Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Restoran Halal.
Dream – Indonesia telah menobatkan diri sebagai destinasi wisata halal. Meskipun demikian, sektor boga di Indonesia belum memenuhi kriteria halal.
Perwakilan Indonesia Chef Association, Hendro Soejadi, mengatakan dunia boga di Indonesia masih berkiblat pada masakan Eropa yang notabene memiliki pelengkap non-halal.
" Banyak sekali makanan halal namun dengan campuran yang tidak halal. Dengan adanya event halal ini, kita harus menggerakan lagi kehalalan dari makanan di Indonesia," kata Hendro, di sela-sela diskusi " Halal Is My Life" di gelaran International Islamic Fair 2016, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.
Kesungguhan penyedia produk makanan di Indonesia untuk menyertifikasi produk juga dinilai masih lemah. Bahkan, kesungguhan pengusaha industri boga Indonesia kalah ketimbang Korea Selatan dan Jepang.
Korea Selatan dan Jepang, dinilai sangat serius menggarap pasar wisata boga halal dengan menyediakan makanan bersertifikat halal serta hotel yang bersertifikat halal.
" Di Phuket, Thailand bahkan sedang menggagas menjadi hub halal mereka. Indonesia harus menggarap serius sebab kuliner halal menjadi daya tarik," tambah perwakilan Komunitas Kelana Rasa, Arie Parikesit.
Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI, Osmena Gunawan, mengatakan sertifikasi halal sebetulnya dapat dengan mudah didapat pengusaha.
Pemilik usaha tinggal mendaftarkan dan menyebutkan bahan-bahan yang terkandung dalam produknya.
Khusus untuk dunia boga, muncul tantangan tersendiri bagi para koki. Sebab, selain penampilan yang menggugah selera, para koki juga harus menghadirkan sajian dengan rasa yang memuaskan.
" Sebab, halal adalah yes or no. Ini menegaskan bahwa halal tidak bisa ditoleransi," ujar Osmena. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya