Misteri Sedotan dalam Kopi Sianida Mirna Terkuak?

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 11 Agustus 2016 12:58
Misteri Sedotan dalam Kopi Sianida Mirna Terkuak?
Sedotan yang digunakan Mirna untuk menyeruput kopi Vietnam di Cafe Olivier terlihat berada di.....

Dream - Misteri sebuah sedotan yang diduga dipakai sebagai perantara sianida dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin perlahan terkuak. Tim penyidik menemukan indikasi sebuah gambar yang menunjukan sedotan tersebut. 

Hal ini terungkap dalam persidangan kasus Kopi Bersianida yang menghadirkan tersangka Jessica Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.

Christoper Ari Mardianto yang hadir sebagai ahli IT dalam kasus tersebut mengungkapkan dalam rekaman CCTV yang dianalisanya, terlihat gelas kopi yang diminum korban dibawa ke dapur oleh pegawai kafe saat Mirna mengalami kejang-kejang.

" Ada tiga pegawai di dapur, masing-masing mencium bau kopi tersebut. salah satunya mencicipi dan langsung meludah di wastafle," kata Ari.

Berdasarkan dari rekaman CCTV tersebut, sedotan yang digunakan Mirna untuk menyeruput kopi Vietnam di Cafe Olivier terlihat berada di sink (lubang saluran air) yang berada di dapur beserta gelas yang dibawa oleh pelayan cafe.

" Kalau bapak lihat garis hitam di sink itu, itulah sedotannya. Setelah sedotan berada sink, tak lama kemudian sedotan itu hilang," kata dia.

Cara Ahli IT Bekerja...

 

1 dari 1 halaman

Cara Ahli Forensik Kuak CCTV Kasus `Kopi Sianida`

Dream - Ahli IT Christoper Ari Mardianto mengaku pernah mengalanisis hasil rekaman CCTV peristiwa tewasnya Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier. Dia menggunakan beberapa metode dalam menganalisis rekaman tersebut.

Ari mengatakan sebelum menjalankan analisis, terlebih dulu dia melakukan verifikasi file yang ada pada flashdisk yang diterimanya.

" Sebelum lakukan analisis, saya lakukan verifikasi, jenisnya MD5 dan SHA1," kata Ari dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kemarin.

Pemegang sertifikat Computer Hacking Forensik Investigator itu berujar, setelah melakukan verifikasi barulah ia melakukan analisis. Ini untuk membantu dalam pengungkapan kasus ini.

" Saya gunakan metode hash verification, metadata dan frame, Histogram Analisys, Error Level Analisys (image)," ucap dia.

Selanjutnya Ari menerangkan metode Metadata berfungsi untuk menunjukkan properti-properti dari suatu file. Ini untuk mencocokkan antara jumlah frame dan durasi yang ada dalam video.

 

 

Beri Komentar