5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Jessica Dalam Persidangan
Dream - Dokter forensik Rumah Sakit Polri, Slamet Purnomo, mengatakan, ada racun sianida dengan kadar 0,2 miligram perliter di dalam lambung Wayan Mirna Salihin.
Pria yang memvisum jasad Mirna itu yakin racun tersebut masuk sebelum istri Arief Sumarko ini tewas.
“ Pasti dari luar, karena banyak organ yang rusak,” kata Slamet saat bersaksi dalam sidang kasus kematian Mirna di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 3 Agustus 2016.
Menurut dia, racun bisa saja dimasukkan setelah korban meninggal. Namun dalam kasus ini, Slamet sangat yakin sianida itu masuk ke dalam tubuh Mirna saat masih hidup.
“ Kalau dia sudah meninggal, dimasukkan (sianida) bisa saja, tetapi organnya tidak akan rusak, karena tidak ada reaksi tubuh korban. Itu (sianida) dari luar,” tegas dia.
© Dream
Pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, meragukan keterangan Slamet. Sontak, Slamet menjawab tegas jika di dalam tubuh Mirna terdapat racun sianida.
“ Anda (Otto) meragukan saya sebagai dokter. Setelah melihat hasil laboratorium forensik (labfor) Mabes Polri, bahwa betul di dalam ada sianida. Itu ada dalam tubuhnya. Jadi dia meninggal karena racun,” tegas Slamet.
© Dream
Dream - Dokter ahli forensik Polri mengambil sampel sejumlah organ dalam Wayan Mirna Salihin untuk medeteksi racun yang menyebabkan kematian istri Arief Sumarko tersebut.
Hasil pemeriksaan organ itu diungkap di depan persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 3 Agustus 2016.
“ Pengambilan isi lambung untuk toksikologi, sekaligus karena sudah buka perut, hati dan juga empedu, urine kita ambil yang juga cukup penting untuk mendeteksi racun,” ujar Dokter Ahli Forensik Rumah Sakit Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Slamet Purnomo.
Setelah beberapa organ tubuh itu diambil, Slamet memasukkannya ke toples dan menyerahkannya kepada penyidik Polri.
“ Pada lambung jenazah kita tidak buka, tapi kita lihat daerah terluar ada bercak warna hitam, seharusnya lambung warnanya putih susu,” ujar dia.
Slamet menjelaskan, hanya mengambil sebagian lambung. Pada lapisan terluar, yang disebut bongkosa, sudah mengalami iritasi.
Menurut dia, kondisi itu biasanya diakibatkan oleh zat-zat yang bersifat korosi. “ Biasanya zat-zat asam yang kuat atau basa, bisa dari sianida, arsen, asam sulfat,” kata dia.
Tak hanya organ dalam, bibir bagian dalam Mirna terlihat berwarna hitam. Tetapi, Slamet mengaku tidak menemukan luka di bagian bibir.
“ Pada bibir bagian dalam berwarna hitam, bisa juga disebabkan korosi, tapi tidak sampai luka,” ucap Slamet.
Namun saat itu, kata Slamet, dia belum bisa menyimpulkan apakah Mirna meninggal karena racun sianida atau bukan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?