Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Indeks saham syariah masih belum pulih. Investor menahan diri untuk melantai setelah laju indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin mengirim sinyal negatif.
Laju bursa regional yang tak juga membawa kabar baik turut membuat investor cemas. Padahal investor asing sudah mulai kembali mengoleksi portofolio sahamnya.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 20 Oktober 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup di kisaran 178,281 atau melemah 0,165 poin (0,09%).
Penutupan negatif juga dicetak indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,894 poin (0,12%) ke level 741,069.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini lumayan sepi. Dengan 33,05 miliar lembar saham syariah yang diperdagangan, investor mengalirkan uang senilai Rp2,65 triliun.
Perdagangan kai ini didominasi aksi jual saham dengan menyeret 103 saham syariah ke zona merah. Sementara 76 emiten ISSI lainnya bergerak menguat dan 54 saham syariah tak berubah harganya.
Tanda-tanda ditahannya aksi beli saham terlihat dari laju indeks sektoral yang sebagian besar bergerak melemah. Sebut saja emiten industri dasar yang terkoreksi cukup dalam, yaitu 1,03 persen, diikuti pertanian 0,83 persen, keuangan 0,52 persen, dan pertambangan 0,46 persen.
Naiknya sektor perdagangan sebesar 0,76 persen, consumer 0,21 persen, dan infrastruktur 0,1 persen belum bisa mendorong kinerja perdagangan ke zona positif.
Saham-saham keping biru syariah pencetak top gainer kali ini didhuni SILO yang harganya naik Rp375, LPPF Rp225, INDF Rp50, dan MIKA Rp50.
Sementara top losser indeks JII dipuncaki saham AALI yang harganya turun Rp325, INTP Rp275, AKRA Rp250, dan SMGR Rp 75 per saham.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah justru menguat pada penutupan. Nilai tukar rupiah ditutup di kisaran Rp12.984 per dolar AS atau menguat 49 poin (0,38%). Rupiah sempat melemah di level terendah di kisaran Rp13.033 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya