6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi Planet Mars (Foto: Shutterstock)
Dream - Pesawat luar angkasa China telah berhasil mencapai Mars. Misi Mars pertama, Tianwen-1, tiba di orbit sekitar Planet Merah pada Rabu, 10 Februari 2021 tujuh bulan setelah diluncurkan dari Bumi dan menempuh jarak 450 juta kilometer.
Seperti satelit milik UEA, Tianwen-1 melakukan prosedur " pengereman" untuk memperlambat kecepatannya sehingga bisa ditangkap oleh gravitasi Mars dan menghindari terlampauinya target orbit.
Namun, berbeda dengan yang dilakukan UEA pada Selasa, 9 Februari 2021, Cina enggan mengumumkan waktu kedatangan Tianwen-1.
" Pihak berwenang Cina, selalu berhati-hati tentang kemungkinan kegagalan, belum mengumumkan waktu kedatangan yang dijadwalkan," tulis laporan berita AP, dikutip Kamis 11 Februari 2021.

Tujuan Tianwen-1 adalah untuk menyelidiki atmosfer Mars selama setidaknya dua tahun.
Sekitar empat miliar tahun yang lalu, atmosfer Mars mengalami perubahan dan air di sana menguap. Tetapi, para ilmuwan tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Mungkin ada endapan air di bawah tanah, yang dikenal sebagai air bawah permukaan.
Tainwen-1 direncanakan mendaratkan rover penjelajah di permukaan Mars pada Mei mendatang. Lokasi tepatnya belum disebutkan, tetapi pengawas misi telah melihat bagian selatan dari wilayah yang disebut Utopia Planitia.
Rover penjelajah bertenaga surya itu diperkirakan akan beroperasi selama beberapa bulan, mencari air di bawah permukaan sebagai tanda-tanda kehidupan di bawah permukaan planet.
Nantinya rover tersebut akan menjelajah Mars bersama dengan rover penjelajah dari AS, yaitu Perseverance Mars 2020 milik NASA dan helikopter Ingenuity yang menyertainya.
Wahana Tianwen-1 membawa 13 jenis muatan. Muatan bisa berarti satelit komunikasi atau satelit observasi. Muatan tersebut jadi instrumen penting misi ini.
Seperti namanya, tujuan ilmiah utama rover adalah menyelidiki kondisi bawah permukaan Mars untuk menentukan ketebalan dan formasi penyusunnya.
Berat rover penjelajah sekitar 200 kilogram, karena rover digerakkan oleh tenaga surya dan pendaratan di belahan utara planet dirasa tidak cukup mendukung.
Rover penjelajah akan menyelidiki permukaan Mars dengan bantuan radar, melakukan analisis kimia di tanah, dan mencari biomolekul serta tanda-tanda kehidupan biologis.
Menurut laporan, jika berhasil mendaratkan rover penjelajahnya di Mars, maka Cina akan menjadi negara kedua yang melakukannya.
Sebelumnya, Eropa dan Jepang sempat melakukan percobaan dan gagal. Amerika Serikat hingga kini masih menjadi satu-satunya negara yang memiliki rekam jejak pendarat konsisten di Mars.
Cina dengan misi Tianwen-1, akan bersanding deng AS dengan membawa kembali sampel batuan dan tanah dari planet merah ke Bumi.
Sumber: AP News
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
