Farhat Abbas Mau Biayai Pengacara Ibu Angkat Angeline

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 15 Juni 2015 12:44
Farhat Abbas Mau Biayai Pengacara Ibu Angkat Angeline
Penyataan itu dilontarkan Farhat menyusul komentar miring netizen yang menyebutnya, berharap menjadi pengacara Margareth.

Dream - Pengacara Farhat Abbas ikut berkomentar terkait pembunuhan Angeline. Yang terbaru, ia mengaku ingin menyumbang bantuan sekaligus menanggung biaya pengacara ibu angkat Angeline, Margareth.

" Jangan mikir gue mau nawarin jadi pengacara dan cari duit margareth deh! Yang ada gue mau nyumbang dan bayarin mereka pengacara," kicau Farhat melalui akun Twitternya @farhatabbaslaw, Minggu 14 Juni 2015.

Penyataan itu dilontarkan Farhat menyusul komentar miring netizen yang menyebutnya, berharap menjadi pengacara Margareth.

Diketahui, setelah Bernardin mundur sebagai kuasa hukum ibu angkat Angeline, praktis Margriet Megawe tak memiliki kuasa hukum. Ia lantas meminta Ketua Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Kota Denpasar, Simon Nahak untuk menjadi kuasa hukum.

Sayang, keinginan itu bertepuk sebelah tangan. Simon Nahak juga menolak. Setelah AAI, giliran pengacara yang tergabung dalam Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bali menolak mendampingi Margariet.

Farhat Abbass sebelumnya menuding sikap tidak profesional sang kuasa hukum Margareth.

" Advokat bukan membenarkan yang salah atau sebaliknya, profesi ini sebagai pelindung, pembela dalam beracara agar hak2 TSK tak dilanggar (HAM)," kata mantan suami Nia Daniati. (Ism) 

 

1 dari 6 halaman

Pembunuh Angeline Mengaku Dijanjikan Rp 2 Miliar

Pembunuh Angeline Mengaku Dijanjikan Rp 2 Miliar

Dream - Anggota DPR dari Fraksi Hanura, Akbar Faisal mengungkap data mengejutkan. Kabar mengejutkan itu didapat Akbar saat menemui langsung Agus Andamai (25), pelaku tunggal pemerkosa dan pembunuh bocah Angeline (8) di Denpasar Timur, Bali.

" Tadi saat saya mengunjungi sel tahanan, tersangka mengaku kepada dijanjiin Rp 2 miliar oleh ibu angkat Angeline," kata Akbar Faisal.

Margareth, ibu angkat Angeline saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Begitu juga dengan dua kakak angkat Angeline.

Saat ini, Margareth sudah berstatus tersangka. Tetapi bukan dalam kasus pembunuhan bocah yang diadopsinya sejak usia 3 hari itu. Margareth menjadi tersangka dugaan kasus penelantaran anak.

Uang sebanyak itu dijanjikan Margareth kepada Agus untuk menghabisi nyawa bocah mungil itu. Akbar mengaku telah menyampaikan pernyataan Agus ini kepada penyidik Polresta Denpasar.

" Itu akan digali lagi sebagai fakta baru dari kasus ini. Saya akan mengawal kasus ini hingga tuntas" kata Akbar. 

2 dari 6 halaman

Misteri Bercak Darah di Kamar Ibu Angkat Angeline

Misteri Bercak Darah di Kamar Ibu Angkat Angeline

Dream - Polisi sudah menetapkan satu tersangka kasus pembunuhan dan asusila terhadap Angeline, bocah delapan tahun di Denpasar Timur, Bali. Tapi dari hasil autopsi didapat, bocah yang meninggal karena benturan benda tumpul di kepala itu memiliki 20 lebih luka memar di sekujur tubuh.

Dari hasil autopsi ini memang menimbulkan banyak kecurigaan. Apakah tersangka tunggal yang juga mantan pekerja di rumah ibu angkat Angeline itu tidak sendiri?

Kecurigaan semakin menjadi saat Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dan Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Komnas PA, Naomi Werdi Sastro memiliki bukti tentang adanya bercak darah di kamar ibu angkat Angeline, Margareth. Bercak darah juga ditemukan di kamar Agustinus Tai Andamai (25), tersangka pembunuh Angeline.

Menanggapi hal ini, Kapolda Bali Inspektur Jenderal Ronny F Sompie menuturkan, segala sesuatu yang ditemukan saat pemeriksaan di lapangan dapat dijadikan bahan untuk proses penyidikan.

" Kalau ada apa saja yang kita temukan, itu bisa menjadi bahan pemeriksaan, bisa menjadi alat bukti," kata Ronny F Sompie di Denpasar, Bali, Jumat 12 Juni 2015.

Bercak darah itu saat ini sedang dalam pemeriksaan laboratorium forensik. Disita dan diperiksa laboratorium dan forensik.

" Apakah darah manusia, lalu siapa manusianya, untuk menguatkan pembuktian sebagai tersangka," tutur mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.

3 dari 6 halaman

18 Adegan Pembunuhan Keji Angeline

18 Adegan Pembunuhan Keji Angeline

Dream - Tersangka pembunuhan Angeline, Agus, memeragakan pembunuhan bocah delapan tahun itu. Peragaan tersebut dilakukan dalam prarekonstruksi yang berlangsung selama satu jam.

“ Dari prarekonstruksi ini, kita berusaha mengaitkan dengan keterangan dalam penyidikan semalam,” tutur Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana di lokasi, Kamis 11 Juni 2015.

Dalam prarekonstruksi itu, kata Sudana, Agus memeragakan 18 adegan, baik di dalam dan di luar rumah keluarga Angeline yang terletak di Jalan Sedap Malam, Sanur, Denpasar. “ Ada 18 adegan sampai Angeline dikubur,” tambah dia.

Sebelumnya, Sudana mengatakan Agus membunuh Angeline di dalam rumah keluarga Margareth. Lokasi pembunuhan itu tepat berada di depan kamar ibu angkat Angelina itu. Namun, Margareth mengaku tak tahu peristiwa pembunuhan itu.

Hingga saat ini, polisi baru menetapkan Agus sebagai tersangka. Polisi masih memperdalam kasus pembunuhan bocah yang semula dilaporkan hilang ini. “ Belum ada tersangka lain,” kata Sudana. 

4 dari 6 halaman

Angeline Dibunuh di Depan Kamar Ibu Angkat

Angeline Dibunuh di Depan Kamar Ibu Angkat

Dream - Mantan pembantu keluarga Angeline, Agus, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan bocah 8 tahun tersebut. Pembunuhan itu dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 20.00 WITA, di rumah keluarga Angeline.

Saat terjadi pembunuhan, ibu angkat Angeline, Margareth, juga berada di dalam rumah. " Ibu Margareth ada di dalam rumah," kata Kapolresta Denpasar, Bali, Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana, Rabu 10 Juni 2015.

Sudana menambahkan, pembunuhan itu terjadi di depan kamar Margareth. Namun, Margareth mengaku tak tahu peristiwa tersebut. " Dia kan tidak pernah ke luar, di dalam kamar terus," terang Sudana.

Tak hanya Margareth. Sejumlah penghuni kos juga berada di rumah itu saat pembunuhan itu. " Tapi penghuni kos-kosan itu tidak pernah di kos. Dia pulang jam 10 (malam), mandi lalu kerja lagi," tambah dia.

Agus telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 35 UU Perlindungan Anak juncto pasal 80 ayat 3 KUHP. Hingga kini, polisi masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi.

5 dari 6 halaman

Angeline Dibunuh Saat Tengah Berulang Tahun

Angeline Dibunuh Saat Tengah Berulang Tahun

Dream - Angeline kini telah tiada. Kepergian bocah 8 tahun yang menjadi korban pembunuhan bekas pembantunya itu mengundang simpati banyak orang.

Banyak cerita yang sulit dilupakan meskipun kini Angeline sudah tenang di alamnya. Salah satu cerita, terungkap usai jasad mungil Angeline ditemukan terkubur oleh polisi tentang ulang tahun ke delapan Angeline.

Setelah ditelusuri dari data diri kesiswaan Angeline di sekolah, ternyata bocah cantik itu berulang tahun pada 19 Mei, tiga hari setelah dinyatakan hilang.

" Angeline ternyata berulang tahun setelah tiga hari dinyatakan hilang," kata Kepala Sekolah SD Negeri 12 Sanur, Denpasar Bali, Ketut Ruta, Jumat 12 Juni 2015.

Angeline terakhir kali bersekolah pada 15 Mei 2015 atau sehari sebelum ia dinyatakan hilang. Ia diterima di SDN 12 Sanur pada 15 Juni 2013.

" Dia anaknya pendiam. Tidak pernah membicarakan masalahnya. Pernah dia mengeluh pusing, kita tahu dari teman sebangkunya," ujar Wali Kelas Angeline di IIB, Putu Sri Wijayanti.

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik di RSUP Sanglah Denpasar, Angeline diduga telah meninggal dan dikubur lebih dari tiga pekan.

Menurut Kepala forensik RUSP Sanglah Denpasar, Dudut Rustiadi, itu terlihat dari perubahan struktur sel jenazah yang telah menjadi lemak jenuh.

6 dari 6 halaman

Angeline Diperkosa dalam Kondisi Meninggal

Angeline Diperkosa dalam Kondisi Meninggal

Dream - Agus (25), bekas satpam di rumah Angeline usai memperkosa dan membunuh Angeline, dalam keadaan tak bernyawa, ternyata masih sempat memperkosa lagi bocah malang tersebut.

" Jadi sudah tewas, sudah jadi mayat, Agus masih memperkosa lagi. Total dua kali dia memperkosa Angeline," kata Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Polisi, Anak Agung Made Sudana, Rabu malam 10 Juni 2015.

Agus tega mengabisi nyawa bocah berusia 8 tahun itu lantaran ia takut perbuatan bejatnya diketahui ibu angkat Angeline, Margareth.

" Korban diperkosa saat keadaan rumah sedang sepi di malam hari. Margareth dan seluruh keluarga tengah tertidur lelap," ujarnya.

Menurut hasil forensik RSUP Sanglah, pelaku membunuh korban menggunakan benda tumpul. " Benda tumpul itu dipukul ke kepala korban."

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup