China Karantina 10 Kota karena Virus Corona

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 24 Januari 2020 15:00
China Karantina 10 Kota karena Virus Corona
Karantina membuat lebih dari 20,5 juta jiwa terkunci di wilayah mereka. Kota-kota lain di sekitar Wuhan memang menghentikan transportasi dan menutup Jembatan pada Jumat, 24 Januari 2020.

Dream - China mengarantina sepuluh kota di sekitar pusat wabah virus Corona. Karantina membuat lebih dari 20,5 juta jiwa terkunci di wilayah mereka. Kota-kota lain di sekitar Wuhan memang menghentikan transportasi dan menutup Jembatan pada Jumat, 24 Januari 2020.

Kota Huangshi di provinsi Hubei mengumumkan bahwa rute transportasi dan terminal kapal feri ditutup mulai pukul 02:00 GMT pada hari ini. Secara keseluruhan, setidaknya 10 kota telah dipesan pada saat ditutup.

Upaya ini ditempuh karena para pejabat kesehatan khawatir laju penularan virus Corona akan meningkat karena ratusan juta orang China bepergian ke dalam dan luar negeri selama liburan saat Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada Sabtu, 25 Januari 2020.

Menurut laman Al Jazeera, Komisi Kesehatan Nasional China menyebut, sebanyak 830 kasus infeksi virus Corona, dengan 25 kematian.

Virus Corona berasal dari kota Wuhan akhir tahun lalu dan telah menyebar ke kota-kota China lainnya, termasuk Beijing dan Shanghai. Virus Corona bahkan sudah menyebar hingga Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang.

1 dari 7 halaman

Sudah Sampai Korea Selatan

Virus Corona disebut telah sampai ke Singapura pada Kamis, 23 Januari 2020. Perdana Menteri China, Lee Hsien Loong menyatakan kesiapannya menghadapi virus ini.

" Kami sangat siap, karena kami telah bersiap untuk situasi seperti itu sejak kami berurusan dengan SARS pada tahun 2003," kata Lee Hsien Loong.

" MOH (Kementerian Kesehatan) sekarang telah mengaktifkan rencana untuk melawan penyebaran virus, yang sejauh ini tampaknya tidak sama mematikannya dengan SARS," ucap dia.

Sementara itu, di Jepang, telah terkonfirmasi kasus infeksi kedua virus Corona dari China.

Infeksi virus Corona juga disebut sudah sampai di Korea Selatan. Pusat Pengendalian dan Penyakit Korea Selatan sudah mengonfirmasi penyebaran virus ini.

2 dari 7 halaman

Wabah Virus Corona, Maskapai Indonesia Dilarang Terbang ke Wuhan

Dream – Pemerintah melarang maskapai penerbangan Indonesia terbang ke Wuhan, Tiongkok. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi masuknya virus corona melalui jalur penerbangan.

Larangan ini juga menindaklanjuti NOTAM G108/20 yang diterbitkan oleh otoritas Beijing, Tiongkok.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 24 Januari 2020, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B. Pramesti, akan melakukan antisipasi penyebaran virus corona melalui jalur penerbangan.

" Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktivitas penerbangan,” kata Polana di Jakarta.

Dampak virus corona ini, informasi melalui NOTAM G0108/20 menyampaikan bahwa Bandar Udara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara alternate kecuali untuk penerbangan kondisi darurat mulai 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 02 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB), sehingga penerbangan dari Indonesia menuju kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di Tiongkok

3 dari 7 halaman

Perintah bagi Maskapai

Polana menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktur Keamanan Penerbangan Nomor : SE.001/DKP/I/2020 tanggal 20 Januari 2020 yang berisikan perintah kepada maskapai untuk:

1. Melengkapi Kartu general declaration (Gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan dibandara kedatangan;

2. Melaporkan kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas (oleh PIC) apabila terdapat orang/ penumpang yang diduga terpapar karena terjangkit di pesawat udara;

3. Memberikan kartu kewaspadaan kesehatan (alert card) sebelum kedatangan (untuk penerbangan yang berasal dari negara terjangkit) kepada penumpang, dan memastikan kepada penumpang untuk lapor kepada petugas apabila dirinya merasa ada kecurigaan tertular penyakit.

4. Memberikan pengumuman didalam pesawat (on board) agar penumpang melaporkan kepada petugas KKP pada saat kedatangan bila berasal atau pernah singgah dinegara terjangkit.

Selain itu, Polana memerintahkan kepada operator penerbangan untuk terus meningkatkan pengawasan di terminal kedatangan internasional dan terus melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan untuk mengantisipasi menyebarnya virus pneumonia melalui jalur penerbangan.

Dari hasil laporan, hingga saat ini belum diketemukan adanya penumpang yang terjangkit virus pneumonia yang masuk melalui bandara di seluruh Indonesia.

" Kami juga menghimbau kepada seluruh stakeholder penerbangan untuk terus waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi masuknya virus pneumonia melalui penerbangan karena keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan merupakan tanggung jawab kita bersama, " kata dia.


(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

4 dari 7 halaman

RSPI Sulianti Saroso Jakarta Utara Rawat Pasien Terduga Terjangkit Virus Corona

Dream - Seorang pasien yang diduga terjangkit virus Corona mendapatkan perawatan di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

" Ada satu pasien dengan suspect," kata Direktur Medik dan Perawatan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Diany Kusumawardhani, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 24 Januari 2020.

Menurut Diany, pasien saat ini dalam kondisi stabil. Belum terlihat tanda-tanda penurunan kondisi. Untuk itu, kata dia, kasus ini belum tercatat sebagai awal penyebaran virus Corona di Indonesia.

 © Dream

" Intinya, kalau dia memang ada kecenderungan ke arah penyakit ini," kata dia.

Kini, dokter masih menelusuri dan memastikan bagaimana penularan yang terjadi ke pasien tersebut. RSPI Sulianti Saroso telah melakukan uji laboratorium di Litbangkes dan hasilnya akan keluar sekitar dua hingga tiga hari.

" Kami menunggu hasil," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

5 dari 7 halaman

Cegah Masuknya Virus Corona ke Indonesia, 135 Thermal Scanner Diaktifkan

Dream - Penyebaran virus corona di beberapa negara Asia seperti Thailand, Korea dan Jepang, membuat Indonesia harus waspada. Cukup banyak warga China yang datang ke Indonesia, begitu juga sebaliknya.

Hal ini meningkatkan risiko penyebaran virus 2019-nCoV ke Indonesia. Beberapa langkah pencegahan dilakukan pemerintah Indonesia, salah satunya adalah dengan menyiagakan alat deteksi berupa thermo scanner.

Dikutip dari Kemkes.go.id, melalui alat tersebut, nantinya para penumpang bisa dideteksi sejak dini apakah ada potensi gejala terjangkit virus tertentu.

“ Sudah saya cegat (hadang) di bandara, itu concern saya yang dari luar terutama yang dari Tiongkok maupun wabah dari negara mana, kita selalu detect lewat thermal scan, kalau pun tidak ada demamnya itu bisa terlihat apakah ada tanda-tanda flu, semua alat yang ada di bandara, pelabuhan dan jalan darat sudah siap 24 jam,” kata Menkes Terawan.

6 dari 7 halaman

Darat, Laut dan Udara

Hingga kini, sebanyak 135 thermo scanner telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara, memberikan health alert card, menyiapkan 100 RS rujukan infeksi emerging, berkolaborasi lintas sektor serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak kesehatan akibat virus tersebut.

 Musim Hujan Datang, Ini Cara Cepat Sembuhkan Flu Musim Hujan Datang, Ini Cara Cepat Sembuhkan Flu © © MEN

“ Antisipasi kita lakukan terus menerus, mulai dari pintu bandara, mulai edukasi kepada masyarakat. Saya kan sudah utarakan di media massa berlakulah hidup sehat, kalau batuk ya ditutup, kalau sedang flu ya pakai masker, jangan sampai menulari temannya,” ujar Terawan.

7 dari 7 halaman

Riwayat Perjalanan

Kendati ada tanda-tanda yang menyerupai gejala tertular Novel Coronavirus, Menkes mengingatkan agar proses diagnosis tidak dilakukan sembarangan. Penyebabnya harus diketahui secara detail terutama riwayat perjalanan yang dilakukan serta riwayat interaksinya.

 Flu dan Batuk? Tak Perlu ke DokterFlu dan Batuk? Tak Perlu ke Dokter © © MEN

“ Diwaspadai nomor satu adalah riwayat perjalanannya, itu sangat penting, atau kontak dengan siapa, itulah yang harus kita tahu,” ujar Menkes.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup