Dewan Pers Proses AMSI Jadi Konstituen Baru

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 24 Januari 2020 18:24
Dewan Pers Proses AMSI Jadi Konstituen Baru
Pada 27 Januari 2020, Dewan Pers akan verifikasi faktual ke Sekretariat AMSI Pusat dan AMSI DKI Jakarta.

Dream – Anggota Dewan Pers Ahmad Djauhar mengatakan, Dewan Pers sedang memproses dua organisasi perusahaan media dan satu organisasi wartawan untuk menjadi anggota atau pemangku kebijakan di Dewan Pers. Salah satu organisasi yang sedang dipertimbangkan yaitu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

“ Dewan Pers menerima pengajuan tiga organisasi untuk menjadi anggota Dewan Pers. Termasuk diantaranya adalah AMSI. Senin pekan depan, kita akan memverifikasi kepengurusan AMSI Pusat dan Jakarta,” kata Djauhar, saat bertemu, Pengurus AMSI Pusat dan AMSI Jakarta, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jumat, 24 Januari 2019.

Djauhar menyebut, untuk bisa diterima menjadi anggota Dewan Pers, AMSI harus memenuhi sejumlah persyaratan sesuai Peraturan Dewan Pers.

Persyaratan itu diantaranya AMSI memiliki sekurang-kurangnya 200 anggota perusahaan media yang tersebar di minimal 15 cabang kota atau provinsi di Indonesia.

“ Sampai hari ini, peraturan Dewan Pers ini belum berubah. Jadi ketentuan ini harus dipenuhi. Untuk itulah, perlu dilakukan verifikasi baik administrasi maupun faktual,” kata dia.

 

1 dari 5 halaman

AMSI Tersebar di 18 Provinsi, 200 Lebih Anggota

Djauhar menyatakan, dengan tugas dan program yang demikian banyak, anggota Dewan Pers yang hanya berjumlah sembilan orang, dirasa tidak mencukupi.

 Wens Manggut Terpilih Jadi Ketua Umum AMSI© MEN

Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut

“ Idealnya sekarang menurut saya, anggota Dewan Pers 11 sampai 13 orang. Jadi, kalau nanti ada organisasi media atau jurnalis yang bisa masuk menjadi anggota Dewan Pers, maka tugas dan programnya akan bisa lebih ringan dikerjakan,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut berharap Dewan Pers bisa mempercepat proses verifikasi kepengurusan dan media anggota AMSI yang ada di 18 kota/provinsi di Indonesia.

“ Anggota, kami sudah lebih dari 200 perusahaan media dan ada di 18 kota/provinsi di Indonesia. Mungkin, yang masalah masih ada beberapa media anggota di daerah yang harus dipandu agar memenuhi ketentuan sebagai perusahaan pers sesuai persyaratan dari Dewan Pers," kata Wens.

Wens menyontohkan, permasalahan yang kerap dihadapi perusahaan media massa yaitu, soal badan hukum, penanggung jawab, dan sertifikasi wartawan utama.

" Saya kira di setiap kegiatan AMSI, itu terus kita ingatkan,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Cara AMSI Tangkal Masifnya Peredaran Hoaks

Dream - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengunjungi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Jakarta.

Ketua AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan, tujuan organisasinya datang ke Kemenkopolhukam untuk membicarakan sistem ekonomi digital.

" Poin pertama kita kan menyebarnya hoaks yang sudah lama," ujar pria yang akrab disapa Kak Wens itu, Rabu 27 November 2019.

Dengan sebaran hoaks yang semakin masif, kata dia, AMSI telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan membuat cekfakta.com yang diisi oleh media-media yang tergabung dalam AMSI.

" Diklarifikasi hoaks apa nggak, nanti hasilnya dimuat di media masing-masing, kemudian dikumpulkan di cek fakta.com," ucap dia.

Lebih lanjut, Wens mengatakan, selama ini peredaran hoaks paling marak terjadi di media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Twitter dan sebagainya.

Untuk itu, AMSI juga akan menggandeng Facebook dan Google untuk turut serta menangkal peredaran berita bohong yang ada di platformnya.

" Misalnya wartawan klarifikasi hoaks dan dia muat. Kalau di media efeknya ada, tapi nggak besar. Ketimbang Facebook bantu klarifikasi hoaks, Google bantu ini hoaks. Ketika orang cari dengan keyword yang dicari hoaks, Google bilang 'yang anda cari hoaks' Kerja sama dengan mereka jauh lebih efektif," kata dia.

3 dari 5 halaman

AMSI Gelar Indonesia Konferensi Digital 2019

Dream – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) akan menggelar hajatan tahunan konferensi digital yang diberi nama Indonesia Digital Conference (IDC) 2019. Event ini akan digelar di Ballroom Djakarta Theater Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2019.

IDC 2019 ini akan berlangsung seharian penuh, dengan mengundang para pengusaha, banker, start-up, pemerintah, media dan masyarakat yang memiliki konsen terhadap perkembangan bisnis dan dunia digital di Indonesia.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan, ajang IDC 2019 merupakan ajang yang digagas para pengurus AMSI untuk memberi wadah saling bertukar pengalaman, gagasan, dan strategi di ekosistem digital.

“ Dalam zaman digital, semua yang dulu tidak mungkin bisa menjadi mungkin berkat lompatan teknologi dan inovasi. Bisa jadi, antarperusahaan yang dulu bersaing sengit, justru harus bergandengan mesra, berkolaborasi, berorkestrasi agar bisa tumbuh, berkembang dan maju bersama-sama,“ kata Wenseslaus Manggut, Senin, 25 November 2019.

Wenseslaus mengatakan, sebagai organisasi yang mewadahi perusahan media siber, AMSI aktif menggagas dan mendorong terciptanya ekosistem bisnis digital yang sehat, kompetitif, dan menumbuhkan peluang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“ Salah satu kata kuncinya, adalah selain membuka pasar digital secara terbuka, kita juga membutuhkan regulasi yang fair dan memberi iklim usaha yang sehat dari penyelenggara negara. Bentuknya apa, ini salah satu yang jadi bahasan pokok, bagaimana Indonesia menyiapkan transformasi peradaban digital,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Akan Dibuka Jokowi

Ketua penyelenggara IDC 2019, Metta Dharmasaputra menyatakan, sesuai rencana, Presiden Joko Widodo akan membuka ajang ini. Panitia telah menyiapkan empat panel diskusi dengan tema berbeda.

Panel pertama dengan tema “ Transformasi Korporasi Menghadapi Industri 4.0” menghadirkan narasumber Dwi Soetjipto (Kepala SKK Migas), Mas'ud Khamid (Direktur Pemasaran Retail Pertamina) dan Andi Kristianto (CEO Telkomsel Mitra Inovasi).

Panel kedua, menyoroti digitalisasi dalam bisnis perbankan nasional dengan tema “ Strategi Baru Perbankan di Era Digital”. Narasumbernya antara lain Anggoro Eko Cahyo (Direktur Bisnis Konsumer BNI), Leonardo Koesmanto (Head of Digital Banking Bank DBS), dan Indra Utoyo (Direktur PPT Bank Rakyat Indonesia).

Panel ketiga bertema “ Fintech dalam Percepatan Inklusi Keuangan” menghadirkan narasumber Eddie Danusaputra (CEO Mandiri Capital), Karaniya Dharmasaputra (Presiden Direktur OVO), dan Dicky Wijaya (Chief Information Officer Investree).

5 dari 5 halaman

Tokoh Lain

Pada sesi terakhir, bertema “ Platform Digital Untuk Ekonomi Rakyat” menghadirkan narasumber Farid Naufal Aslam (CEO Aruna), Pamitra Wineka (Presiden & co-Founder Tani Group), serta Yudi Tri Sanjaya (EEO Bakpiaku).

Selain para pelaku ekonomi digital, IDC 2019 juga akan dibuka dengan sejumlah Keynote Speaker seperti Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, dan pendiri Lippo Group, Mochtar Riady.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup