Saudi Umumkan Daftar Nama Calon Jemaah Haji 2021

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 25 Juni 2021 20:01
Saudi Umumkan Daftar Nama Calon Jemaah Haji 2021
Mulai jam 13.00 waktu setempat. Saudi membuka pemesanan paket haji khusus bagi jemaah yang dinyatakan lolos administrasi.

Dream - Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan daftar nama jemaah yang mendapatkan izin menunaikan ibadah haji 1442 H/2021 M. Sebanyak 60 ribu kuota disediakan bagi warga Saudi maupun asing yang sudah berdomisili di wilayah Kerajaan.

Kementerian menyatakan aplikasi elektronik permohonan izin melaksanakan haji menerima lebih dari 540 ribu pendaftar. Sedangkan pendaftaran resmi ditutup pada Rabu, 23 Juni 2021 dan tidak ada prioritas bagi pendaftar yang lebih awal.

Selain itu, Kementerian juga mengumumkan jemaah yang terpilih dapat melakukan pemesanan dan pembayaran paket haji pada Jumat, 25 Juni 2021 pukul 13.00 waktu setempat.

Dari total pendaftar yang sudah mendapatkan izin, 59 persen di antaranya adalah pria. Jemaah berusia antara 31 hingga 40 tahun menempati porsi 38 persen dari jumlah total kuota.

 

1 dari 4 halaman

Syarat Haji 2021

Sementara, jemaah usia 60 tahun ke atas menempati porsi terendah sebanyak 2 persen. Demikian pula dengan jemaah pada usia terendah yaitu 18 tahun.

Awal bulan ini, Kementerian Haji dan Umroh telah mengumumkan sebanyak 60 ribu kuota jemaah haji disediakan tahun ini karena pandemi masih berlangsung. Pendaftaran hanya dibuka untuk warga Saudi dan asing yang sudah domisili.

Selain itu, calon jemaah haji wajib bebas dari berbagai jenis penyakit kronis. Juga dalam rentang usia 18-65 tahun serta sudah divaksinasi sesuai ketentuan Kerajaan.

Jemaah juga wajib sudah mendapatkan vaksinasi penuh, atau minimal sudah mendapatkan satu dosis vaksin Covid-19 dalam waktu 14 hari sebelum pendaftaran. Atau mereka yang divaksinasi setelah sembuh dari Covid-19, dikutip dari Arab News.

2 dari 4 halaman

Saudi Izinkan Jemaah Wanita Beribadah Haji Tanpa Wali

Dream - Selama ini, keberadaan mahram menjadi hal penting bagi wanita yang melaksanakan haji maupun umroh. Seorang wanita tanpa wali pria dilarang beribadah di Saudi.

Tahun ini, Saudi menghapus larangan tersebut. Jemaah wanita yang akan melaksanakan haji diizinkan mendaftar tanpa wali pria.

Pendaftaran haji dilakukan secara online dan dibuka pada Minggu kemarin pukul 13.00 waktu setempat. Pendaftaran dibuka sampai 23 Juni 2021 pukul 22.00 waktu setempat dan tidak ada prioritas bagi jemaah yang lebih dulu mendaftar.

Tersedia tiga paket ibadah haji yang ditawarkan Saudi. Masing-masing paket dibanderol dengan tarif 16.560,50 riyal (setara Rp62,7 juta), 14.381,95 riyal (setara Rp54,5 juta), dan 12.113,95 riyal (setara Rp45,9 juta). Tarif tersebut belum termasuk VAT (Value Added Tax/Pajak Pertambahan Nilai/PPN).

Pada laman Kementerian Haji dan Umroh Saudi, jemaah nanti akan diangkut menuju situs suci menggunakan kendaraan. Setiap bus dibatasi maksimal berisi 20 jemaah.

Setiap jemaah akan mendapatkan makan tiga kali di Mina, dua kali (sarapan dan makan siang) di Arafah dan sekali makan malam di Muzdalifah. Layanan makanan dan minuman lain akan disediakan namun jemaah dilarang membawa makanan dari luar Mekah.

 

3 dari 4 halaman

Tahapan Daftar Haji Lewat Aplikasi

Pendaftaran melalui aplikasi berlangsung dalam lima tahap. Calon jemaah diharuskan menunjukkan riwayat kesehatan, dibuktikan dengan dokumen resmi yang dikeluarkan otoritas medis.

Setelah itu, sistem akan memverifikasi kelayakan pemohon izin haji berdasarkan data yang diberikan oleh Pusat Informasi Nasional. Usai permohonan diterima, pendaftar akan mendapatkan nomor registrasi untuk pertanyaan lebih lanjut.

Setelah status Covid-19 pemohon sudah dapat dipastikan (sudah vaksinasi penuh, vaksinasi dosis pertama, atau telah sembuh), pesan teks dengan detail pembayaran akan dikirim. Kementerian menyatakan mendaftar lewat aplikasi tidak berarti izin haji akhir telah diberikan.

Izin haji hanya akan dikeluarkan setelah aplikasi menyatakan seluruh kondisi dan peraturan kesehatan telah terpenuhi. " Kementerian berhak menolak permintaan setiap saat, jika ditemukan adanya pelanggaran peraturan," demikian pernyataan Kementerian Haji dan Umroh Saudi.

 

4 dari 4 halaman

Prioritas untuk Jemaah Belum Pernah Berhaji

Sebelum permohonan dikirim, semua pemohon harus menyatakan mereka tidak melakukan haji dalam lima tahun terakhir. Mereka juga tidak menderita penyakit kronis, dan tidak terinfeksi Covid-19.

Calon jemaah juga belum pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit kronis atau untuk perawatan dialisis dalam enam bulan terakhir.

Fase penyortiran data pada aplikasi haji dimulai pada 25 Juni. Calon jemaah yang mengajukan izin haji harus membayar paket mereka dalam waktu tiga jam setelah mendapat izin yang dikirim lewat notifikasi.

Jika pembayaran tidak dilakukan dalam jangka waktu tersebut, maka pendaftaran akan batal secara otomatis. " Prioritas akan diberikan untuk pelamar terdaftar yang belum pernah melakukan haji," terang Kementerian Haji Saudi.

Pada Sabtu, Saudi mengumumkan sebanyak 60 ribu jemaah akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini. Syaratnya, calon jemaah harus bebas dari penyakit kronis dan berusia antara 18 dan 65 tahun, dikutip dari Arab News.

Beri Komentar