10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Vaksin AstraZeneca (Shutterstock.com)
Dream - Pemerintah Denmark memutuskan menghentikan secara permanen penggunaan vaksin AstraZeneca untuk mengatasi Covid-19.
Keputusan ini diambil setelah sebulan lamanya Denmark menangguhkan vaksin itu, menyusul adanya sebagian kecil penerima yang mengalami penggumpalan darah serius.
Direktur Jenderal Otoritas Kesehatan Denmark, Soeren Brostroem, memastikan vaksinasi akan terus berjalan namun tidak menggunaan vaksin AstraZeneca. Vaksinasi selanjutnya mengandalkan vaksin buatan Pfizer dan Moderna.
Brostroem mengatakan berdasarkan temuan ilmiah, ada risiko nyata dari efek samping yang parah terkait penggunaan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca.
" Karena itu, kami telah memutuskan untuk menghapus vaksin dari program vaksinasi kami," ujar Brostroem, dikutip dari New York Times.
Dia menjelaskan saat ini situasi Covid-19 sudah terkendali. Jika Denmark berada dalam situasi yang sangat berbeda di tengah kemunculan gelombang ketiga Covid-19, maka vaksin dipastikan akan dipakai.
" Tetapi komplikasi parah terkait dengan penggunaannya," kata dia.
Pejabat kesehatan masyarakat telah memperingatkan menjeda pemberian vaksin seperti AstraZeneca atau Johnson & Johnson dapat lebih berbahaya.
Mereka mencatat di antara tujuh juta orang yang divaksinasi dengan vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson di Amerika Serikat, enam wanita telah mengalami pembekuan darah langka, kurang dari satu dalam satu juta.
Belum diketahui apakah vaksin itu ada hubungannya dengan penggumpalan darah. Tetapi bahkan jika ada, risikonya lebih kecil.
Denmark, yang memiliki populasi 5,8 juta, telah berhasil mengatasi pandemi lebih baik daripada tetangganya Swedia atau banyak negara Eropa lainnya. Hingga Rabu, Denmark telah mencatat 2.447 kematian terkait Covid.
Hampir satu juta orang di negara itu telah menerima setidaknya dosis pertama vaksin. 77 persen di antaranya dari Pfizer, menurut Institut Serum Denmark.
Sekitar 15 persen menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca sebelum pihak berwenang menghentikan penggunaannya bulan lalu. Sisanya sebanyak delapan persen menerima vaksin Moderna.
Otoritas kesehatan negara tersebut mengatakan orang yang menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca akan ditawari vaksin yang berbeda untuk dosis kedua mereka.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli