Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Jagat media sosial kembali dibuat heboh dengan surat Al Maidah-51. Tapi kali ini bukan karena tukilan ayat tersebut dikutip oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama atau Ahok.
Kali ini netizen dihebohkan dengan berkembangnya gambar mengenai terjemahan Al-Maidah ayat 51 yang disebut telah berubah.
Kata aulia dalam ayat yang belakangan diterjemahkan dengan kata 'pemimpin' konon diubah menjadi 'teman setia'.

Tetapi, benarkah terjemahan Alquran pada surat Al-Maidah benar telah diubah?
© Dream
Kepala Bidang Pengkajian Al-Qur`an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an, Badan Litbang serta Diklat Kementerian Agama (Kemenag) Muschlis Muhammad Hanafi memastikan tidak ada pengubahan terhadap terjemahan itu.
" Sejak dulu, terjemahan aulia pada Al-Maidah ayat 51 itu teman setia. Tidak ada yang mengubah dan tidak ada berubah," kata Muchlis kepada Dream melalui sambungan telepon, Sabtu, 22 Oktober 2016.
Menurut dia, dalam Alquran yang ditahsih atau dicek oleh Kemenag menemukan jika kata aulia memiliki tiga terjemahan.
© Dream
Selain kata teman setia, pada beberapa ayat, kata aulia memiliki arti pemimpin dan pelindung.
Kata aulia berterjemahan pemimpin dapat ditemukan pada Surat Ali Imran ayat 28, Surat Annissa ayat 145, dan Al-Maidah 57. Adapun, kata aulia diterjemahkan pelindung dapat ditemukan pada Surat At-Taubah 23.
" Pada Surat Al-Maidah ayat 51 dan Surat Al Mumtahanah ayat 1 kata aulia diterjemahkan sebagai teman setia," ucap dia.
© Dream
Dia menjelaskan, pada terbitan pertama Alquran Kemenag 1965 kata aulia memang tidak mendapat terjemahan beragam. Kata aulia hanya mendapat padanan arti wali.
" Lalu dikasih catatan kaki artinya jamak dari aulia,artinya penolong, pelindung, sahabat, semuanya dipaparkan," ujar dia menerangkan.
© Dream
Mengenai sangkut paut tafsir Al-Maidah 51 dengan proses kepemimpinan dia enggan menjelaskan. Sebab, memang setiap ulama memiliki tafsir yang berbeda.
" Itu terjadi perbedaan pendapat dengan para ulama, nanti kalau masuk ke sana terlalu jauh. Jadi saya paparkan, fakta dalam terjemahan Kementerian Agama ada tiga, begitu," ucap dia.
Menurut dia, penerjemahan Alquran pada kitab yang beredar memang mengacu pada tafsir Kemenag. Alquran yang telah melewati proses pengecekan Pengkajian Al-Qur`an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an akan mendapat tanda tahsih yang mengacu pada terjemahan dan tafsir Kemenag.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya