Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasien Yang Meninggal Dunia Karena COvid-19
Dream - Kasus Covid-19 di Indonesia masih belum aman meski sempat bergerak naik turun. Di penghujung pekan ini, (Jumat, 26 Juni 2021), data sementara Kementerian Kesehatan bahkan mencatat rekor tertinggi kasus baru.
Mengutip unggahan di akun Twitter @KemenkesRI, jumlah kasus positif Covid-19 hari ini mencapai 21.095 atau menjadi yang tertinggi di masa lonjakan sepekan ini.
Sebelum kasus baru tertinggi tercatat pada 20.574 pada 24 Juni 2021 atau empat hari yang lalu.
Dengan penambahan kasus baru ini, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia yang sudah terdeteksi mencapai 2,093.962.
Dari jumlah kasus positif tersebut, Kemkes melaporkan sebanyak 194.776 termasuk dalam kategori kasus aktif.

Di tengah lonjakan kasus baru yang terus meningkat, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh belum bisa menyusul rekor tertinginya. Hari ini kasus sembuh yang dilaporkan tercatat 7.396 kasus. Total pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 telah mencapai 1.842.457.
Kabar duka datang dari 358 pasien Covid-19 yang dinyatakan sebagai kasus meninggal. Total pasien yang meninggal dunia karena terserang wabah pandemi ini telah mencapai 56.729 kasus.
Kemkes dalam penjelasannya terkait data perkembangan Covid-19 menegaskan jika laporan yang diterimanya masih bersifat sementara. Dari pantauan Dream, Satgas Covid-19 sebagai instansi resmi yang mengeluarkan data masih belum memperbarui laporannya.
Dream - Zubaeri Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan penularan varian delta hanya dengan papasan dengan pasien bukan candaan. Informasi itu diperoleh dari hasil tracing pasien di Australia dalam kasus terbarunya.
Penegasan pria bergelar profesor itu disampaikan saat membalas pertanyaan netizen di akun Twitternya. " Yang jelas, transmisi cepat dari Varian Delta bukan candaan," jelas Zubairi dalam cuitan di akun @ProfesorZubairi.
Menurut Zubairi, para ahli di Australia ini menyelidiki penularan di sebuah pusat perbelanjaan, Bondi Junction Westfield yang menunjukkan bagaimana cepatnya penularan Delta.
Temuan tersebut, lanjut Zubaeri, langsung menjadi concern para ahli di seluruh dunia. Semakin menyita perhatian karena kejadian penularan melalui papasan itu tidak terjadi sekali di Australia.
Menurut Zubairi dari temuan tersebut pejabat kesehatan Australia langsung mengingatkan warganya bahwa penularan virus tidak lagi membutuhkan waktu hingga 15 menit. " Tapi dimungkinkan bisa dalam hitungan detik."
Dari hasil penelusuran Zubairi mengutip ahli virologi Universitas Griffith, Lara Herrero, transmisi kontak sekilas itu diketahui dalam momen transmisi yang terekam di kamera CTTV. Virus Covid-19 varian delta didapati bertahan di udara cukup lama sehingga seseorang bisa menghirupnya dan terinfeksi.

Pernyataan transmisi sekilas ini juga didukung oleh sikap sejumlah tokoh termasuk Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard dan ahli epidemologi dunia, Eric Feigl-Ding.
Menurutnya, varian delta saat ini memang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di beberapa negara termasuk Indonesia.
" Kabar baiknya, sebagina besar vaksin yang beredar, masih bisa bekerja melawan varian delta ini," cuitnya di akun tersebut
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya