Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Doa Mohon Jodoh
Dream - Memiliki jodoh yang baik adalah impian dari sebagian besar orang. Tentu ada berbagai harapan baik di baliknya yang dapat dilakukan bersama dengan pasangannya kelak. Dengan mendapatkan jodoh yang baik, maka insya Allah juga akan mendapatkan keturunan yang baik pula.
Itulah kenapa Nabi Muhammad saw memerintahkan kepada umatnya agar memilih pendamping hidup dengan berdasarkan pada kemuliaan dan kebaikan keturunan. Meskipun jodoh adalah keputusan Allah SWT, namun sebagai manusia tetaplah harus berusaha.
Selain berikhtiar, sahabat Dream juga jangan lupa berdoa. Ayat-ayat di dalam Al-Quran selain sebagai petunjuk, juga berisi doa-doa yang salah satunya adalah doa agar diberikan jodoh dan keturunan yang baik.
Berikut adalah beberapa doa memohon jodoh dan keturunan yang baik sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.
رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ
Artinya: " Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiya: 89)
Dalam ayat di atas, dikisahkan bahwa Nabi Zakaria as memanjatkan doa kepada Allah SWT agar beliau tidak hidup sendirian. Allah SWT pun mendengar doa beliau dan mengabulkannya. Akhirnya melalui doa tersebut, Nabi Zakaria as dianugerahi Allah SWT seorang putra yang juga menjadi nabi, yakni Nabi Yahya as.
Di akhir dari surat Al-Anbiya ayat 89 terdapat kalimat yang artinya " Dan Engkau adalah ahli waris yang paling baik?" . Maksud dari kalimat tersebut adalah jika Allah SWT menghendaki tidak akan menganugerahkan keturunan kepadanya, maka ia rela dan tidak berkecil hati. Karena ia yakin bahwa Allah SWT akan tetap memelihara agamanya, serta tidak akan menyia-nyiakan agamanya dan Allah SWT pasti akan memilih orang yang paling tepat untuk menggantikan Nabi Zakaria as setelah beliau wafat.
Kemudian di dalam surat Al-Anbiya ayat 90 dijelaskan berikut:
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ
Artinya: " Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami." (QS. Al-Anbiya: 90)
Di dalam surat Al-Anbiya ayat 90, Allah SWT mengabulkan doa dari Nabi Zakaria as dengan memberikannya seorang putra bernama Yahya. Allah SWT pun memberikan kesehatan yang baik kepada istri Nabi Zakaria as. Dengan begitu, ia bisa mengandung. Padahal sebelumnya, istri Nabi Zakaria as adalah seorang perempuan mandul atau tidak bisa memiliki anak.
Setiap doa yang dipanjatkan oleh setiap hamba, apakah akan dikabulkan atau tidak, semuanya atas keputusan Allah SWT. Terkabulnya sebuah doa juga tidak serta merta dikabulkan begitu saja. Seperti halnya doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria as yang ingin memiliki keturunan.
Doa Nabi Zakaria as dikabulkan Allah SWT karena beliau dan istrinya selalu segera dalam melakukan kebaikan, terutama dalam hal memelihara keturunan yang sebaik-baiknya.
Selain itu, Nabi Zakaria as juga memanjatkan doa dengan penuh harap dan kecemasan. Harapan akan ampunan dari Allah SWT dan cemas pada murka serta siksa dari Allah SWT.
Dan tak ketinggalan, Nabi Zakaria as dan istrinya selalu khusyuk dan tawadu kepada Allah SWT. Mereka tidak memiliki sifat sombong dan ingkar pada karunia yang diberikan Allah SWT. Karena kesemua sifat baik itulah yang membuat Allah SWT mengabulkan doa mereka agar bisa mendapatkan keturunan.
Dengan begitu, berdoa memohon diberikan jodoh dan keturunan yang baik adalah keharusan. Namun, tetap harus diiringi dengan perbuatan kebajikan yang dilakukan serta memanjatkan doa dengan tulus dan ikhlas kepada Allah SWT.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya