Indonesia Akan Lobi Saudi Soal Jemaah Umroh Wajib Karantina di Negara Lain

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 27 Juli 2021 07:01
Indonesia Akan Lobi Saudi Soal Jemaah Umroh Wajib Karantina di Negara Lain
Pemerintah akan mengupayakan agar syarat karantina dipermudah.

Dream - Pemerintah masih mempelajari ketentuan yang ditetapkan Arab Saudi mengenai penyelenggaraan umroh 1443 H. Dalam ketentuan itu, Indonesia dimasukkan dalam daftar 9 negara yang jemaah umrohnya diharuskan menjalani karantina 14 hari di negara ketiga.

" Perwakilan Pemerintah di Saudi, yaitu KJRI di Jeddah, telah menerima edaran tersebut pada 15 Zulhijjah 1442H atau 25 Juli 2021. Kami masih pelajari," ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi.

Saudi telah membolehkan seluruh negara di dunia mengirimkan jemaahnya dengan penerbangan langsung untuk melaksanakan umroh. Tetapi, Saudi menambahkan syarat wajib karantina 14 hari di negara ketiga bagi calon jemaah umroh dari Indonesia, India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Terkait edaran ini, Khoirizi mengatakan KJRI Jeddah mengupayakan diplomasi melalui Deputi Umroh Kementerian Haji dan Umroh Saudi. Diharapkan Indonesia bisa terbebas dari syarat karantina 14 hari di negara ketiga.

" Kami dalam waktu dekat juga akan berkoordinasi dengan Dubes Saudi di Jakarta untuk menyampaikan hal dimaksud," kata dia.

1 dari 3 halaman

Soal Syarat Booster Vaksin

Sementara terkait syarat wajib booster vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J bagi penerima vaksin China, Khoirizi akan segera membahas masalah ini dengan BNPB dan Kementerian Kesehatan. Diketahui, hampir sebagian besar masyarakat Indonesia divaksin dengan vaksin dari China yaitu Sinovac maupun Sinopharm.

" Kita akan lakukan langkah koordinasi dengan Kemenkes dan pihak terkait lainnya untuk membahas persyaratan tersebut, agar kebutuhan jemaah umroh Indonesia bisa terlayani," terang Khoirizi.

Lebih lanjut, Khoirizi menjelaskan selama ini penyelenggaraan ibadah umroh dilakukan oleh swasta yaitu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh/PPIU).Sifatnya Bussines to Bussines (B to B), bukan Government to Government (G to G).

" Kita akan bahas bersama hal ini dengan asosiasi PPIU terkait persyaratan yang ditetapkan Saudi," ucap Khoirizi.

2 dari 3 halaman

Saudi Buka Kembali Umroh Untuk Jemaah Luar Negeri, Indonesia Diizinkan?

Dream - Otoritas Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umroh untuk jemaah luar negeri. Ibadah umroh ditetapkan dimulai pada 1 Muharram 1443 H, yang jatuh pada 10 Agustus 2021.

Pengumuman ini diunggah pada akun resmi Pengelola Dua Masjid Suci, Haramain Sharifain baik Facebook maupun di Twitter.

" Arab Saudi mengumumkan dimulainya kembali umroh untuk jemaah internasional pada 1 Muharram 1443 H," demikian pengumuman tersebut.

Dalam pengumuman tersebut dinyatakan jemaah dari berbagai negara diizinkan untuk melaksanakan umroh dengan penerbangan langsung ke Saudi. Pengecualian diberikan kepada jemaah dari sembilan negara termasuk Indonesia.

Delapan negara lainnya adalah India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Pengecualian dimaksud adalah jemaah dari kesembilan negara itu harus menjalani karantina terlebih dahulu selama 14 hari di negara ketiga sebelum masuk ke wilayah kerajaan Saudi.

" Perlu menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di wilayah Kerajaan," lanjut pengumuman tersebut.

Dalam penjelasan lebih lanjut di kolom komentarnya, ketentuan ini berlaku untuk jemaah haji yang pernah singgah maupun tinggal di kesembilan negara yang dikecualikan tersebut.

3 dari 3 halaman

Pakai Vaksin Buatan China Boleh, Tapi...

Selain itu, vaksinasi Covid-19 dengan dosis penuh menjadi syarat wajib umroh. Vaksin yang dibolehkan yaitu dosis penuh Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J. 

Sementara untuk negara-negara yang menggunakan vaksin buatan China diharuskan mendapat suntikan booster dari produsen empat vaksin yang diizinkan.

" Dosis penuh dari vaksin buatan China dengan suntikan booster dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J," demikian pengumuman tersebut.

Syarat lainnya, jemaah harus berusia 18 tahun ke atas. Jemaah juga diharuskan menggunakan biro perjalanan umroh yang telah mendapatkan akreditasi dari Kementerian Haji dan Umroh Saudi.

Saat dikonfirmasi terkait pengumuman tersebut, pihak Kementerian Agama belum dapat memberikan komentar lebih jauh.

" Belum ada, Mas," ujar Plt Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag, Yayat Supriyadi.

Beri Komentar