Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
© 2026 Helikopter SAR (Pexels.com-Jeffry Surianto)
DREAM.CO.ID - Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus dilakukan, Kamis 10 September 2026. Tim pencari mengoperasikan satu helikopter untuk membantu operasi pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 itu diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pukul 12.36 WIB. Pesawat direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pukul 12.52 WIB sebelum menjalankan rute operasi yang meliputi JIExpo Kemayoran, Pantai Carita, BPBD Banten, kemudian kembali ke helipad atau JIExpo Kemayoran.
Pengerahan dukungan udara menjadi bagian dari upaya memperluas pemantauan di wilayah operasi SAR. Dari udara, tim dapat membantu mengamati area pencarian di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau yang sulit dipantau hanya dari jalur laut.
Helikopter tersebut membawa tujuh personel, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Operasi SAR dilakukan setelah speedboat yang ditumpangi lima jurnalis beserta seorang pemandu dan dua kru kapal dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda pada Senin 7 Septeember 2026. Hingga kini, mereka masih dalam pencarian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama unsur SAR gabungan terus mengerahkan berbagai sarana dan metode untuk menemukan mereka. Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR gabungan masih berupaya menemukan delapan orang tersebut.
Kelima jurnalis yang hilang kontak itu adalah M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Selain kelima jurnalis, terdapat tiga orang lain di atas speedboat tersebut. Mereka adalah nahkoda, anak buah kapal, dan seorang guide.
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang. Mereka bertolak sekitar pukul 14.00 WIB, Senin 7 September 2026. Mereka menuju kawasan Anak Krakatau untuk meliput aktivitas gunung yang sedang erupsi tersebut.
Sekitar 42 menit setelah berangkat, salah seorang anggota rombongan mengirimkan posisi kepada jurnalis di Lampung. Kala itu, rombongan disebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terputus pukul 15.04 WIB. Lokasi terakhir yang diketahui berada di titik koordinat 6°14'40.52" S 105°40'49.48" T. Sejak saat itu, keberadaan mereka belum dapat dipastikan.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
