CONNECT WITH US!

Kronologi 4 Jam Teror Bom Sarinah Versi Polisi

Reporter : Maulana Kautsar | Jumat, 15 Januari 2016 19:02

Dream - Teror ledakan bom yang terjadi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis kemarin membuat kondisi Jakarta genting. Dalam insiden tersebut, lima orang terduga teroris yang tewas di tempat kejadian setelah adu tembak dengan polisi, serta dua orang sipil yang meninggal dunia.

Meski begitu, pemberitaan ihwal kronologis kejadian masih simpang siur. Terkait hal ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal menerangkan secara rinci bagaimana kisah teror itu bermula.

Iqbal memberikan penjelasan kejadian awal aksi teror dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Ledakan awal terjadi di depan kafe Starbucks Coffee yang terletak di komplek Menara Cakrawala. Saat itu diduga pelaku teror meledakkan diri.

" Kami bisa bilang begitu karena ada satu korban diduga pelaku teror yang terluka di bagian perut dan lukanya identik dengan bom bunuh diri," kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 15 Januari 2016.

Selang beberapa saat, ledakan kedua terjadi di Pos Polisi (Pospol) perempatan Sarinah. Lokasi ini hanya terpaut jarak beberapa meter dari ledakan pertama.

" Saat itu bom bunuh diri yang dilakukan dua orang diduga teroris. Kejadian itu mengakibatkan seorang anggota kami (Polantas) terluka," kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan sewaktu bom kedua meledak, warga belum tahu tengah berlangsung aksi teror di kawasan tersebut. Alhasil, masyarakat sekitar berkerumun di dekat Pospol untuk mencari tahu kejadian.

" Saat masyarakat berkerumun, muncul dua orang diduga pelaku teror. Mereka bersenjatakan laras pendek dan menembak membabi buta. Makanya, anggota kami banyak yang terluka akibat tembakan pelaku," ucap Iqbal.

Mengetahui tembakan tersebut, masyarakat langsung berhamburan menyelamatkan diri.

" Saat itu anggota kami langsung menghubungi markas menggunakan HT (Handy Talkie), yang tiba pertama kali di lokasi kejadian adalah Kepala Bagian Operasi Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Susetyo Purnomo Condro dan Kapolsek Menteng AKBP Dedy Tabrani," tutur Iqbal.

Begitu tiba di lokasi, mobil Mitsubishi Pajero yang dikendarai Susetyo langsung dihujani tembakan oleh dua orang pelaku. Sekitar pukul 11.00 WIB, pasukan gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri datang ke lokasi dan menghalau keadaan.

" Saat menembaki mobil AKBP Susetyo Purnomo Condro, pelaku juga sempat melemparkan granat ke belakang mobil, beruntung anggota kami terselamatkan," ungkap Iqbal.

Tak lama berselang, anggota gabungan kepolisian berhasil membuat dua terduga teroris terdesak dan mundur hingga pelataran cafe Starbucks.

" Baru sampai Starbucks, anggota kami berhasil menembak dua terduga teroris. Saat itu, kedua pelaku hendak melemparkan granat lagi, tapi keburu meledak sebelum sempat dilemparkan," kata dia.

Sebelum memastikan kedua pelaku tersebut tewas, tim gabungan Mabes Polri menyisir semua lantai di Gedung Cakrawala untuk memastikan situasi steril dan tidak ada lagi pelaku yang tersisa.

" Saya dan pak Kapolda yang memimpin langsung aksi sterilisasi gedung Cakrawala untuk memastikan tidak ada pelaku lagi," kata dia.

Pukul 15.00 WIB kondisi di sekitar TKP sudah kondusif. Pada pukul 15.30 WIB akhirnya Jalan Sarinah kemudian dibuka dan bisa dilalui kendaraan.

" Total peristiwa teror itu berlangsung 4 jam saja," kata dia.



Polemik Donald Trump - Suara Hati Jenderal Gatot Nurmantyo