Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Presiden Rodrigo Duterte Melihat Barang-barang Milik Korban Dalam Kunjungannya Ke Lokasi Ledakan Di Sebuah Pasar Di Kota Davao, Filipina (ANTARA FOTO/REUTERS)
Dream - Presiden Filipina, Rodrigu Duturte membuat pengumuman mengejutkan. Terhitung mulai kemarin, 20 Oktober 2016, Filipina memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat.
Mereka akan memalingkan muka dengan menjabat teman baru, China dan kemungkinan Rusia.
" Di bidang millter, mungkin tidak secara sosial, namun ekonomi juga, Amerika telah kalah," kata Duterte di depan lebih dari 200 tamu, " Akan ada tiga yang melawan dunia- China, Filipina, dan Rusia. Ini satu-satunya jalan."
Untuk menunjukan keseriusannya, Duturte berjanji takkan lagi berhubungan dengan Amerika. " Cukup penghinaan disini. Jadi ini waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal temanku," katanya.
Pernyataan mengejutkan Duterte tersebut langsung membuat kaget pemerintah AS. Juru bicara kementerian luar negeri AS, John Kirby mengatakan, pemerintah `bingung` dengan deklarasi Duterte.
" Tak jelas apa arti (perpisahan) dalam beragam bentuk konsekuensinya," katanya.
Namun dia kemudian mengakui jika pemerintah AS memang terkejut dengan komentar seperti itu.
Tak mau isu ini berlarut panjang, Danien Russel, seorang diplomat AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik direncanakan akan segera mengunjungi Manila pekan ini dan bertemu dengan sejumlah pejabat pemerintah.
Seolah ingin meredam isu itu, Kirby menegaskan, pemerintah AS saat ini tak panik dengan pernyataan itu. Dia menegaskan hubungan AS-Filipina yang sudah terbangun 70 tahun memang sering dilanda badai.
" Komitmen kerjasama pertahanan kami dengan Filipina masih akan tetap solid," tegasnya.(Sah)
(Sumber: abcnews.go.com)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?