Ini Identitas Pemilik Mobil yang Tertinggal di Depan Rumah SBY

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 8 Februari 2017 15:11
Ini Identitas Pemilik Mobil yang Tertinggal di Depan Rumah SBY
Mobil Nissan Terrano berpelat nomor B 2124 ZO, yang tertinggal saat aksi unjuk rasa di depan rumah SBY. Terkuak pemiliknya adalah...

Dream - Polda Metro Jaya telah mengetahui identitas pemilik mobil Nissan Terrano berpelat nomor B 2124 ZO, yang tertinggal saat aksi unjuk rasa di depan rumah Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 6 Februari 2017.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, dari hasil penelusuran polisi melalui pelat nomor mobil tersebut, diketahui pemiliknya berinisal YP dan beralamat di Duren Sawit, Jakarta Timur.

" Bahwa mobil Terrano yang ada teridentifikasi dari Samsat Polda Metro atas nama YP. Tinggal di Duren Sawit," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 8 Februari 2017.

Tapi, ketika polisi menelusuri alamat tersebut, YP sudah tak lagi tinggal di Duren Sawit. Hingga saat ini, polisi belum mengetahui keberadaan pemilik mobil tersebut.

" Lalu kita telusuri ke sana, ternyata yang bernama tersebut sudah pindah lama," ucap dia.

Argo mengaku, polisi belum dapat mengungkap identitas lengkap pemilik mobil tersebut. Sebab, polisi hanya mengetahui dari identitas sesuai dengan data yang ada di STNK mobil itu saja.

Namun kepolisian menegaskan akan terus mencari tahu siapa pemilik mobil tersebut dan kenapa bisa tertinggal.

1 dari 2 halaman

Rumah Digeruduk Demonstran, SBY 'Curhat' Lewat Twitter

Dream - Presiden ke enam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, mengharapkan keadilan karena rumah barunya di Mega Kuningan digeruduk demonstran.

"  Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan " digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," tulis SBY di akun Twitter resminya, @SBYudhoyono, Senin 6 Februari 2017.

 © DreamS. B. Yudhoyono    ✔@SBYudhoyono

Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan " digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*

 

SBY memiliki satu unit rumah baru di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Rumah itu merupakan pemberian negara setelah SBY tak menjabat sebagai presiden.

Di cuitan lain, SBY pun mempertanyakan legalitas demonstrasi digelar di rumah pribadi. Menurut dia, tidak ada Undang-undang yang membolehkan demonstrasi semacam itu.

"  Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*," cuit SBY.

 © DreamS. B. Yudhoyono    ✔@SBYudhoyono

Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. *SBY*

 

Seorang pengguna Twitter@bambangelf, mengunggah gambar para demonstran. Gambar tersebut menunjukkan massa mengenakan atribut almamater tengah duduk-duduk di jalanan.

 © DreamKita adlh Alien @bambangelf

Ngaku Mahasiswa tapi mendemo rumah Warga.. SBY itu BUKAN PEJABAT PEMBUAT KEPUTUSAN PUBLIK. 
Lah trus tuntutannya apa ??  😄© Dream 😄© Dream 😄© Dream 😄© Dream

2 dari 2 halaman

Reaksi Jokowi Tanggapi Tweet Curhat SBY

Dream - Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, kembali disorot setelah membuat cuitan di akun Twitter tentang maraknya berita Hoax. Beragam tanggapan muncul terkait cuitan SBY tersebut.

Dalam cuitannya, SBY mengaku heran dengan kondisi negara saat ini. SBY prihatin dengan juru fitnah dan penyebar hoax yang beredar di dunia maya.

" Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar " hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*," tulis SBY dalam akun Twitternya, @SBYudhoyono

Ternyata, cuitan mantan presiden SBY juga menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Menurut presiden yang karib disapa dengan panggilan Jokowi itu, pemerintah sudah sejak lama memerangi berita hoax.

" Saya kira sudah lama kita bertarung dengan hoax, kabar bohong. Kita harus mulai membangun budaya baru, membangun nilai kesopanan, kesantunan kita dalam berucap, ujaran-ujaran di media sosial," ujar Jokowi, dikutip dari setkab.go.id, Senin, 23 Januari 2017.

Jokowi menambahkan, pemerintah selalu menyampaikan pesan kepada masyarakat agar jangan menghasut, memfitnah, menyebarkan kabar bohong maupun ujaran kebencian. Hal itu terus dia lakukan di setiap kesempatan.

" Saya kira kita berhadapan dengan masalah keterbukaan ini ya seperti itu, kita hadapi. Karena semua negara juga menghadapi," kata Jokowi.

Terkait adanya anggapan yang menyebut pemerintah menyebarkan berita hoax, Jokowi menegaskan pemerintah selalu membangun optimisme dalam bekerja.

" Bekerja itu selalu mendorong masyarakat untuk bergerak lebih optimis," ucap Jokowi.(Sah)

Baca Juga:

Beri Komentar