Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sersan Sazan Taib, Salah Aatu Pejuang Perempuan Kurdi (Sumber Foto : The Sun)
Dream - Pejuang perempuan Kurdi banyak dikagumi atas keberaniannya mempertahankan negara dan menjunjung kesetaraan dan hak-hak perempuan di tengah invasi kejam tentara Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).
Mereka bagaikan malaikat penyelamat bagi kaum perempuan. Dan bagaikan malaikat maut bagi tentara ISIS.

Kekejaman tentara ISIS membuat amarah mereka terus berkobar. Tentara ISIS sering kali menjadikan perempuan sebagai objek perbudakan, dan pemerkosaan.
Pejuang perempuan Kurdi bagai mimpi buruk bagi tentara ISIS.
Bagaimana tidak, basis pertahanan tentara ISIS di beberapa daerah di Irak sudah habis mereka bombardir.
Berpakaian loreng gurun, rompi anti peluru, serta senapan AK47 di tangan, dua batalion pejuang perempuan Kurdi berkekuatan 500 personel ini, tanpa lelah terus melancarkan serangan kepada tentara ISIS.
Dipimpin oleh Kolonel Ahmad Nahida Rashid (49), pasukan yang berbasis di Sulaymaniyah, Kurdistan, Irak utara, berjuang memukul mundur tentara ISIS yang menguasai daerah mereka.
Dikutip dari The Sun, para tentara ISIS jeri menghadapi mereka. Pasalnya, mereka takut tidak mati syahid karena harus mati di tangan perempuan.
" Ini senjata bagi kami. Mereka tidak suka jika harus mati di tangan kami,” kata Kolonel Nahida kepada The Sun.
Ketakutan tentara ISIS tehadap para pejuang perrempuan Kurdi kian menjadi-jadi ketika ratusan lebih tentaranya mati ketika berhadapan dengan pejuang perempuan Kurdi dalam pertempuran sengit di kota Kobane, di perbatasan Turki-Suriah, baru-baru ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya