data demografi dan persebaran menjadi penting untuk menentukan kebijakan pembangunan yang tepat.

Jokowi menyebut ada dua metode baru yang bisa digunakan dalam sensus penduduk. Pertama, penggunaan data dasar Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil. Kedua, metode pendataan mandiri secara daring pada Februari hingga 30 Maret 2020.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Supriatin)

1 dari 4 halaman

Di Depan Pengusaha HIPMI, Jokowi Titip Satu Pesan Ini ke Erick Thohir

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan satu pesan khusus untuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Titipan itu disampaikan disela pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Jokowi meminta agar Kementerian BUMN yang berada di bawah komando Erick untuk bisa bekerja sama dengan para pengusaha.

“ Saya sudah titip ke Kang Erick Thohir jangan sampai pekerjaan di BUMN itu dikerjakan oleh BUMN sendiri,” kata Jokowi di Jakarta, Rabu 15 Januari 2020.1.15

Dalam pidatonya, Jokowi juga berpesan agar masyarakat senantiasa memberi peluang bagi para pengusaha muda untuk maju. Sehingga, perekonomian Indonesia dapat segera maju.

“ Beri peluang besar bagi anak muda,” kata dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berpesan agar para pengusaha Indonesia diberi akses kepada investor. Ini bertujuan agar usaha mereka dapat tumbuh dengan baik.

" Saya titip dimitrakan dengan pengusaha lokal, nasional kita. Jangan sampai mereka berjalan sendiri," kata dia.

Jokowi berujar, saat ini Kementerian BUMN mengelola dana lebih dari Rp2 ribu triliun. Dana tersebut bisa digunakan untuk membantu para pengusaha.

" Seinget saya setahun di BUMN itu ada Rp2.400 triliun yang bisa dikerjakan," kata dia.

2 dari 4 halaman

Jokowi Pamer Video Ibu Kota Baru, Tepuk Tangan Membahana di Dubai

Dream - Presiden Joko Widodo mengaku ingin belajar dari Uni Emirat Arab (UEA) terkait ambisi besarnya membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur. Salah satu kota yang ingin dipelajarinya adalah Masdar, di Abu Dhabi, UEA.

Mengutip laman Merdeka.com yang melansir Antara, Senin 13 Januari 2020, keinginan presiden yang karib disapa Jokowi itu disampaikan saat menghadiri Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) 2020.

“ Dalam membangun ibu kota baru, kami cenderung ingin belajar dari perintis perencanaan kota, termasuk tuan rumah kita pekan ini, Kota Masdar di Abu Dhabi, dan lainnya,” kata Jokowi dalam sambutannya di ADSW 2020 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

 

 © Dream

 

Dalam forum yang dihadiri oleh sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan itu Presiden juga mengundang masyarakat dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik, dan kebijakan terhebat. Jokowi juga mengundang para peserta forum ADSW 2020 untuk ke Indonesia.

" Untuk menginvestasikan di masa depan dimana energi terbarukan dan teknologi bersih menciptakan kehidupan berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi dan sosial," kata dia.

Pada kesempatan yang dihadiri oleh para penggiat energi berkelanjutan dan teknologi bersih tingkat dunia itu, Presiden Jokowi juga memaparkan rencana pembangunan ibu kota baru Indonesia yang akan menganut konsep kota berkelanjutan.

Bahkan, Jokowi memutarkan video singkat rencana induk ibu kota baru Indonesia yang kemudian mendapatkan sambutan tepuk tangan meriah dari hadirin.

Dikutip dari akun Youtube ADSW, undangan yang hadir di acara tersebut langsung bertepuk tangan saat video tentang ibu kota baru Indonesia itu selesai ditonton. 

" Kami tidak membangun kota administratif yang kecil melainkan kota metropolis yang serba pintar," kata dia.

3 dari 4 halaman

Alasan di Balik UEA Mau Investasi Rp314 Triliun di Indonesia

Dream - Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana sebesar US$22,89 miliar (Rp314,9 triliun) untuk berinvestasi di Indonesia melalui sovereign wealth fund. Pemerintah menyebut jumbonya angka investasi ini berasal dari kepercayaan UEA selama tujuh bulan yang lalu.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

Dikutip dr setkab.go.id, Senin 13 Januari 2020, Retno mengatakan kepercayaan ini muncul tujuh bulan setelah Pangeran Sheikh Mohamed bin Zayed berkunjung ke Indonesia. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pertemuan intensif dengan Jokowi.

 

 © Dream



Jokowi menunjuk Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai contact person dari Indonesia. 

“ Hasilnya, dalam tujuh bulan, kita bisa menyelesaikan perjanjian-perjanjian,” kata Retno di Jakarta.

Sekadar informasi, investasi ini dilakukan bersama-sama dengan Masayoshi Son dari Softbank dan International Development Finance Corporation (IDFC) dari Amerika Serikat. Ada 16 perjanjian yang disepakati seperti kerja sama di bidang energi dan infrastruktur. 

“ Saya yakin ini merupakan refleksi dari trust dunia kepada Indonesia. Jadi, selain masalah investasi, kita juga akan melakukan kerja sama lainnya,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Putra Mahkota Dubai Sebut Jokowi `Kakak Tertua`

 Jokowi di UEA Jokowi di UEA © (Foto: Maritim.go.id)

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan perjanjian kerja sama denga UEA kali ini merupakan yang tercepat pernah dilakukan Indonesia.

“ Seperti yang disampaikan Presiden, ini adalah deal terbesar mungkin dalam sejarah Indonesia yang disepakati, yaitu dengan UEA. Hanya dalam waktu enam bulan," ujar Luhut dikutip dari Maritim.go.id.

Kerja sama bernilai ratusan triliun rupiah ini berawal dari pertemuan antara Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada bulan Juli lalu.

Menurut Luhut, dalam pertemuan itu MBZ mengatakan bahwa UEA ingin lebih banyak lagi ikut dalam pembangunan di Indonesia. UEA menganggap Indonesia sebagai saudara sekaligus negara berpenduduk muslim terbesar.

Kedekatan kedua negara juga terlihat dari pembicaraan Presiden dan Putra Mahkota MBZ yang sangat cair. Bahkan, kata Luhut, sang putra mahkota menganggap Presiden Joko Widodo sebagai ‘big brother’.

“ Dari perbincangan tadi diungkap bahwa pihak UEA akan menjadi kontributor terbesar dalam proyek SWF di antara yang lainnya. Mungkin ini baru pertama kali terjadi, pihak-pihak yang bermodal besar bekerja sama dalam satu proyek,” katany

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'