Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Massa Pendukung Presiden Iran Hassan Rouhani (Foto: Anadolu Agency)
Dream – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menaruh perhatian pada krisis yang sedang melanda Iran. Dia langsung menelepon Presiden Hassan Rouhani untuk mengetahui langsung situasi terkini Iran.
Dikutip Dream dari Anadolu Agency, sumber di Kantor Kepresidenan Turki mengatakan kedua pemimpin membahas demonstrasi yang telah berlangsung sejak 28 Desember tersebut. Dalam diskusi lewat telepon tersebut, Erdogan menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Iran.
Dia juga menyambut baik pernyataan Rouhani yang meminta masyarakat untuk tidak melanggar hukum dan menggunakan hak mereka berdemonstrasi dengan damai.
Kepada Erdogan, Rouhani mengatakan aksi demonstrasi akan berakhir dalam beberapa hari ke depan.
Gelombang demonstrasi di Iran saat ini diketahui terpecah menjadi dua. Selain kelompok yang menolak rezim Rouhani, ada pula ratusan orang di beberapa kota Iran yang mendukung pemerintah. Para pendukung Rouhani mengucapkan slogan anti-AS, anti-Arab Saudi.

Demonstrasi pro-pemerintah diadakan di provinsi-provinsi barat Iran seperti Ilam, Kermanshah dan Bushehr serta kota-kota barat daya seperti Ahwaz dan Abadan, kota Gorgan timur laut, kota Arak tengah dan kota Khorramabad barat.
Para demonstran meneriakkan slogan " Damn A.S." , " Damn Arab Saudi" dan " Damn Instigator and Hypocrites."
Warga Iran mulai turun ke jalan dan bersuara pada 28 Desember 2017 di kota-kota timur laut seperti Masyhad dan Kashmar. Mereka memprotes kenaikan harga komoditas dan kesalahan manajemen yang dijalankan pemerintah, menurut laporan media setempat.
Sejak saat itu, demonstrasi menyebar ke sejumlah daerah termasuk Ibukota Teheran. Sedikitnya 23 orang tewas akibat bentrok dengan aparat keamanan dan lebih dari 1.000 ditahan sejak demonstrasi dimulai.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya