Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jajaran Direksi BNI Syariah Saat Pemaparan Kinerja Kuartal III-2016 (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - PT BNI Syariah melaporkan peningkatan laba perusahaan yang diperoleh sepanjang kuartal III-2016. Dengan perolehan untung Rp215,3 miliar, laba PT BNI Syariah tercatat naik 37,42 persen dari kuartal III-2015 yang mencapai Rp156,62 miliar.
" Alhamdulillah, BNI Syariah melewati triwulan ketiga dengan cukup baik. Pertumbuhan laba tersebut, pada satu sisi, didukung oleh ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya," kata Direktur Utama BNI Syariah, Imam T. Saptono, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis 20 Oktober 2016.
Imam mengatakan rasio dana murah serta efisiensi operasional yang terus membaik.
Menurut data BNI Syariah, aset BNI Syariah per September 2016 tumbuh 17,88 persen year on year (YoY) dari Rp22,75 triliun menjadi Rp26,82 triliun. Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Pembiayaan tumbuh 15,09 persen dari Rp16,97 triliun pada September 2015 menjadi Rp19,53 triliun pada September 2016. Angka non performing financing (NPF) BNI Syariah terjaga di level 3,03 persen.
DPK naik 20,26 persen dari Rp18,93 triliun per September 2015 menjadi Rp22,77 triliun per September 2016. Rasio dana murah naik dari 43,78 persen pada September 2015 menjadi 47,42 persen pada September 2016.
" Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dananya di BNI Syariah," kata Imam.
Dari pembiayaan BNI Syariah sebesar Rp19,53 triliun ini, sebagian besar didukung oleh kredit konsumer sebesar 53,46 persen dan disusul oleh sektor ritel produktif/UKM sebesar 22,25 persen, pembiayaan mikro 5,85 persen, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,93 persen.
" Untuk pembiayaan konsumer, sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah yaitu sebesar 85,51 persen," kata dia.
Imam mengatakan pertumbuhan ini juga disumbang oleh komposisi BOPO yang turun dari 91,6 persen pada September 2015 menjadi 86,28 persen pada September 2016.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya