Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Mynewshub.cc)
Dream - Bayangkan kejadian aneh ini. Seekor buaya keluar dari sungai dan 'mampir' di depan rumah penduduk bernama Pak Sugian dan Ibu Enor di Sampit, Kalimantan Tengah.
Ketika itu waktu sudah tengah malam. Keduanya mendengar bunyi seperti orang mengetuk pintu. Tanpa firasat apapun, pasangan ini pun membukanya.
Saat dibuka, alangkah terkejutnya sang tuan rumah. Mereka tidak melihat seorang manusia di depan mereka, tetapi seekor buaya besar dengan mulut menganga!!
Akibatnya, Pak Sugian dan Ibu Enor lari lintang pukang (tunggang langgang,red) ke dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Mujur, buaya tersebut juga segera masuk kembali ke dalam sungai.
Demikian kisah lucu tapi agak seram yang diceritakan seorang pegawai negeri sipil di Sampit bernama Eddy Mashami.
“ Suara ketukan (di pintu) itu diduga berasal dari kibasan ekor buaya tersebut,” tambah Eddy.
© Dream
Karena kemunculan dan ancaman serangan buaya yang terus meningkat, orang-orang yang tinggal di pinggiran Sungai Mentaya di Kalimantan Tengah, kini semakin ketakutan.
Beberapa hari yang lalu, buaya muncul di malam hari saat air pasang, sehingga reptil berdarah dingin itu dengan mudah naik ke pinggiran sungai. Bahkan, buaya naik ke rumah seorang warga.
Para buaya itu diyakini naik ke darat untuk berburu ternak seperti ayam dan bebek.
Di masa lalu, buaya jarang terlihat. Mereka muncul setidaknya sekali dalam tiga bulan. Tapi sekarang, hampir setiap hari muncul buaya yang terlihat oleh penduduk.
Setelah muncul kasus seperti yang dialami Pak Sugian dan Ibu Enor, warga semakin berhati-hati terhadap aktivitas mereka di sungai.
© Dream
Karena takut, beberapa warga tidak berani buang air kecil atau buang air besar di sungai seperti biasa. Sebaliknya mereka melakukannya di darat karena takut buaya, terutama di malam hari.
" Tadi malam ada lagi warga Desa Hanaut yang melaporkan melihat buaya muncul di dekat rumah mereka. Dua hari yang lalu ada empat buaya berbaris di tepi sungai saat surut.
" Buaya berukuran dua meter itu sudah menjadi kategori berbahaya karena bisa memangsa manusia," kata Eddy lagi.
Di daerah tersebut, pada tahun 2016 saja empat orang dilaporkan diterkam buaya. Hanya satu mayat korban yang berhasil ditemukan, sementara tiga lainnya masih hilang hingga sekarang.
(Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya