Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesan Hoaks Mengenai Berjemur (Liputan6.com)
Dream - Beredar informasi di jejaring sosial tentang pengalaman seorang pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan.
Dalam kabar tersebut, salah satu perawatan yang diterapkan oleh RS Persahabatan yaitu berjemur langsung di bawah sinar matahari selama 15 menit.
Berikut isi pesan yang tersebar di jejaring sosial WhatsApp tentang pengalaman pasien di RS Persahabatan:
PENTING DIKETAHUI:
Info dari pasien positip kena Virus Corona yg diisolasi di RS Persahabatan dan dinyatakan sembuh/boleh pulang, menceritakan pengalamannya:
Setiap hari kami semua dikasih: 1. Vitamin C-1000 2. Vitamin E 3. Antara jam 10:00 - 11:00 berjemur langsung di bawah sinar matahari selama 15 menit. 4. Telur satu butir 5. Banyak minum air putih minimum 1,5 lt per hari dan setiap makan harus minum yang hangat (jangan dingin/es).
Cuma itu yang kami kerjakan setiap hari dirumah sakit, cuma makan vitamin dan minum air putih
Benarkah para pasien Covid-19 yang dirawat RS Persahabatan sembuh setelah berjemur langsung di bawah sinar matahari?
Penelusuran yang dilakukan oleh Liputan6.com dengan menggunakan kata kunci 'berjemur sembuhkan pasien virus corona' melalui kolom pencarian Google, ditemukan salah satu artikel yang dimuat merdeka.com edisi 31 Maret 2020.
Artikel tersebut berjudul, " Cek Fakta: Hoaks Pasien Covid-19Sembuh Karena Rajin Berjemur Hingga Makan Telur" . Dalam artikel tersebut, merdeka.com mengutip ucapan Direktur Utama RS Persahabatan, Rita Rogayah.
" Hoax... psn (pasien) di ruang isolasi tidak mungkin keluar dari kamar, tidak mungkin berjemur," jelas Rita pada merdeka.com.
Kemudian pada artikel yang diunggah oleh Liputan6.com pada 25 Maret 2020 dengan judul " Cek Fakta: Klaim Tujuh Informasi Penting soal Corona COVID-19, Faktanya?" dijelaskan menurut WHO, sejauh ini virus corona bisa menular melalui berbagai area, termasuk di cuaca panas dan lembab.
Di berbagai negara tersebar berita menyatakan berjemur dapat membunuh pemicu Covid-19.
Dalam salah satu artikel yang dimuat oleh China Daily pada 8 Februari 2020, dijelaskan hal tersebut tidaklah benar.
" Paparan sinar matahari tidak bisa membunuh virus corona baru," seperti itu penjelasan dari artikelnya.
Hal ini didukung oleh politifact yang menyatakan tidak ada bukti bahwa sinar matahari dapat membunuh virus Covid-19.
Menurut WHO, berjemur di bawah sinar matahari atau suhu yang lebih tinggi di atas 25 derajat Celcius tidak mencegah terpaparnya Covid-19. Siapapun dapat terpapar dalam cuaca dan negara manapun.
Cara untuk melindungi diri dari Covid-19 yaitu memastikan untuk selalu mencuci tangan secara teratur dan menghindari menyentuh mata, mulut serta hidung.
Laporan: Razdkanya Ramadhanty
Dream - Beredar pesan berantai berisi peringatan untuk tidak keluar rumah mulai 23 Maret sampai 3 April 2020. Pesan itu mengklaim pada tanggal yang disebutkan merupakan puncak inkubasi virus corona.
Dikutip dari Liputan6.com, pesan tersebut tersebar lewat aplikasi percakapan WhatsApp sejak 27 Maret 2020. Pesan tersebut juga memuat narasi fase inkubasi dari dua pekan pertama akan muncul orang-orang yang terinfeksi, dua pekan kemudian masa tenang dan dua pekan selanjutnya mulai berkurang.
Berikut isi pesan berantai tersebut.
Baru saja mendapat info ini: Mulai besok, jangan keluar rumah mencari makanan atau untuk apa pun, karena hal yang terburuk dimulai, tanggal inkubasi telah tiba dan banyak yg terinfeksi positif akan menunjukkan gejalanya dan banyak orang bisa tertular, jadi sangat penting untuk tetap di rumah dan tidak berhubungan dengan tidak bertemu orang lain, sangat berhati-hati adalah sangat penting.
Dari 23 Maret hingga 3 April kita harus menjaga diri kita sendiri, karena kita akan berada di puncak penyebaran virus dalam dua minggu, biasanya dalam dua minggu itu semua yang terinfeksi akan muncul kemudian ada dua minggu tenang dan kemudian dua minggu lagi mulai berkurang.
* Apa yang terjadi di Italia adalah bahwa siklus ini diabaikan pada musim penularan dan itulah mengapa semua kasus bercampur menjadi satu *.
*Dan akhirnya, jangan menerima kunjungan dari siapa pun, bahkan dari keluarga yang sama. Ini semua untuk kebaikan semua. *
KITA AKAN BERADA DI TINGKAT INFEKSI MAKSIMUM.
-*JANGAN ABAIKAN PESAN INI, BAGIKAN KE SEMUA KONTAK ANDA *
Setelah dilakukan penelusuran lewat laman pencarian Google dengan kata kunci " larangan keluar dari rumah mulai besok" , muncul dua muncul artikel berita berjudul " Viral Hoax Larangan Keluar dari Rumah 28 Maret, Pemerintah: Delete Saja!" . Berita tersebut dimuat di laman detik.com edisi Jumat, 27 Maret 2020 dengan narasumber utama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Berikut isi artikel tersebut.
Jakarta - Muncul pesan berantai yang melarang orang-orang keluar dari rumah pada Sabtu (28/3) besok karena hal buruk soal wabah virus Corona dikatakan bakal terjadi, penularan bakal banyak terjadi. Pemerintah memastikan pesan bak virus itu adalah hoax." Memang ini teror informasi. Ada yang tidak ingin ada ketenangan di negara ini, yakni pihak yang membikin hoax," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, kepada wartawan, Jumat (27/3/2020).
Yuri memastikan tak akan ada hal buruk terkait peningkatan penularan virus Corona pada 28 Maret besok. Penjelasan hoax bahwa itu adalah momentum masa inkubasi dinilainya tidak masuk akal.
" Tidak mungkinlah. Pesan itu bisa membikin tertawa sendiri. Dasarnya apa virus bisa menentukan tanggal 28 Maret? Setahu saya, virus tidak sekolah dan tidak bisa membaca kalender," kata Yuri.
Pesan viral itu dipungkasi dengan kata-kata yang sangat khas hoax, yakni, " Jangan abaikan pesan ini, bagikan ke semua kontak Anda." Yuri yakin masyarakat sudah semakin cerdas dan tidak mudah termakan hoax. Cara terbaik untuk melawan hoax adalah dengan tidak meneruskan (forward) pesan hoax itu.
" Langsung delete saja. Tidak ada ruginya men-delete langsung pesan seperti itu," kata Yuri.
Berikut adalah pesan yang perlu langsung Anda delete dari aplikasi perpesanan Anda karena pesan ini adalah hoax:
Baru saja mendapat info ini
Mulai besok 280320, jangan keluar rumah mencari makanan atau untuk apa pun, karena hal yang terburuk dimulai, tanggal inkubasi telah tiba dan banyak yg terinfeksi positif akan menunjukkan gejalanya dan banyak orang bisa tertular, jadi sangat penting untuk tetap di rumah dan tidak berhubungan dengan tidak bertemu orang lain, sangat berhati-hati adalah sangat penting.
Dari 23 Maret hingga 3 April kita harus menjaga diri kita sendiri, karena kita akan berada di puncak penyebaran virus dalam dua minggu, biasanya dalam dua minggu itu semua yang terinfeksi akan muncul kemudian ada dua minggu tenang dan kemudian dua minggu lagi mulai berkurang.
Apa yang terjadi di Italia adalah bahwa siklus ini diabaikan pada musim penularan dan itulah mengapa semua kasus bercampur menjadi satu
Dan akhirnya, jangan menerima kunjungan dari siapa pun, bahkan dari keluarga yang sama. Ini semua untuk kebaikan semua.
KITA AKAN BERADA DI TINGKAT INFEKSI MAKSIMUM.
JANGAN ABAIKAN PESAN INI, BAGIKAN KE SEMUA KONTAK ANDA
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, pesan berantai yang beredar di WhatsApp adalah hoaks atau bohong. Pesan tersebut diduga berasal dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Sumber: Liputan6.com/Hans Jimenez Salim
Dream - Media sosial dihebohkan dengan viralnya video bayi bisa bicara. Di video itu, si bayi ditampakkan seolah-olah menyebut telur rebus bisa menangkal virus corona.
Dikutip dari Liputan6.com, salah satu akun yang mengunggah video itu adalah akun Facebook Muhammad Nasrun Ridin. Video tampak seperti hasil manipulasi.
" Mama telur mama telur, jangan lupa jam 12 setengah malam, mama telur rebus jangan lupa, mama telur rebus jangan lupa satu orang satu mama," demikian ucapan yang terdengar dari video tersebut.
Akun tersebut juga mencantumkan keterangan dalam unggahan videonya.
" Astaghfirullah ada betulan ple INI YANG LAGI HEBOH DI KALANGAN WARGA INDONESIA MALAYSIA SAMPAI KE CHINA VIRAL. BAYI YANG BARU LAHIR BISA BICARASURUH REBUS TELOR DAN DIMAKAN BUAT PENANGKAL VIRUS CORONA#boleh_percaya_boleh_tidak," tulis admin.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya