Emilia Kontesa Ditangkap Polisi, Diduga Edarkan Shabu

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 14 Juli 2017 17:15
Emilia Kontesa Ditangkap Polisi, Diduga Edarkan Shabu
Emilia Kontesa kedapatan menjual sabu dengan modus memasukkan ke dalam brosur.

Dream - Emilia Kontesa (EK) harus meringkuk di tahanan. Wanita itu ditangkap Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan di rumah kost di Jalan Sawo, Tebet karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu.

Eits, jangan salah sangka dulu. Emilia Kontesa di sini bukan artis senior yang namanya tertulis, Emilia Contessa.

Emilia yang menjadi pelaku pengedar sabu ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sebuah rumah kost.

" Kami telah melakukan penangkapan seorang wanita ibu rumah tangga yang memiliki dua anak. Ibu ini berinisial EK, kita tangkap kurang lebih tiga hari lalu," kata Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat, 14 Juli 2017.

Vivick mengatakan pelaku menggunakan modus menyelipkan sabu di dalam brosur. Menurut dia, ini merupakan modus baru di kalangan pengedar narkoba.

Sebelum menangkap Emilia, kata Vivick, polisi mendapat informasi menyebutkan rumah kos pelaku sering didatangi orang luar. Ternyata, transaksi jual beli sabu dijalankan di rumah kost tersebut.

" Kami temukan beberapa paket sabu yang siap edar yang disembunyikan dalam brosur, jadi kami temukan tumpukan brosur," ujar dia.

" Jadi di dalam brosur ini ada sebuah karton yang dilipat dua, dan di dalam karton itu ada satu paket sabu dengan maksud jika masuk X-ray tidak terlihat," sambung Vivick.

Sebelum transaksi dilakukan, biasanya Emilia mendapat telepon dari pelaku lainnya berinisal B. Kepada Emilia, B memberitahu ada orang yang akan membeli sabu ke rumah kostnya. Tetapi, saat ini B belum tertangkap.

" B ini akan memberitahu EK kalau ada pelanggan akan datang mengambil barang," ucap dia.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti 25 paket sabu dalam brosur dengan harga antara Rp800 hingga Rp1,5 juta.

" Tersangka mengaku kalau barang bukti ini didapat dari Cina," ujar dia.

Selain itu, Vivick menjelaskan pelaku juga mengaku telah mengedarkan barang haram itu selama enam bulan. Praktik jual beli barang haram ini berawal setelah Emilia berkenalan dengan B di salah satu tempat hiburan malam di Jakarta Barat.

Mau tahu pelaku kejahatan lain yang namanya mirip dengan para artis? berikut daftarnya:

1 dari 2 halaman

Syahrul Gunawan

Dream - Syahrul Gunawan ditemukan tewas di pinggir kali depan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan. ‎Penemuan jenazah Syahrul menjadi perhatian warga yang melintas.

Menurut Kapolsek Metro Setiabudi Ajun Komisaris Polisi Tri Yulianto, korban ditemukan oleh rekannya yang berprofesi sebagai pemulung.

" Kami mendapatkan laporan sekitar jam 13.00 WIB. Tim kemudian langsung meluncur ke lokasi," ujar Yulianto, Rabu, 23 Maret 2016.

Polisi saat ini belum menemukan penyebab kematian korban. Polisi akan membawa jenazah pemuda berumur 16 tahun itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk divisum.

" Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Tida ada luka sayatan, tusukan, atau bacok di tubuh korban. Kami masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian korban," kata dia.

Polisi untuk sementara ini akan memeriksa dan memintai keterangan sejumlah saksi termasuk ayah dan rekan korban di Mapolsek Setiabudi.  

Syahrul diketahui sudah cukup lama tinggal di pinggir sungai itu bersama kedua orangtuanya dan seorang adik. Mereka sehari-hari bekerja sebagai pemulung.

 

2 dari 2 halaman

Rhoma Irama

Dream - Bentrokan antar mahasiswa terjadi di Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bima, Nusa Tenggara Barat, kemarin sore. Dalam insiden itu seorang mahasiswa tewas dibacok senjata tajam.

Korban diketahui bernama Rhoma Irama, 22 tahun. Mahasiswa Fakultas Bimbingan dan Konseling Pendidikan angkatan 2013 itu menderita luka bacok di kepala dan meregang nyawa.

Dikutip Dream dari laman Kabar Harian Bima, Kamis 7 Januari 2016, Rhoma sempat menjalani operasi atas luka serius yang dialaminya itu di RSUD Bima. Namun nahas, nyawanya tak tertolong. Ia menghembuskan nafas usai operasi sekitar pukul 17.30 WITA, Rabu kemarin.

Informasi awal, peristiwa itu berawal ketika seorang mahasiswa dianiaya oleh seniornya. Tak terima perlakuan itu, dia mengajak kerabatnya untuk membalas dan menyerang.

Bentrokan pun meluas, terjadi saling kejar dengan menggunakan senjata tajam, kaca-kaca jendela di beberapa bagian bangunan kampus pecah.

Hingga kini kepolisian dari Resort Bima Kota masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Sejumlah saksi tengah dimintai keterangan. Polisi juga sudah memeriksa rekaman kamera CCTV. Diduga pelaku penganiayaan lebih dari satu orang. (Ism) 

Beri Komentar