6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Islam Nusantara menjadi wacana yang tengah menjadi perbincangan yang hangat. Kehadiran wacana ini menumbuhkan harapan baru di tengah dunia Islam yang sedang dilanda konflik, terutama di kawasan Timur Tengah.
" Kita dari Nahdatul Ulama, ingin menyosialisasikan Islam Nusantara yang bersifat damai dan sopan kepada masyarakat," ujar Rais Aam NU KH Ma'ruf Amin dalam diskusi Halaqah Kebangsaan Islam Nusantara di Komplek Parlemen, Rabu, 19 Agustus 2015.
Ma'ruf mengatakan semangat Islam Nusantara memiliki kesamaan dengan gagasan Pribumisasi Islam yang dilahirkan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur semasa hidupnya. Hanya berbeda dari segi penamaan.
" Istilahnya saja yang diganti. Tapi, secara konsep masih sama. Istilah ini untuk mempermudah saja," jelasnya.
Pada kesempatan saya, Cendekiawan Muda Ahmad Sahal menyebut Islam Nusantara merupakan gambaran Islam yang toleran dan bebas intimidasi. Dia menganggap Islam Nusantara merupakan wajah Islam yang menyeluruh khas NU.
" Islam Nusantara bisa dimaknai sebagai penerapan syariah ala NU. Islam kaffah, yang menyeluruh ala NU," kata dia.
Bagi kandidat doktor Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat itu, Islam Nusantara bisa menjadi sarana muslim lokal untuk berdakwah. Sebab, syariat yang diterapkan dalam Islam Nusantara bersifat luwes dan mengalir sesuai konteks masyarakat.
" Kebutuhan manusia dan tiap daerah itu beda-beda dan berubah. Dalam konteks itu Islam bisa mengikuti adat budaya lokal, namun bukan mengganti doktrinnya. Inilah yang menjadi sumbangan penting untuk kedaulatan NKRI," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
