Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Foto Ilustrasi
Dream - Seorang pecinta hewan pastinya akan melakukan apapun untuk peliharaannya agar bisa hidup layak. Namun seorang wanita asal Totenham, Inggris melakukan tindakan melebihi batas kewajaran.
Yasemn Kaptan (46) mengaku terpaksa hanya makan sekali dalam sepekan karena harga pakan untuk enam kucing peliharannya melambung tinggi.
Bukan menu seimbang, Kaptan ketika makan hanya mengonsumsi sayuran yang dipanggang seperti paprika, bawang, dan salad. Sementara di sisa hari lainnya dia menahan lapar dengan minum teh mint untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.
" Saya tidak punya uang untuk disisihkan, tapi saya tidak bisa membiarkan kucing-kucing itu pergi," kilah Kaptan yang tinggal di London utara itu mengutip laman metro.co.uk.
Dia juga beralasan kucing-kucing itu sudah dipelihara di rumahnya sejak masih bayi. Kaptan mengaku sudah banyak mengeluarkan uang untuk bisa memilikinya.
" Kini mereka berada di akhir hidup mereka. Sungguh tidak adil membiarkan mereka pergi."
Untuk kebutuhan makan diri sendiri, Kaptan hanya mengonsumsi makanan lembut seperti youghurt atau sayuran. Meski cinta kepada kucing kesayangannya, dia mengaku selalu menangis di hari yang lain dan mencoba menutupinya dengan berpura-pura bahagia.
" Namun saya sudah sedih dan lelah," ujarnya yang mengaku selalu minum untuk membuatnya tetap bisa berjalan.
Kucing-kucing itu diperoleh Kaptan ketika masih bekerja sebagai pembelanja pribadi dan kala itu masih bisa membiayai. Namun kini semua berubah karena dia sudah tak lagi bekerja sejak tahun lalu setelah didianosa menderita osteoporosis.
Dengan penyakit yang diidapnya, Kaptan kini hanya bisa bergantung dari tunjangan pemerintah senilai 400 pound sterling (Rp7,5 juta) per bulan. Namun uang santunan itu hanya cukup untuk membayar uang sewa dna tagihan-tagihan.
Kaptan juga mendapat tunjangan perawat rumah sebesar 69 pound sterling (Rp1,29 juta)seminggu untuk merawat pasangannya Erdinc Hassain, (46), yang menderita multiple sclerosis.
Dari semua penghasilan tersebut, kebutuhan untuk memberi makan kucingnya membutuhkan biaya 60 pound sterling (Rp1,1 juta).
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih