Suasana Miris Toko Sekitar Masjidil Haram Saat Pandemi: Rusak dan Terbengkalai

Reporter : Amrikh Palupi
Sabtu, 26 Juni 2021 13:20
Suasana Miris Toko Sekitar Masjidil Haram Saat Pandemi: Rusak dan Terbengkalai
Tak ada lagi keramaian yang biasanya sering muncul menjelang musim haji. Toko tutup bahkan ditinggalkan pemiliknya.

Dream - Sejak terjadi pandemi kondisi hotel dan pertokan di sekitar kabah cukup memperihatikan. Seperti negara lain yang juga terpapar dampak pandemi Covid-19, banyak hotel dan pertokoan yang berlokasi dekat areal Masjidil Haram terlihat sepi bahkan ditinggalkan pemilknya.

Kondisi pusat perbelanjaan di Mekah ini diketahui dari Youtuber yang memperlihatkan kondisi hotel dan pertokoan di dekat Masjid Suci umat Islam ini. Lewat Channel Sahabat Salam kondisi beberapa hotel di sekitar Masjidil Haram sangat berbeda karena tidak adanya jemaah umroh dan haji.

Kondisi hotel dekat kabah© Kondisi hotel dekat kabah

" Saat ini masih sepi yah dan kondisinya sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum setelah tidak adanya pelaksanaan ibadah umroh atau ibadah haji," tutur YouTube Sahabat Salam dikutip Dream, Sabtu 26 Juni 2021.

Selain memperlihatkan kondisi hotel, Sahabat Salam juga menunjukan beberapa pertokoan. Kondisinya pun tak jauh berbeda dengan perhotelan.

1 dari 8 halaman

Pertokoan Tutup, Kondisinya Bikin Miris

Toko-toko yang lokasinya dekat dengan kabah tampak sepi. Bahkan banyak pertokoan yang tutup.

" Di sini juga ada toko-toko parfum. Masya Allah sepi ya, terlihat sepi. Ini semua pertokoan ini ditutup bahkan di dalam itu dihancurin semua, ditutup total ya Allah," ucap kata Sahabat Salam.

Kondisi pertokoan dekat kabah© Kondisi pertokoan dekat kabah

Sebagiannya lagi bahkan ada barang-barang yang sengaja ditinggal oleh pemilik toko dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. 

" Sangat disayangkan. Disini biasanya menjadi pusat incaran karena sering memberikan makanan gratis untuk jamaah. Sangat disayangkan sekali, Masya Allah. Tuh alat-alatnya masih banyak yah. Ini alat-alatnya yah. Kasihan yah, andaikan ada jamaah ibadah umroh dan haji mustahil kaya gini," imbuhnya.

© Dream
2 dari 8 halaman

Tempat Favorit

Menurut Sahabat Salam, lokasi pertokoan tersebut tempat favorit para jemaah di seluruh dunia.

Selain lokasinya yang sangat dekat dengan kabah, lokasi tersebut sangat teduh dan sejuk.

Kondisi pertokoan dekat kabah© Kondisi pertokoan dekat kabah

" Disini paling digemari oleh jemaah di seluruh dunia biasanya tempat ini menjadi tempat nongkrong, santai setelah berbenja atau beli makanan biasanya langsung nongkrong. Tempat ini di pagi, siang hari tetap teduh jadi menjadi incaran," tuturnya.

Sumber  : youtube.com

3 dari 8 halaman

Masya Allah, Ini Foto Paling Detail Batu Hajar Aswad di Kabah

Dream - Otoritas Arab Saudi memperlihatkan foto langka batu Hajar Aswad di Mekkah, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya pada Senin, 3 Mei 2021. Foto dengan teknik closeup sangat tinggi itu memperlihatkan kondisi batu yang sangat detail yang selama ini tak pernah dibuat.  

Kantor Umum Kepresidenan Dua Masjid Suci merilis foto detail batu Hajar Aswad dengan teknik baru menggunakan fokus panoramik.

Batu Hajar Aswad© Twitter @hsharifain

Batu yang diyakini berasal dari surga itu dipotret selama total tujuh jam untuk menghasilkan citra yang mempunyai resolusi tinggi. Citra itu mempunyai tingkat ketelitian 49.000 megapiksel dan butuh 50 jam untuk diproses.

© Dream
4 dari 8 halaman

Penampakan Batu Hajar Aswad

Bagi umat Islam, batu hitam terkenal itu turun dari surga dan diberikan kepada Nabi Ibrahim oleh Malaikat Jibril.

Batu Hajar Aswad© Twitter @hsharifain

Batu Hajar Aswad kini diletakkan dalam sebuah bingkai perak dan ditempatkan di sudut Kabah, sekitar 1,5 meter di atas tanah.

Batu Hajar Aswad© Twitter @hsharifain

Semasa musim umrah dan haji muslim di seluruh dunia disarankan menyentuh batu itu seusai merampungkan tawaf mengelilingi Kabah. Namun karena banyaknya jumlah jemaah umrah dan haji setiap tahun, maka sekadar melambai dari jauh ke batu Hajar Aswad pun dibolehkan.

Sumber: Al Arabiya

5 dari 8 halaman

Asal-usul Batu Hajar Aswad

Dream - Hajar Aswad memang merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Kabah. Menjadi tanda awal dan akhir dari ritual thawaf.

Juga menjadi salah satu situs Islam yang bisa dilihat, disentuh serta dicium. Bahkan sebelum berdirinya peradaban Islam, Hajar Aswad telah menjadi sebuah pilar suci bagi masyarakat Arab saat itu.

Lalu bagaimanakah asal-usul turunnya batu yang telah menghitam itu? Benarkah dahulu kala batu hajar aswad berwarna putih? Karena jika benar, lalu mengapa kini Batu Hajar Aswad berubah menjadi warna hitam pekat?

Kisah nabi Ibrahim AS diperintahkan Allah SWT untuk membangun kembali Kabah. Nabi Ibrahim menyuruh anaknya Nabi Ismail untuk mencari batu di bukit. Sesampainya di bukit, malaikat Jibril datang menghampiri nabi Ismail dan memberikan batu yang paling cantik. Mulanya batu Hajar Aswad berwarna putih bersih layaknya salju.

Namun, dosa manusialah yang mengakibatkan perubahan warna dari putih menjadi hitam. Batu Hajar Aswad memiliki bau yang sangat harum. Karena Hajar Aswad merupakan sebongkah batu tercantik dari surga. Perjalanannya pun tak luput dari kejahatan, diantaranya:

1. Hajar Aswad pernah dipendam di sumur zamzam
2. Hajar Aswad pernah dicuri
3. Hajar Aswad pernah dipukul menggunakan cangkul
4. Hajar Aswad pernah dipukul hingga pecah

© Dream
6 dari 8 halaman

Mengapa Menghitam?

Hajar Aswad merupakan batu yang dimuliakan. Sebagian besar umat Islam, terutama yang menunaikan ibadah haji dan umrah, berusaha menciumnya, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Batu hitam ini berukuran sekitar 10 sentimeter dengan luas lingkaran pita peraknya sekitar 30 cm. Tingginya dari lantai dasar Masjid al-Haram sekitar 1,5 meter. Hajar Aswad pernahdipecahkan menjadi 8 bagian dengan ukuran kecil-kecil.

Dalam hadis riwayat Tarmidzi, sahih menurut Syaikh Albani, Nabi Muhammad mengatakan bahwa semula Hajar Aswad berwarna putih susu. Dalam hadis itu disebutkan bahwa Hajar Aswad menjadi hitam karena dosa-dosa manusia.

7 dari 8 halaman

Hajar Aswad merupakan batu yang dimuliakan. Sebagian besar umat Islam, terutama yang menunaikan ibadah haji dan umrah, berusaha menciumnya, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Batu hitam ini berukuran sekitar 10 sentimeter dengan luas lingkaran pi

Salah satu bagian Kabah yang memilki kisah panjang adalah Hajar Aswad. Batu yang disebut berasal dari surga itu banyak diperebutkan orang.

Bahkan, saat dilakukan renovasi yang mengubah total bentuk Kabah pada Zaman sebelum Kenabian, hampir terjadi pertumpahan darah. Gara-garanya, semua suku berebut untuk meletakkan Hajar Aswad ke posisinya. Mengangkat Hajar Aswad dan menempatkan ke posisi semula memang menjadi sebuah kehormatan bagi suku-suku itu.

Dan sesepuh Suku Quraisy kemudian mengambil jalan tengah. Mereka bersepakat menyerahkan keputusan peletakan Hajar Aswad kepada orang pertama yang masuk ke Masjidil Haram. Dan ternyata orang pertama itu adalah Nabi Muhammad.

Dengan bijak, Nabi Muhammad memutuskan batu hitam itu dibawa dengan menggunakan kain sehingga setiap kepala suku yang berebut itu bisa membawa batu itu secara bersama-sama. Sehingga pertumpahan darah bisa dielakkan.

Semula, Hajar Aswad adalah sebuah batu utuh berdiameter sekitar 30 sentimeter. Namun, setelah terjadi peristiwa, batu itu pecah dan tersisa delapan keping batuan. Pecahan-pecahan itul kemudian disatukan dengan bingkai perak, lalu dipasangkan ke tempat asalnya.

Semua sepakat yang menyebabkan terpecah-belahnya Hajar Aswad itu adalah kelompok Ismailiyah Bahrain yang disebut Qarmatians yang melakukan invasi ke Mekah. Mereka menyatakan ibadah haji merupakan tindakan tahayul. Mereka juga membunuh sekitar 70 ribu jamaah haji dan membuang tubuh mereka ke sumur Zamzam.

Tak puas dengan tindakan biadab itu, mereka mengambil Hajar Aswad. Mereka menguasai Hajar Aswad selama 22 tahun sejak tahun 317 Hijriyah. Kemudian meminta tebusan hingga akhirnya dipaksa menyerahkan batu itu oleh Khalifah Abassiah.

Saat dikembalikan, batu itu sudah terpecah-pecah. Dan satu-satunya cara untuk menjaga batu itu tetap utuh adalah mengikat mereka dengan kerangka perak. Beberapa sejarawan menceritakan bahwa masih ada beberapa bagian dari batu itu yang hilang.

Begitulah sebagian kisah Kabah yang belum banyak terungkap. Setelah melalui ujian panjang, Kabah tetap tegak. Menjadi kompas setiap muslim di seluruh planet bumi untuk salat. Ia kokoh sebagai tempat paling disucikan umat Islam. Dulu maupun sekarang…

© Dream
8 dari 8 halaman

Lengkapi Sudut Kosong

Banyak orang yang penasaran dan mempertanyakan mengenai sejarah Hajar Aswad bisa berada di sudut tenggara Kabah, tempat bertawaf umat Islam saat ibadah haji.

Beberapa kisah menuliskan jika Hajar Aswad merupakan batu lonjong yang tidak beraturan dan berwarna hitam kemerahan yang kerap menjadi perebutan umat Islam saat melaksanakan ibadah haji.

Suatu cerita terdapat dalam buku sejarah Kabah, kisah rumah suci yang tak lapuk dimakan zaman karangan Ali Husni Al-kharbuthli. Disana diterangkan saat pembangunan Kabah mencapai tahap terakhir, ternyata beberapa bagian sudut masih kekurangan batu.

Menurut sejarawan dan pemikir muslim dari Persia Ath-Thabari, saat ingin menyempurnakan bangunan Kabah, Nabi Ismail mencari bahan yang bisa melengkapi sudut kosong tersebut. Namun ketika Nabi Ismail hendak mencari bahan bangunan itu, sang ayah, Nabi Ibrahim memerintahkan kekosongan sudut Kabah itu hanya diisi dengan batu yang telah dipilihnya.

" Ketika Nabi Ismail ingin menyempurnakan Kabah dengan sebuah benda, tetapi Nabi Ibrahim berkata : Jangan !," larang Nabi Ibrahim, dikutip dari buku sejarah Kabah, kisah rumah suci yang tak lapuk dimakan zaman karangan Ali Husni Al-kharbuthli, Kamis 26 Juni 2014.

" Carilah batu seperti yang aku perintahkan," kata Nabi Ibrahim

Mendengar perintah itu, Nabi Ismail pun segera pergi mencari batu yang diperintahkan Nabi Ibrahim. Ketika kembali, ternyata Nabi Ibrahim sudah meletakkan sebuah batu di sudut kosong itu. " Wahai ayah, dari manakah engkau mendapatkan batu itu?" tanya Nabi Ismail

" Yang membawa batu ini adalah dia yang tidak dapat menunggumu, yaitu Malaikat Jibril. Ia membawanya dari langit," jawab Nabi Ibrahim.

Mengenai penghormatan kepada Hajar Aswad dalam buku ini dijelaskan, para ulama berpendapat bahwa penghormatan itu dilakukan tak lain karena Hajar Aswad memiliki keterkaitan dengan suatu yang suci dan mulia. Yakni mengenai sejarah pembangunan sejarah Kabah yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

(Sumber: Merdeka.com)

Beri Komentar